Hidup Tapi Mati

Hidup Tapi Mati
Cerita 86


__ADS_3

Cerita 86


Hari ini Anjas pergi keluar kota buat tanding bola lagi, setelah jadian mungkin ini pertama kalinya Anjas keluar kota, dan keduanya ngerasa kehilangan. Entah karena mereka yang hampir setiap hari bareng atau emang mereka lebay, tapi begitulah nyatanya.


Dari pagi Danis ngerasa gak semangat, biasanya saat Anjas keluar kota dia akan nyuri-nyuri kesempatan buat ketemu Arka. tapi tidak sekarang, selain karena dia udah resmi jadi kekasih Anjas, juga karena nomer Arka udah di hapus dan di blokir sama Anjas.


Sebenernya kalau Danis berusaha pasti bisa nemuin nomer Arka, tapi dia seperti sudah tidak berselera. dan sekarang dia lagi di minimarket deket rumahnya, nyari camilan buat temen nonton drakor.


"Danis!!" dia sangat familiar dengan suara itu, suara yang pemiliknya Danis hindari. Sebelum dia kabur tangannya uda di tahan sama Arka.


"kenapa ngehindar?" tanya Arka lembut, dia natap Danis sayu. bikin yang ditatap ketar ketir takut hanyut lagi.


"gak ngehindar kog"


"kita harus ngomong"


"gak, aku sibuk!"


"ayolah... sekali aja"


'sekali apanya... ini tuh udah sekali yang berkali-kali' batin Danis kesel.


Dan akhirnya Danis nurutin Arka, tapi dia milih ngobrol di depan minimarket. takut khilaf kalau di ajak Arka jalan.


"ngomong apaan?" tanya Danis mecah lamunan Arka yang daritadi masih asyik natap gadis di depannya.


"aku gak tau kenapa sekarang kamu ngehindar dari aku lagi. tapi aku cuma mau ngasih tau, aku bakal batalin pernikahan aku" kata Arka lagi.


'bakal? kirain udah dibatalin. nih anak ngajak adu mulut atau gimana sih. maksa ngajak ngobrol cuma buat ngasih tau ini lagi. beneran banci nih anak' batin Danis


Danis mengehmbuskan nafasnya kasar. "terus??"


"aku minta jangan hindarin aku Nis!"

__ADS_1


"Pak Arkana Sanjaya... udah berapa kali aku bilang kamu gak perlu batalin pernikahan kamu, karena itu udah gak ada hubungannya lagi sama aku. jadi stop ngajak ngobrol masalah kayak ini"


"Tapi Nis..."


"Udah ya Ka, aku minta tolong sama kamu, kita jalanin hidup kita masing-masing. aku gak mau nyakitin orang lain lagi" kata Danis tegas "udah aku balik!"


Danis pergi ninggalin Arka yang masih diam di tempatnya duduk, banyak hal yang dia pikirkan. sebenernya bukan itu yang mau dia omongin, tapi berhadapan langsung sama Danis bikin dia lupa.


'Dasar pecundang!' batin Danis


Saat ini Danis rebahan di ranjangnya, rencana nonton drakor gagal total, moodnya udah jelek gegara Arka. Sebenarnya tadi dia ngarep Arka bilang kalau pernikahannya udah batal, nyatanya.


Cewek cantik itu menggeleng, dia mengusir pikiran anehnya, apa yang dia harapin dari cowok kayak Arka, toh sekarang dia udah punya Anjas. Danis lupa, kenapa tadi dia gak bilang kalau udah jadian sama Anjas.


Ponsel Danis bunyi, tanda ada telphon masuk, si pemilik senyum, siapa lagi kalau bukan Anjas, sang calon suami.


--TengilkuSayank--


DANIS :Hallo kapten ganteng...


DANIS : lagi tiduran. kamu besok jadi pulang kan?


ANJAS : iya jadi. ini mau jalan jalan dulu


DANIS : hemmh... awas ya ganjen


ANJAS : hahaha... iya jutek. udah ya, ditunggu anak-anak


DANIS : heeemhhh... yaudah, ati-ati


ANJAS : iya, kamu jangan klayapan, tunggu besok sama aku.


DANIS : Iyaaaaa...

__ADS_1


ANJAS : Dan, rindu kamu


DANIS : masa? (ledek Danis)


ANJAS : (ketawa) Assalamualaikum


DANIS : Waalaikumsalam


"Dasar cowok Tengil, bisa banget jadi moodboster. bodo amat sama Arka, gak ada urusan. It's Drakor time" gumam Danis sambil nyalain laptopnya.


***


Tadi Siang Anjas balik Malang, tapi dia gak bisa langsung nemuin Danis, karena dia harus briefing sama timnya. Alhasil dia milih nungguin Anjas di ruang baca, sekalian dia mau ketemu sama mbak Sisil.


"Sory telat.. biasa mas Fadhil minta dimanjain dulu" kata Sisil sambil ketawa, Danis manyun.


"Dasar lebay" setelah itu mereka ngrumpi, biasa emak-emak rempong.


"Tante" panggil Sisil pada ibu paruh baya yang masih keliatan cantik.


"Eh Sil..." Sisil berdiri dan mencium tangan wanita itu dan cipika cipiki.


Danis reflek ikut salim dan juga senyum.


"Danis tante, temennya mbak Sisil" tanpa diminta Danis memperkenalkan diri, meskipun jantungnya gedebukan. wanita itu tersenyum ke Danis.


"Tante udah lama? maaf Sisil baru liat" kata Mbak Sisil, Danis mikir pasti itu Mamanya Anjas, karena sekilas senyum mereka sama. Perempuan itu tidak sendiri, dibelakangnya ada seorang cewek berhijab yang mungkin seumuran Danis.


"iya udah lama, nungguin Anjas sebenernya tapi dia bilang masih nanti nyampeknya"


"owh gitu," kata Sisil, dia melirik cewek di belakang tantenya "itu siapa Tan?"


Mamanya Anjas narik tangan cewek itu dan senyum "sampek lupa, kenalin ini calon tunangannya Anjas!"

__ADS_1


***


__ADS_2