Hot Mother 2 ( Akibat Cinta Dari Pertemanan )

Hot Mother 2 ( Akibat Cinta Dari Pertemanan )
Chapter 10


__ADS_3

🌹 Happy Reading 🌹


"Ternyata selama ini kamu bohong Vika, kamu mengatakan anak kita sudah tidak ada." tanyanya sekali lagi membuat Vika memilih tidak menjawabnya.


"Dek ayo kita pergi, bunda udah nungguin kita, kakak tadi udah beliin kamu sesuatu yang sepesial loh." serunya pada Vita yang masih berdiri dengan perasaan takut tadi.


Vika langsung menarik Vita untuk segera pergi dari tempat itu. "Vika jawab! Jangan hindarin aku." ucap Jendra yang menyentuh tangan Vika agar tidak pergi.


"Lepaskan tangan sampahmu itu!" Bentak Vika dengan tegas, merasakan jijik jika di sentuh oleh pria mana pun apa lagi ini adalah Jendra.


Namun bukanya melepaskan Jendra malah semakin menggengamnya. "Aku gak akan lepaskan, sudah lama kamu terus menghindari aku, aku hanya ingin meminta maaf Vika dan memperbaiki semuanya," ungkapnya pelan namun membuat Vika rasanya ingin menyobek mulutnya yang begitu gampangnya bilang memperbaiki.


"Vika, Vita." panggil Veli yang melihat sosok Vika sedang tersendat oleh sosok pria Bejad yang menjadi sumber mala petaka untuk keluarganya.


Vika menoleh pada ibunya dan memberikan Vita agar di bawa oleh Veli untuk pulang. "Bu bawa Vita pulang ya, kita kembali lagi lain waktu." pintanya pelan pada Veli karna melihat kondisi Vita yang masih ketakutan juga.


"Ayo Vita." Ajak Veli tanpa mengatakan apa pun, karna dia tau jika Vika pasti bisa menyelesaikan masalah ini.


"Enggak, Vita harus di sini dia anak ku." Bentak Jendra yang berusaha menahan langkah Vita dan Veli.


Namun Veli semakin mempercepat langkahnya untuk pergi dari hadapan Jendra.


Lalu setelah ibu dan anaknya pergi, kini Vika menatap dengan tajam ke arah Jendra. "Apa maumu! Berhenti menggangu kehidupan kami!" seru Vika dengan tegas, namun Jendra yang paling tidak menyukai sifat keramaian sama seperti Vita tadi. Memilih menarik dan membawa Vika masuk ke dalam restoran di ruang privasi.


"Makanlah dulu Vik, baru kita bicarakan semua ini dengan kepala dingin." Imbuhnya yang semakin membuat Vika rasanyanya ingin sekali menampar wajah pria ini, namun masih dia tahan.


"Apa maumu! Katakan cepat aku tidak memiliki banyak waktu." Perintahnya tegas meminta agar Jendra tidak berbasa basi lagi.


"Dia putri ku kan Vika?" tanyanya dengan lembut.

__ADS_1


"Bukan, dia adalah anak ku dengan suamiku." Jawabnya asal, membuat Jendra terkekeh mendengarnya.


"Suami? Kamu adalah model go internasional Vika, jadi informasi sedetail apapun pasti bisa di bocorkan apa lagi hal privasi seperti itu, jika kamu sudah menikah pasti akan di beritakan di seluruh media, walaupun kamu menikah secara diam-diam.


Mendegar Jendra yang mengetahui jika dirinya bohong kini langsung tersenyum simpul menatap wajah Jendra penuh dengan amarah. "Lalu kenapa jika dia putri saya ? Kamu mau apa ha?" Tegasnya ingin mempersingkat waktu ini, dia sangat tidak menyukai dirinya berada di satu ruangan dengan pria bere**sek ini.


Jendra terlihat berlutut di kaki Vika untuk mendapatkan pengampunan. "Maafkan aku Vik, maafkan atas sikapku yang jahat sama kamu, mari kita perbaiki semuanya dan kembalilah bersama ku, demi putri kita." serunya yang menbuat Vika semakin emosi mendengarnya.


