Hidup Tapi Mati

Hidup Tapi Mati
Cerita 110


__ADS_3

Cerita 110


"deh... penganten baru, ditinggal bentar doang udah mau mewek" goda Raya sambil noel-noel lengan Danis


"Apaan sih, aku terharu tauk liat mereka, sampek rela nungguin Anjas gitu" kata Danis sambil nunjuk suporter yang udah mulai hilang.


"heleh alasan" cibir Raya lagi. Danis hanya diam.


"tadi kalian main bola duluan ya di dalem? lama bener" sindir mbak Sisil.


"Kepo" ucap Danis sambil berlalu ninggalin dua sahabatnya yang pada julid.


Malam ini Anjas nyuruh geng gong buat nemenin Danis di rumah, siapa lagi kalau bukan Raya, Nino, Fadhil,Sisil, Dimas, Randy dan Ana istrinya. Mereka ditugasin buat ngehibur Danis, sekalian nobar laga Final. Padahal dirumah Danis sekarang masih ada beberapa saudara Danis juga.


"Gak kalah nih sama di stadion, sama ramenya euy" celoteh Nino. Ruang tengah Danis disulap seperti arena nobar, semua orang duduk di karpet menghadap tv.


"Kenapa kita gak langsung nonton di stadion sih?" tanya Danis, dari awal emang dia ngotot banget mau ikut Anjas ke stadion.


"gak liat tuh rame bener disono, gak bakalan dibolehin lah sama Anjas kamu nonton disana" kata Mbak Sisil sambil nunjuk tv yang udah memperlihatkan potret stadion walaupun pertandingan belum di mulai.


Beberapa menit kemudian pertandingan di mulai, kedua suporter terus menyanyikan yel-yel kebanggaan, walaupun yel dari Arem* lebih mendominasi.


Permainan berebut bola itu makin sengit, tensi kian memanas, beberapa kali para pemain terlibat cek cok. Anjas lebih kelihatan kalem malam ini, tapi soal permainan jangan ditanya lagi, dia bermain sangat cantik dan sportiv.


Beberapa kali kedua tim berusaha memasukan bola ke gawang tapi belum ada yang berhasil, membuat kedua tim juga kedua suporter makin gemas. sampai menit ke 92 pertandingan masih imbang 0-0.


Setelah penambahan waktu pun hasil masih sama, keputusan akhir adalah lewat tendangan pinalty. masing-masing team diwakili 5 pemain untuk menendang, Anjas salah satunya.


kedua tim sudah menendang sampai 4 pemain, tinggal satu pemain lagi, dari tim Arem* tinggal Anjas. skor sementara 2-2.


Kini giliran Anjas yang akan menendang, terlihat mata Anjas terpejam seperti berdo'a, setelah matanya terbuka dia tajam menatap gawang. Peluit berbunyi, Anjas dengan kuat menendang bola, dan...


"Gooooll...!!!" teriak semua orang, tak terkecuali di rumah Danis.


Danis berkaca-kaca melihat suaminya yang di sorot kamera sedang tersenyum manis sambil menggumamkan nama Danis. Entah apa yang dia ucapkan, yang jelas dia menyebut nama Danis, sambil tangannya nunjuk kamera.

__ADS_1


"buat kamu tuh Nis, cieeeeee" celetuk Raya, yang diikuti ejekan dan gelak tawa semua orang.


Pertandingan berakhir dengan skor 3-2, dan dimenangkan oleh tim Anjas. Semua orang di stadion bersorak gembira, suara petasan ikut meramaikan suasana.


Kini tiba penyerahan tropi juara, pengumuman juara mulai dikumandangkan, Suporter terbaik diraih Arem*nia, tak disangka Anjas meraih kapten tim terbaik.


Bukan tanpa alasan Anjas meraih itu, walaupun Anjas pernah kena kartu merah dan hampir 2 bulan tidak ikut tanding karena cidera tapi prestasi yang selama ini Anjas torehkan menutupi semua. salah satunya Anjas pandai dalam mengelola emosi temen-temennya, Dia juga selalu menjaga hubungan baik dengan tim lawan.


Saat ini tampak di layar tv semua tim Anjas naik ke atas podium untuk penyerahan medali dan tropy juara, semua orang bersuka cita, tampak senyum mengembang dari setiap pemain, perjuangan mereka selama berbulan-bulan terbayar sudah.


