Hidup Tapi Mati

Hidup Tapi Mati
Cerita 24


__ADS_3

Cerita 24


Hampir dua minggu Arka tidak menghubungi Danis, iseng dia bertanya pada Niken pacar Dimas tentang Arka, dan dia bilang selama dua minggu ini Arka tidak ngajar, di ganti asisten dosennya. Danis makin linglung, selama itu pula Danis tidak fokus bekerja. pikirannya loncat-loncat. hampir setiap hari Mbak Sisil dibuat geleng-geleng dengan sikap Danis, dimarahi setiap haripun tidak ada perubahan.


"Mbak.. kita bawa ke dukun aja, sapa tau dia kesambet" Kata Mita pada Sisil. Prilly memukul badan Mita pelan. Sisil sedikit memikirkan usulan Mita, yang kemudian segera dia buang jauh-jauh. ketiganya tetap memerhatikan Danis.


tiba-tiba Danis senyum sendiri ketika melihat hape meski sedikit di paksa.


"Fix mbak, kita harus cepet bawa Danis ke dukun" desak Mita yang bener-bener khawatir. kini kedua wanita disamping kanan kiri Mita sama-sama mengangguk.


Ada angin sejuk yang sedikit masuk di dalam hati Danis, dia dengan cepat menyambar tasnya, dan langsung minta izin ke Mbak Sisil buat cuti setengah hari, mengingat ini sudah jam makan siang. Mbak Sisil mengangguk dengan cepat tanpa pikir panjang, karena jujur dia juga khawatir kalau menahan Danis lama-lama.


Danis langsung masuk ke mobil Arka dan memeluknya erat. ya, Arka tadi bilang kalau dia ada di depan kantor Danis. Seberapa marah dan bencinya Danis ke Arka, dia tetap khawatir dan cinta dengan pria itu. Arka membiarkan Danis terus memeluknya, dia hanya bisa mengelus rambut Danis.


Setelah puas memeluk Arka, Danis memundurkan badannya dan melihat wajah Arka. dia keliatan sangat kusut, wajah gantengnya terasa menghilang.


"Danis aku minta ma..." belum sempat Arka melanjutkan kata-katanya, Danis meletakan jari telunjuk di bibirnya. dan menggeleng.


"Aku kangen kamu" kata Danis sambil terus menatap mata Arka.


"Aku lebih kangen kamu" kata Arka sambil tersenyum.


"Hari ini aku pengen kabur, mau ikut?" ajak Arka, dengan cepat Danis mengangguk.


Arka melesatkan mobilnya lumayan kencang, tapi masih tetap dalan batas wajar. selama perjalanan Danis bersandar di bahu Arka, dia seakan tidak mau kehilangan Arka lagi.


"Nis..." panggil Arka


"Aku belum mau dengar penjelasan kamu sayank..." kata Danis, kini dia mulai berani menyebut Arka dengan panggilan sayank. Arka mengangguk, meskipun dia tak tau apa yang sebenarnya Danis pikirkan.

__ADS_1


Saat diperjalanan tiba-tiba hujan lumayan deras, padahal mereka berdua berencana mau ke taman bermain, ngilangin stress. Dan akhirnya Arka membelokkan mobilnya ke salah satu mall. meskipun disana cuma ada sedikit permainan, tapi setidaknya itu juga hiburan buat mereka.


"Arka, aku boleh minta tolong?." tanya Danis sebelum mereka turun dari mobil. Arka menoleh tanpa menjawab.


"nonaktifkan hape kamu, aku gak mau ada yang ganggu" kata Danis tanpa melihat Arka.


" Iya sayank..." kata Arka sambil menonaktifkan hapenya.


Mereka berdua lagsung pergi ke area bermain. Sedikit permainan itu nyatanya bisa membuat Danis tertawa. setelah puas bermain, mereka pergi mencari makan.


"Kamu gak pengen nonton? sekalian disini" Arka menawari.


" Ehhm... gak deh, belum ada film yang pengen aku tonton. lagian hari ini aku cukup seneng kencan sama kamu" kata Danis sambil tersenyum manis.


