Hidup Tapi Mati

Hidup Tapi Mati
Cerita 10


__ADS_3

Cerita 10


Danis menggulingkan badannya ke kanan dan ke kiri. Hape yang daritadi dia pegang tidak juga mengeluarkan bunyi.


"Arka jadi ngajak jalan nggak sih? kog gak ada kabar gini" kata Danis kesal. semalen memang tidak ada perjanjian secara pasti. Tapi ini malah ngebuat Danis penasaran.


"Masak iya aku yang nanya duluan? ogah banget." kata Danis lagi.


Triiing...


Bunyi Hape Danis, ada pesan masuk. dengan semangat Danis membuka hapenya. dan kini dia makin cemberut. ternyata grub chat sahabat sekantornya yang mulai semalem pada berisik ngomongin Danis. setelah kejadian Arka jemput Danis semalem gosip kalau Danis punya pacar ganteng langsung nyebar. Terutama atasannya yang suka banget nebar gosip, siapa lagi kalau bukan mbak Sisil.


tak berapa lama mbak Sisil nelpon " Halo" jawab Danis ketus


" idih, belum apa-apa uda sewot aja" jawab mbak Sisil dari seberang " itu pada rame di grub, kog gak muncul sih?"


" males ah, mbak Sisil juga nih ngomong macem-macem" Sisil ketawa denger omelan Danis.


"Tapi beneran lo Nis, cogan kemaren siapa? pacar kamu?"


"bukaaan..." jawab Danis tegas.

__ADS_1


"Biasa aja donk jawabnya, gak perlu ngegas gitu" Mbak Sisil kembali ketawa.


"Nongki cantik yuk" Ajak Mbak Sisil " Ini anak-anak ngajakin"


Danis tidak menjawab, pasti nanti dia bakal diberondong pertanyaan macem-macem dari sahabat-sahabatnya. "Nggak janji deh mbak. lagi mager akunya"


"Rencananya kita juga sekalian mau nyari kado buat ke nikahannya Yesi, itu anak HRD. kamu dateng kan minggu depan"


" Emang acaranya uda minggu depan?" Danis mencoba mengingat. Dia bener-bener lupa kalau harus dateng ke kondangan.


"Iya, kemungkinan minggu depan masih harus lembur, jadi mending sekarang aja beli kadonya" jawab Mbak Sisil. " kalau kamu ikutan biar sekalian aku jemput, gimana?"


"10 menit lagi aku kabari deh mbak" kata Danis, dia menutup telphon dan mulai mencari nama Arka.


***


Akhirnya Danis ikutan ketiga sahabatnya ke Mall buat nyari kado. tadi Arka bilang kalau dia mendadak harus nemuin pacarnya di luar kota. dan lupa buat ngasih kabar ke Danis, dia juga minta tolong ke Danis buat 2hari ini jangan telphon atau chat ke Arka dulu.


Danis yang kesinggung sama permintaan Arka jadi uring-uringan. daripada dia makin kesal akhirnya dia mutusin buat jalan sama sahabatnya.


Seperti dugaannya, sahabatnya kini pada nanyain perihal si Arka. Danis yang lagi badmood cuma jawab asal-asalan. dia cuma bilang kalau Arka kakak kelasnya, dan mereka tidak pacaran. Danis tidak bilang kalau Arka sudah punya pacar. karena jujur Danis berfikir mungkin Arka nemuin pacarnya karena dia mau putus, secara Arka sepertinya udah nggak nyaman banget sama hubungannya. Meskipun itu cuma pemikiran sepihak dari Danis, tapi itu membawa angin sejuk di hatinya.

__ADS_1


"Kita jajan dimana nih?" tanya Mita, maksudnya jajan camilan sambil nongkrong.


Setelah muter-muter cari kado, akhirnya kita mutusin buat nongkrong diluar Mal, karena weekend gini suasana Mall jadi rame banget.


" Eh Nis, itu yang kamu post di instagr*m sekitar minggu lalu sama temenmu. itu dimana? enak kayaknya tempatnya" tanya Prilly


Danis coba mengingat. "Oh... itu Ruang baca. deket kantor. enak emang tempatnya."


"Mau kesana? Aku traktir deh" kata Mbak Sisil sambil senyum. tanpa pikir panjang mereka semua setuju, sebelum Mbak Sisil berubah pikiran.


Diantara kita berempat mbak Sisil emang paling dewasa. dari segi umurpun emang dia yang paling tua. Usianya baru menginjak kepala 3.


Mbak Sisil sebenernya udah nikah, tapi sampai sekarang masih belum punya anak. Gimana mau punya anak, suaminya mbak Sisil kerja di pelayaran. jadinya mbak Sisil Jarang di belai sama suaminya. dan lebih sering momong adik-adiknya kayak sekarang.


Mereka berempat sekantor, dan Mbak Sisil kepala Divisi mereka. Kebetulan di Divisi mereka mayoritas cowok, dan hanya mereka berempat yang cewek. itulah yang ngebuat mereka jadi sahabat dan kemana-mana barengan.


Selain Mbak Sisil, ada Mita dan Prilly. Mereka berdua belum menikah seperti Danis dan juga seumuran. dari Sifat, Prilly lebih kalem dan keibuan, sama kayak mbak Sisil dia juga pakai Hijab. Sedang Mita dia feminin banget. bisa dibilang diantara keempatnya dia paling centil, kemana-mana slalu sedia bedak dan lipstik. kadang dia juga buka salon dadakan untuk ketiga sahabatnya kala diperlukan.


Mereka emang punya sifat dan karakter yang beda, tapi kalau lagi kumpul berempat gini semua perbedaan mereka ilang. karena keempatnya doyan makan dan juga suka ngobrol.


***

__ADS_1


__ADS_2