Hidup Tapi Mati

Hidup Tapi Mati
Cerita 67


__ADS_3

Cerita 67


Seperti janjinya, Danis menemui Arka yang sudah menunggunya untuk makan siang. setelah sedikit mencari, Danis menemukan Arka yang sedang duduk di salah satu resto dekat kantornya.


Selesai makan Arka ngajak Danis masuk ke dalam mobilnya, tadi selama di dalam resto mereka hanya sedikit ngobrol dan lebih fokus makan, gak tau kenapa suasana jadi agak canggung.


"happy birthday my best, I wish you all the best" kata Anjas sambil memberikan papperbag untuk Danis, kado ulang tahun.


Danis senyum "makasih Ka"


"dari semalem aku hubungin kamu malah dicuekin" kata Arka sedikit manyun.


"maaf semalem aku ada acara"


"acara apa? sampek tengah malem?"Arka mengernyitkan dahinya.


Danis ngangguk " Semalem temen-temenku ngasih kejutan gitu, jadinya aku gak liat hape"


Entah kenapa Danis merasa enggan bilang ke Arka kalau semalem dia pergi dengan Anjas, walaupun memang dia gak bohong masalah kejutan itu. rasanya Danis seperti ingin menjaga hati Arka agar gak terluka.


"seru dong?"


"lumayan, terharu aja sih mereka ngelakuin itu" kata Danis sambil tersenyum mengingat semalem.


Semalem setelah acara kejutan itu, mereka masih sempet makan-makan dan ngobrol bentar. Anjas si empunya ide masih sempet nyanyi sama yang lain, dengan mata yang terus ngeliat Danis, bikin dia salah tingkah. juga tak ketinggalan bullyan temen-temennya ngeliat kedeketan Anjas dan Danis bikin malam ulang tahunnya Danis makin lengkap.



"kenapa gak hubungin aku? kan aku bisa ikut gabung" kata Arka sambil genggam tangan Danis.


'kalau kamu datang, yang ada malah baku hantam sama Anjas dan yang lain' batin Danis


"kan aku dikasih kejutan, mana sempet hubungin kamu". kata Danis ngeles.


" iya juga ya" Arka tersenyum tipis.


"sebenernya nanti pengen ngajakin kamu jalan"


"aku udah bilang kan kalau gak bisa"


"iya aku tau, aku juga gak bakal maksa kog." kata Arka sambil nunduk " kemarin lusa aku liat kamu di jemput cowok itu di kantor"


"Anjas?" tanya Danis, Arka ngangguk pelan.


"aku cemburu Nis" kata Arka akhirnya, Danis sendiri sedikit kaget denger omongan Arka.


Danis tersenyum kecut, "aku gak tau Ka harus nanggepin ucapan kamu gimana"


drrt drrrtt drrrt...


ANJASTENGIL calling....

__ADS_1


'nah lo, pas banget momentnya' batin Danis


"bentar ya" kata Danis sambil ngangkat telphon.


--ANJASTENGIL--


DANIS : Iya hallo


ANJAS : waalaikumsalam juga jutek (Danis tersenyum dan sedikit melirik Arka)


DANIS : assalamualaikum


ANJAS :waalaikumsalam... uda makan?


DANIS : udah


ANJAS : yaudah, aku udah di asrama, mungkin nanti bakal susah kalau kamu hubungin. ketemu di stadion ya


DANIS :owh yaudah iya


ANJAS :kamu ati-ati ntar, gak usah dandan cantik, aku gak bisa nikmatin, hehehe


DANIS :apaan sih


ANJAS :yauda assalamualaikum calon pacar


DANIS : waalaikumsalam


"aku sayank kamu Nis" kata Arka, dia semakin erat meluk Danis. Selanjutnya mereka hanya diam, dengan Danis yang masih dalam pelukan Arka.


***


Sekarang Danis, Raya, Nino, mbak Sisil, mas Fadhil dan Dimas sudah duduk di tribun VVIP stadion Kanjuruh*n buat nonton Anjas tanding bola lawan Persij* Jakarta. suasana stadion sangat ramai, mas Fadhil bilang derby Arem* vs Persij* memang selalu ditunggu dan otomatis nyedot banyak penonton.



Tribun stadion sudah dipenuhi para suporter yang memang selalu setia mendukung tim bola kesayangan. sayup-sayup terdengar nyanyian dari para suporter saat pertandingan mau dimulai. Danis yang melihat Anjas sudah mulai memasuki lapangan tersenyum. Dia ingat kejadian beberapa menit tadi.


