
cerita 30
" mau ngapain kesini? nonton?" tanya Danis saat mereka sampai di salah satu mall.
"segitu pengennya kencan sama aku?" Anjas balik nanya. Danis melotot, dia mikir Anjas minta traktir, karena kemarin-kemarin dia sering minta anter pulang.
"Hari ni maaf ya belum bisa kencan, akunya buru-buru soalnya" kata Anjas sambil senyum-senyum.
"duh pede. terus ngapain kita? kamu mau dibelanjain?" tanya Danis sambil celingak celinguk liat toko-toko.
"Aku tuh mau minta tolong buat milihin kado"
"owh... kiraen mau minta traktiran"
"boleh juga sih kalau kamu maksa banget pengen kencan sama aku"
"nih anak aku toyor juga nih kepalanya. narsisnya gak tau tempat deh" gumam Danis pelan.
Anjas berhenti di salah satu toko baju. khusus baju muslimah. dia pun masuk, sambil milih-milih. Danis heran.
"Nis, tolong dong cariin baju kerja buat cewek yang berhijab, takut salah soalnya aku" kata Anjas serius matanya masih ngeliat baju-baju. terpaksa Danis ikut milihin.
"Sukanya warna apa?" tanya Danis.
"Ehm...seringnya sih pake baju warna kalem dia" kata Anjas sambil mikir.
"yang ini gimana?" tanya Danis sambil nunjukin setelan celana dan blezer warna peach. " dia pake hijab kan? ini sekalian hijabnya" katanya lagi sambil ngambil kerudung segi empat motif abstrak yang di dominasi warna peach.
Anjas liat-liat " Oke" jawabnya singkat.
'Nih anak, main oke aja' rutuk Danis.
Setelah selesai bayar, Anjas lanjut ngajak Danis ke toko sepatu dan tas. dia bilang pengen beliin satu set dari atas sampek bawah, lengkap, sampek dia juga beli bros cantik yang emang pas banget sama bajunya tadi.
"kamu nih mau nglamar ya?" tanya Danis saat mereka mampir di cafe buat minum, itu pun karena Danis minta. uda muter-muter capek masak mau langsung pulang, mana sebenernya Danis laper banget. tapi Anjas serasa gak mau tau, dia seperti orang sok sibuk.
Anjas yang dari tadi main hape langsung noleh ke Danis. "kenapa emang?"
"la nih, beli lengkap banget. gak sekalian beli seperangkat alat sholat?" kata Danis sambil minum capuccino floatnya.
Anjas ketawa " enggak lah, ini kado ulang tahun aja"
katanya sambil ngeliat beberapa paperbag di meja.
Danis mendadak berenti minum 'gilak se spesial apa sih ceweknya, sampe ulang tahun aja lengkap banget kadonya. mana lumayan lagi harganya' Danis emang gak terlalu ngeliat harga barang-barang itu, dia asal comot aja, karena Anjas bilang dia buru-buru dan harus milih yang paling bagus. tapi dia yakin harganya mahal, karena toko yang mereka datangi tadi memang jual barang-barang branded. dan Danis udah ketar-ketir aja kalau sampe disuruh bayarin semua ini, secara kan Danis punya utang ke Anjas.
__ADS_1
"cewek spesial ya?" pancing Danis
"Ya lah spesial banget, hehehe" Kata Anjas sambil terus ngeliat hapenya
'owh.., brarti kado buat cewek dia. gitu kadang masih suka godain aja. untung aku gak baper. dasar buaya' batin Danis.
"eh, kamu aku tinggal gak papa kan? udah ditungguin nih sama yang punya" kata Anjas sambil nenteng semua paperbag.
"habis manis sepah d lepeh" kata Danis sambil manyun.
"sory, buru-buru banget soalnya. besok deh kalau mau kencan. aku jemput dirumah jam 8. oke? duluan ya" kata Anjas sambil beranjak dari meja mereka.
" kencan... enak banget ya, hari ni sama ini, besok sama itu, dih...mana mau aku sama cowok model kayak gitu" gumam Danis.
' bukannya Arka juga kayak gitu ke aku? menyedihkan banget sih Danis' batinnya sendiri, sambil ninggalin cafe.
Danis celingukan, malas juga kalau harus jalan di mall sendirian. 'tadi kenapa gak bareng Anjas sih keluarnya' batin Danis lagi sambil jalan keluar mall
***
Malam ini Danis senderan di sofa depan tivi, bosen juga dia dari tadi cuma main hape bales chat grup, mau chat Arka gengsi. sebenarnya bukan cuma gengsi, tapi Danis juga sebel. tadi Arka bilang besok gak jadi ketemu, karena besok pagi dia harus ke semarang. itu artinya dia mau ketemu sama mak lampir.
"Dim, jalan yok. pengen mie ayam" kata Danis yang ngeliat Dimas lewat sampingnya.
"Gak bisa mbak, aku mau ke kampus" jawabnya sambil terus masuk kamar yang emang sebelahan sama ruang tivi.
Dimas ketawa "itu tau. sekalian dong, sambil nyelam minus es degan"
"dih.. gak lucu" kata Danis makin kesel.
"mangkannya mbak, buruan cari pacar, keburu tua nih wajah" canda Dimas sambil nyubit pipi tembem Danis.
"Dimaaaaaas" Danis makin plus plus keselnya, sedang Dimas makin cepet kaburnya.
sambil megang pipinya yang sakit karena cubitan adeknya yang nyebelin, Danis ngambil hape dan liat ada wa dari Anjas.
* Nis, uda nyampek rumah dengan damai kan?
"geblek nih cowok, dikira aku mati, pake tanya nyampek dengan damai" gerutu Danis, sambil ngetik balasan singkat
# udah
* besok jadi kencan kita?
#kencan?
__ADS_1
* iya, nebus kekecewaan kamu yang tadi aku tinggal
#gak perlu
*ngambek ya, hahaha
Danis mengerutkan dahinya,
# gak
*yah..,gag seru nih kalo k pantai sendirian. ayolah
"panti?" tanya Danis, senyumnya mulai mengembang, "ikut gak ya? tapi males juga kalo cuma berdua. yang ada q dijahilin terus sama si kutu kupret satu nih" Danis ngomong sendiri
*gimn??? janji deh gak bkal ganggu kamu sebulan ke depan
#utang lunas ya?
*pastinya dong
#oke, aku ikut
*Sip... besok aku jemput jam 6
Danis melotot...
#gilak...gk sekalian habis subuh pak????
*boleh
# parah... pagi banget sih?
*kalo kesiangan takut ujan, kan bawa motor. ato emang kamu pengen romantisan naik motor ujan2 gitu? hahaha
"mulai deh nih anak songongnya."
Danis ngedumel sendiri lagi
#iyadeh.. jemput di rumah ya
*oke cantik
#gk pakek ganjen bisa kan
*hehehe
__ADS_1
Danis meletakan hapenya d meja... " lumayan lah, dapat vitamin sea. daripada makin kesel ditinggal Arka" kata Danis sambil selonjoron di sofa
***