Hidup Tapi Mati

Hidup Tapi Mati
Cerita 84


__ADS_3

Cerita 84


"iya, tampang kamu itu kayak punya mantan dua lusin Njas!" kata Danis berapi-api.


"Minta dijitak emang nih anak" kata Anjas pura-pura mau jitak kepala Danis, tapi tangannya dengan cepat beralih megang tangan Danis, kedua tangan mereka saling bertautan.


"aku tuh cuma sekali pacaran, waktu SMA dulu. aku suka duluan sama cewek itu.bisa dibilang mungkin cinta pertama. Dia itu tipe cewek yang lempeng-lempeng aja, dia gak suka cowok urakan, jadi setelah aku brubah jinak dia mau nerima aku. tapi ya gitu aku jadi ikutan lempeng. bahkan buat main bola aja dibatasi." terang Anjas, Danis menyimak.


"hidup aku cuma sekolah rumah gitu doang, dan itu bertahan sampe 2 bulanan kalau gak salah. sampe akhirnya aku nyuri-nyuri waktu buat main bola sama tim. puncaknya aku ikut tawuran sama sekolah lain. Setelah kejadian itu dia sama sekali gak mau ngomong sama aku, ngeliat aja tuh kayak gak sudi. sikapnya berubah banget ke aku. yaudah akhirnya aku juga nyerah. dan fokus bola sampe akhirnya aku ke inggris" tangan Anjas masih erat megang tangan Danis.


"Sejak itu tuh aku gak pernah pacaran yank, kalau temen cewek emang banyak tapi gak ada sampe acara nembak atau jalan cuma berdua. sampe akhirnya ketemu kamu" kata Anjas sambil senyum, bikin hati Danis adem.


"kamu sejak itu gak pacaran kenapa? masih cinta sama mantan?" tanya Danis tajam, Anjas senyum.


"Kalau kata anak-anak sih dibilang aku masih belum bisa move on. tapi jujur aku malah sebenernya setelah dia ngehindar dan nyuekin aku tanpa penjelasan gitu jadi illfel. gak suka aja sama sikap kayak gitu." terang Anjas sambil minum kopinya.


"kamu lama gak pacaran dan keliatan cuma maen-maen sama cewek, pantes dong kalau dibilang belum move on dan playboy" kata Danis mulai kesel. Anjas cuma senyum dan ngusap pipi Danis.


"aku itu gak pacaran bukan karena belum move on. tapi gak mau aja ngalamin hal ribet kayak gitu. males."


"terus kenapa sekarang mau sama aku?" tanya Danis dengan tatapan tajam


"karena aku ngerasa bener-bener jatuh cinta sama kamu, dulu mungkin aku nyerah ngadepin situasi kayak gitu. tapi sekarang aku bakal terus berjuang, karena aku cuma mau kamu yang ada di hati aku" kata Anjas tegas tapi terdengar romantis, bikin hati Danis meleleh. dia jadi inget sesuatu.


"kemaren pas aku cuekin kamu gimana?"


Anjas mendengus kesal saat inget kejadian itu "Kamu gak tau aja aku kayak orang gila. untung mbak Sisil slalu ngasih siraman rohani. kalau enggak mungkin aku udah masuk rumah sakit jiwa"


"lebay" kata Danis sambil nyubit hidung Anjas, mereka sama-sama ketawa. "Jadi karena itu kamu slalu bilang sama aku, jangan pernah ngehindar dan berubah?"


Anjas ngangguk "Sekarang aku ngerasa beneran gak sanggup kalau kamun gelakuin itu." kata Anjas sambil nunduk, tangannya mainin tangan Danis.


Danis mendongakan kepala Anjas, "Aku janji sama kamu, apapun yang terjadi, semarah apapun aku. aku gak bakal ngehindari kamu lagi, gak bakal ngejauhin kamu. dan sikapku gak bakal berubah"

__ADS_1


"kamu gak perlu janji apapun sayank" kata Anjas sambil nyium tangan Danis "aku gak masalah kamu ngehindar, apalagi saat marah. tapi beri aku penjelasan."


Danis ngangguk "iya, kamu juga gitu semarah apapun kita, harus saling dengerin penjelasan masing-masing"


Anjas ikutan ngangguk, "eh, tapi kamu harus janji satu hal aja deh yank"


"Apa?"


"Jangan pernah tinggalin aku ya, aku pengen ngelanjutin hidup aku cuma sama kamu"


"kamu tuh yang jangan tinggalin aku" kata Danis pura-pura manyun.


"duh gemesnya," Anjas nyubit kedua pipi Danis, yang dicubit tambah manyun, tapi kemudian mereka senyum.


"Berasa alay gak sih yank kita?" tanya Anjas.


"Sesekali alay dimaklumin yank" kata Danis sambil senyum.


"kapan-kapan kita ngobrolnya dirumah cafe aja yank, bisa plus plus. nanggung kayak gini" kata Anjas rada manja


"Mangkannya yok kita nikah, pacarannya setelah halal. kan mantep yank"


"Amin... niat dan doa yang baik smoga cepet terkabul" kata Danis sambil senyum sangat manis.


"Amin..." kata Anjas masih tetep ngeliat Danis "duh yank senyumanmu, bikin nafsu" bisik Anjas


Reflek Danis nampol mulut Anjas pelan "tolong ya mas dikondisikan mulutnya ini" Anjas ngakak, dia paling suka ngisengin Danis kayak gini.


"Kamu pengen tau lagi hal aneh gak yank?" tanya Anjas


"Apaan?" kata Danis agak ketus, masih sebel sama omongan Anjas.


"kamu tersangka perampokan ciuman pertama aku" bisik Anjas.

__ADS_1


"Apaaa???!!" teriak Danis, sontak beberapa orang ngelirik ke mereka.


"dikondisikan yank mulutnya" kata Anjas sambil nutup mulut Danis.


"Aku kaget tau" Danis ngebela diri


"harus segitunya ya kalau kaget? aneh gitu?"


"iya, kamu kan badboy banget yank, masak iya sih..." Danis gak nerusin ucapannya, dia malah nutup mulutnya. "aku berasa nakal banget yank kalau kayak gini, kamu yang urakan model begini baru ngerasain ciuman pertama. aku aja lupa kapan ciuman pertama aku"


"diih.. bangga gitu?" kata Anjas kesel, apalagi dia denger kalau Danis udah ciuman sama orang lain.


"tapi seingetku yank, kita ngelakuin itu dulu kamu pinter banget lo, gak keliatan kalau pertama kali. kamu boong ya?"


"seriusan yank"


"gak percaya, kamu kan juga pernah di Inggris lama. pasti udah cium sana sini juga" Danis kekeh


"aku emang punya tampang urakan gini yank, tapi aku gak bisa sembarang nyium orang. harus yang spesial tauk!" kata Anjas sambil nyubit tangan Danis, masih kesel dia.


"kudu percaya gak sih?" tanya Danis bingung, dia emang ngeliat Anjas gak boong, tapi dia rada gak yakin aja.


"terserah deh, yang jelas bibir ini udah aku patenkan cuma buat kamu. jadi kamu juga harus gembok tuh bibir kamu biar gak sosor sana sini" kata Anjas tegas.


"Dikiranya aku bebek, main sosor aja" Danis sebel. mukanya manyun.


"Sosorin aku aja yank, aku pasrah" goda Anjas, Danis jadi senyum, tangannya mukul lengan Anjas.


"Nyebelin" kata Danis, entah kenapa dia ngerasa wajahnya panas.



__ADS_1


***


__ADS_2