--flashback on--


"biyuh... mau masuk aja antri panjang banget" gerutu Raya saat mereka baru sampek stadion.


"iyalah, untung kita dapet tiket khusus dari Anjas, lawannya mantep nih soalnya" terang Nino.


"terus mana tiketnya?" tanya Sisil yang udah mulai gak sabaran.


"bentar lagi dia kesini katanya" terang Nino, "tuh dia" seru Nino yang ngeliat Anjas mendekati mereka dengan sedikit berlari. dia terlihat masih pakai celana jeans, jaket,topi, dan masker. mungkin takut ketahuan fansnya.


"makasih uda pada datang semua. nih tiketnya" kata Anjas sambil ngasih 6 tiket VVIP. "lain kali beli sendirilah, ngrepotin" omel Anjas.


"dasar lucknut. kamu tuh yang ngrepotin, lari gak jelas aja minta ditontonin" balas mbak Sisil. mereka berdua emang kayak emak-emak rebutan diskonan selalu aja adu mulut.

__ADS_1


Anjas senyum tanpa meduliin omelan Sisil, matanya malah beralih ke Danis "pinjem Danisnya bentar" kata Anjas sambil narik tangan Danis.


Anjas ngajak Danis ke ruangan bawah stadion, ruangan itu memang biasanya digunain pemain atau panitia buat bersantai, kebetulan memang saat ini ruangan sedang kosong.


Anjas ngeliat Danis " kan aku udah bilang gak usah dandan, jadi makin cantik kan" omel Anjas, Danis senyum.


"kamu juga keliatan ganteng" balas Danis.


"ganteng apanya, orang cuma keliatan mata doang" cibir Anjas sambil ngelepas maskernya.Danis ketawa.


"kamu gak dicariin?" tanya Danis, Anjas geleng kepala, dia meraih tangan Danis dan menggenggamnya.


"makasih ya uda datang, doain aku bisa ngasih 3 goal buat kamu" kata Anjas.


Tanpa aba-aba Danis langsung meluk cowok ganteng di depannya, Anjas yang sempet kaget akhirnya balas pelukan Danis.


"kamu semangat tandingnya, gak usah pake emosi, harus menang dan gak boleh cidera" bisik Danis pelan, tapi Anjas bisa denger itu.


Anjas nglepas pelukan itu dan ngeliat Danis.


"kamu dateng aja aku uda semangat banget"


"apalagi uda dapet pelukan" sindir Danis, Anjas bener-bener gemes sama cewek mungil di depannya.


"kamu ngeselin banget sih, jadi pengen nambah kan" goda Anjas, Danis mlengos.


Sebuah kecupan lembut mendarat di kening Danis "aku padamu" bisiknya pelan. Danis pura-pura manyun, walaupun sebenernya wajahnya memerah.


"gak usah gitu jugalah, jadi gemes pengen nyium bibir kan" goda Anjas lagi sambil ngacak lembut rambut Danis, tak lama keduanya pun balik ke temen-temen yang lain.


--flashback off--


Suara yel-yel suporter semakin menggema setelah Anjas nyetak gol kedua, Danis dan lainnya juga gak kalah heboh. Apalagi setiap habis nyetak gol Anjas selalu natap ke tribun tempat Danis duduk, tanpa kata hanya mata yang bicara. dan hal itu sukses bikin Danis salah tingkah.


Pertandingan mulai masuk menit-menit akhit, suporter terus bernyanyi menyemangati tim kebanggaan. sampai peluit akhir tim Anjas tidak menambah goal. 2-0 untuk kemenangan tim Arem*. meskipun menang, Anjas masih keliatan kurang puas. Danis yang tau alasan itu ngakak.


"beh... si monyet, lagi seneng banget kayaknya, sampe borong 2 gol" celetuk Nino saat ngeliat Anjas di pinggir lapangan.


"seneng lah, ditonton sama pacar" timpal mas Fadhil.


"kita belum jadian mas ih..." bela Danis malu-malu.


"emang kita ngomongin kamu? sapa tau Anjas di tonton pacarnya yang lain, eh..." kata Raya sambil nutup mulut, pura-pura salah omong.


"kamu kelamaan sih Nis, di ambil orang lo" mbak Sisil nimpali.


"mbakku nih emang rada lemot" kata Dimas sambil meluk bahu Danis.


"nih bocah ikutan aja" Danis manyun, sekilas dia ngelirik Anjas yang masih ngobrol di pinggir lapangan. pikirannya jalan kemana-mana.


***

__ADS_1


__ADS_2