"Maaf kamu bilang, hey Rajendra kamu sadar yang kamu katakan ha? Kamu meminta maaf? Wah itu sangat luar biasa,plokk,,plokk."Seru Vika dengan menepukan tanganya kesal.


"Kamu sangat hebat sekali," sambungnya lagi lalu mengambil air dan menyiramkan ke wajah tidak tau malu milik Jendra.


Byyyuuurrr wajah Jendra basah seketika, plaaaakkkkk plaaakkkk Vika menambahkan dua tamparan yang sangat keras untuk Jendra.


"Tampar aku Vika, tampar jika memang itu bisa membuat kamu memaafkanku," ucapnya dengan pelan.


"Jangan pernah menjilat air ludah mu kembali Jendra, karna itu sangatlah memalukan. Ingat yang miskin tetap lah miskin, dan tidak akan ada yang berubah, ingat itu." Tegasnya yang tidak akan pernah berdamai dengan Jendra dan keluarganya.


Lalu dia memilih pergi dari ruangan itu karna tidak ingin lebih lama lagi menahan emosinya berhadapan dengan penjilat seperti Jendra.


*******


Sedangkan di sisi lain di sebuah Mansion Besar Milik Arvan.


"Alson Papah mohon, pergilah ke Indonesia dan pimpin perushaan Papah di sana untuk sementara waktu Alson." Pinta Arvan papah Alson yang merasa lelah berbicara dengan putra sulungnya ini.


"Pah, Alson itu mau ke Barcelona, bukan mau ke Indo, minta yang boleh tidak." tolaknya karna ingin ke Barcelona mendatangi gadis impianya, padahal dia tidak tau jika gadi impianya saat ini berada di Negara yang dia tolak saat ini.


"Hanya sementara Alson, dan setelah itu kamu boleh kemanapun yang kamu mau oke Son, tolonglah Papah dulu heandle di sana." Pinta Arvan dengan sangat kepada Alson.

__ADS_1


Dan jika sudah seperti ini Alson tidak ada pilihan lain, dia paling tidak bisa melihat Papahnya memohon seperti ini, karna dia merasa itu sangatlah durhaka.


"Baiklah Pah, tapi hanya untuk sementara kan." balasnya lagi menyetujui kesepakatanya dengan Arvan.


"Iya Son, hanya sampai kondisi kembali stabil, dan Aiden kembali mengambil alih, karna saat ini dia sedang berada di Lesham Grup dan tidak bisa menghendle Cyberya secara bersamaan." jawab Arvan yang langsung di mengerti oleh putranya.


Alson terlihat berfikir sejenak mengingat sesuatu. "Indonesia ya,ehm,, sepertinya Alson ada satu teman pemimpin perusahaan besar di Indo, dan kalo tidak salah nama perushaanya adalah DYZ apa gitu Pah Alson lupa, nanti Aslin hubungin dia deh, biar Alson ada teman di sana." serunya membuat Arvan tersenyum karna anaknya ini begitu pengertian walaupun sedikit ada bujuk rayu.


"Ide bagus Son, kamu bisa memintanya menemanimu selama di Indo dan siapa tau kamu bisa memimpin permanen perusahaan Papah di sana." jawab Arvan dengan tatapan liciknya.


"Idih Papah, katanya sementara ya sementara, Alson mau mimpin yang di Barcelona, titik gak ada spasi gak ada koma." jawabnya membuat Arvan memutarkan bola matanya malas.


"Bisa tidak kamu berhenti menggunakan gaya bahasa dari Mario, Papah muak mendengarnya." tegas Arvan yang merasa tidak suka melihat istri dan anaknya yang sekarang menggunakan gaya bahasa dari Mario.


"Titik gak pake spasi gak pake koma, titik, Apa gak jelas sekali kata-kata itu," lirihnya pelan merasa kalimat itu sangat menampilkan sesorang yang otoriter.


Babang calon suamiku🥰🥰



To be continue.


*Jangan lupa sedakah Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘 *


Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭


Terima kasih🙏🏻🙏🏻


Follow IG Author @Andrieta_Rendra

__ADS_1


__ADS_2