Wajah tampan Anjas tampak memenuhi layar televisi, dia sedang diwawancarai sebagai perwakilan tim dan juga karena dia ikut meraih penghargaan kapten tim terbaik.


"Banyak yang bilang malam ini aura seorang Anjas bener-bener keluar, apa memang udah ada firasat bakal juara atau gimana nih?" tanya sang reporter disela-sela wawancara, Anjas senyum.


"Firasat sih enggak, tapi kita emang selalu dituntut optimis menang" terang Anjas "Dan lagi ini juga hari teristimewa saya walau bikin saya agak galau bentar sih tadi"


"Wah, istimewa gimana nih maksutnya?" pancing sang reporter, orang-orang dirumah Danis udah pada berisik.


"Sebenernya sore tadi saya baru ngelaksanain akad nikah, dan karena cinta saya ke bola jadi tetep harus fokus tanding dan ninggalin istri yang baru saya nikahin dirumah" jelas Anjas.


Anjas senyum " Danis, Maaf waktu istimewa kita tertunda sebentar, Makasih buat semuanya istriku sayank" ucap Anjas lembut diikuti dengan senyum manisnya, matanya menatap tajam ke kamera seakan dia bisa melihat Danis disana.


Danis terlihat senyum dengan pipi merah merona, walaupun matanya udah ngeluarin air mata, dia sangat bangga dan bahagia dengan suaminya itu, sorak ejekan dari orang sekitar serasa gak terdengar Danis.


"bisa kita lihat pemirsa, aura kebahagian sang kapten sangat jelas, lengkap kayaknya ya malam ini. sekali lagi selamat buat juara serta jadi kapten terbaik, gak lupa juga selamat atas pernikahannya, semoga menjadi keluarga yang samawa dan tentunya kapten terus menorehkan prestasi buat sepakbola indonesia"


"Ammiin"


***


Saat ini dirumah Anjas udah sepi, sebagian udah pada pulang, dan sebagian udah istirahat. Danis masih nunggu Anjas yang belum pulang, padahal udah jam 1 malam. tadi dia chat masih dalam perjalanan. Danis iseng buka sosmednya.


Ternyata udah pada rame tentang kabar menangnya tim Anjas, tapi yang lebih rame adalah akun gosip yang memberitakan pernikahan Anjas dan Danis. hampir semua portal membahas itu. Secara gak langsung Anjas memang udah ngumumin pernikahan mereka saat wawancara live di tv tadi.


Terpampang jelas 2 foto Danis dan Anjas sesaat setelah mereka akad sedang nunjukin buku nikah dan cincin kawin. entah dapat darimana yang jelas itu menjadi bukti ucapan Anjas, dan Danis senyum bahagia melihat itu, semoga itu menjadi awal yang baik pikir Danis.

__ADS_1


Drrrtt...drrttt...drrttdd


DANIS : halo yank


ANJAS :Yank, aku di depan, bukain dong pagernya dikunci


DANIS :(Danis ketawa) tunggu bentar


ANJAS :buruan


Danis bergegas bukain pintu buat Anjas, keadaan rumah emang udah sepi dan gelap. Mereka lupa kalau anggota keluarga baru mereka belum pulang.


Anjas dan Danis masuk ke kamar beriringan, Anjas lebih milih masuk ke kamar mandi dulu bersihin diri, Danis hanya nunggu di tepi ranjang sambil jantungan gedibukan.


Anjas keluar kamar mandi dengan senyum jahil, dia meluk Danis dari samping.


"Maaf lama nunggu"


"Iya, selamat ya sayank" ucap Danis pelan sambil nyium pipi Anjas.


"ucapan selamat doang nih?" goda Anjas sambil menaikan kedua alisnya.


"Bentar" Danis berdiri


"Mau kemana yank?"


"Ke kamar mandi bentar" ucap Danis sambil berlalu ke kamar mandi


"Cepetan yank" ucap Anjas lemas, dia beringsut naik ke atas ranjang.


"Yank..." panggil Danis yang udah ganti baju lingeri, dia sengaja ngasih kejutan ke Anjas.


Niatnya ngasih kejutan malah Danis yang terkejut, Suaminya itu malah udah asyik tidur dengan suara dengkuran halusnya. Danis melongo.


"Nyebelin" gumamnya sambil menghentakkan kaki.

__ADS_1


***


__ADS_2