" Kamu beneran seneng?" tanya Arka. Danis mengangguk.


"Setelah ini aku pengen berduaan aja sama kamu." kata Danis. tiba-tiba dia ngeliat ke Arka. "Apa kita ke hotel aja ya?"


Danis tersenyum sambil mengedipkan satu matanya, dia sengaja menggoda Arka. dia pengen liat aja ekspresi Arka.


Arka melipat tangannya ke depan, sambil terus melihat Danis.


"atau kerumah kamu aja" kata Danis. Arka menoleh lagi, tanpa bertanya dia diam.


"ke rumah sepupu aku aja ya, kebetulan gag ada orang" kata Arka dengan wajah sedikit bingung, mungkin dia kaget, takut juga kalau tiba-tiba Danis ngomong ke orang tuanya tentang mereka.


"Terserah kamu" kata Danis sambil lanjut makan.


***

__ADS_1


Akhirnya Arka ngajak Danis kerumah sepupunya, kebetulan memang hari ini sepupunya Arka sedang ke luar kota. Setelah memarkir mobilnya, Arka mengajak Danis masuk. dan seperti biasa, Arka membawa 2 botol minuman dingin dan menaruhnya di meja.


Saat Arka mau masuk ke dalam kamar buat ganti baju, Danis menahan tangan Arka. "Kenapa?" tanya Arka.


"Gak usah ganti baju, sini" kata Danis sambil menepuk sofa disampingnya. Arka menurut, dia benar-benar ingin mengikuti semua yang Danis inginkan.


Setelah Arka duduk, Danis memeluk Arka sambil memejamkan mata lama, seperti dia ingin mencari sesuatu dalam diri Arka. karena tidak tahu harus gimana, Arka hanya membalas pelukan Danis sambil mengelus rambutnya. dia ingin memberikan semua kenyamanannya ke Danis.


"Arka..." panggil Danis.


"Iya,"jawab Arka. begitu selanjutnya sampai beberapa kali Danis memanggil Arka, dan tanpa bosan Arka menjawab panggilan itu. dia tau Danis sedang memikirkan sesuatu.


" Kenapa sayank?" tanya Arka akhirnya,


"karena aku pengen, setiap kali aku manggil, kamu selalu ada disampingku dan jawab" kata Danis, Arka hanya tersenyum tipis. Danis melepas pelukannya, sekarang dia menatap Arka. perlahan dia menyentuk wajah Arka. pelan dia menyentuhkan jemarinya ke mata, pipi, hidung, dan bibirnya.


Arka hanya diam, sambil menelan ludah pelan, dia benar-benar gak tau apa yang ada difikiran Danis. dan menurutnya, sikap Danis sangat aneh, biasanya dia selalu ceria. tapi sekarang senyumnya seperti dipaksa. Arka tau dia yang membuat Danis beda seperti sekarang, dan itu membuat hatinya seperti teriris.


Danis tersenyum, dan bagi Arka senyuman Danis selalu membuatnya tersihir. Arka memegang kedua tangan Danis, dan perlahan mencium bibir gadis yang dicintainya itu. pelan Arka mencium Danis, akhirnya Danis membalas ciuman itu, tangannya memeluk leher Arka. ciuman yang awalnya hanya sebatas saling sentuh bibir kini semakin masuk ke dalam.


Danis menikmati ciuman Arka sambil memejamkan matanya. dia yang memang kurang ahli dalam hal ini hanya mengikuti Arka yang semakin dalam mencumb* bibirnya. ******n demi ******n di dapat Danis, keduanya saling menikmati. Danis seakan lupa dengan sakit hatinya, bahkan di kepalanya sedang memikirkan hal yang lebih. Ciuman Arkapun semakin panas, tangannya mulai mengelus punggung Danis.


Deg...


Danis melepaskan ciumannya, dia menikmati ciuman ini, tapi ada yang menolak dari dirinya. dia mendorong tubuh Arka mundur.


"Aku ke kamar mandi bentar" kata Danis sambil berdiri.


***

__ADS_1


Makasih semua uda baca karya aku, jgan lupa koment, like dan dijadiin favorit ya... makasih


__ADS_2