Hot Mother 2 ( Akibat Cinta Dari Pertemanan )

Hot Mother 2 ( Akibat Cinta Dari Pertemanan )
Chapter 14


__ADS_3

🌹 Happy Reading 🌹


Dengan gerakan cepat Alson pergi untuk menyusul Vika yang dalam kondisi On saat ini.


"Udahlah ayo aku antar pulang aja," serunya di saat Vika masih sibuk mencari kunci mobilnya yang tadi di buang oleh Alson.


Vika hanya diam saja dengan menatap tajam kepada Alson bagaikan silet, lalu kembali lagi fokus pada pencarianya.


Alson menggelengkan kepalanya melihat Vika yang sangat keras kepala menurutnya.


"Scurity," teriaknya dengan nyaring memanggil beberapa scurity.


Dan dengan cepat ada beberapa scurity menghadapnya. "Kami Pak." sahut mereka dengan hormat.


"Cepat kalian cari kunci mobil milik nona Vika sekarang! Dan jangan berhenti jika belum ketemu," tegasnya membuat Vika menatap bingung ke arah Alson.


"Nah loh bisa juga dia tegas ternyata, kirain dia klemak-klmek kaya banci." batin Vika yang masih terus memperhatiakan Alson setiap incinya.


Vika mengenduskna nafasnya kasar ketika dia sudah melihat jam yang menunjukan waktu 18.25pm yang sudah sangat lewat waktunya untuk pulang.


Dengan berat hati dia langsung mengambil ponselnya dan memesan Gojek tanpa sepengetahuan Alson.


"Ayolah aku antar pulang," bujuk Alson lagi sambil memegang tangan dari Vika.


Namun belum sempat Vika menjawab, gojek yang di pesan Vika sudah lebih dulu datang.


Tin,,tinn. "Nona Dior kan," serunya yang memanggil nama Vika sesuai aplikasi.


Alson menoleh sejenak bingung apa yang tengah di lakukan oleh Vika ini.


"Iya Pak, ke jalan ssss ya pak." sahut Vika yang menerima Helm dari ojek itu.


Alson yang melihat Vika menaiki motor itu dan berboncengan dengan pria ojek itu langsung membulatkan matanya besar yang menampilkan amarah.


Dia langsung melangkah menarik tangan Vika. "Turun," perintahnya yang langsung memaksa Vika untuk turun.


"Apaansih, enggak ! Aku mau pulang." seru Vika merasa jika Alson kali ini sudah berlebihan.

__ADS_1


"Aku bilang turun Vika!" Tegasnya lagi namun Vika masih tidak mau mendengarnya.


Alson yang sudah kesal langsung menggendong tubuh Vika, "aaarrrgghhh lepaskan aku bodoh, apaan sih kamu ini namanya sudah tindakan kriminal ini woy," teriak Vika yang meronta di gendongan Alson.


"Kamu urus ojek ini!" Perintahnya lagi menatap salah satu scurity di situ.


"Baik Pak," jawabnya dan langsung memberikan uang pada ojek tersebut.


Sedangkan Alson langsung menggendong dan memasukan Vika ke dalam mobilnya. "Lepasin aku gak, kamu jangan macam-macam ya Alson." teriaknya dengan nyaring di dalam mobil, membuat suara mobil itu menggema.


Alson yang merasa marah karna tadi Vika berani berboncengan dengan ojel, tanpa aba-aba langsung melu**mat bibir Vika dengan kasar.


Dia sama sekali benar-benar lepas kendali, bahkan dia tidak perduli dengam penolakan Vika sampai akhirnya terdengar suara tangisan Vika yang membuat Alson melepaskan ciumanya.


"Hisskkk,,hisskkk," tangis Vika yang sangat membenci situasi seperti ini.


Dia mengingat lagi kejadian dimana Jendra menikmatinya.


"Vika maaf, aku gak bermaksud-"


Alson mencoba menenagka Vika, dan mengelus lembut pipi wanitanya itu, "maaf tapi biar kita bicara dulu, kamu juga belum maafin aku." ucapnya lagi sambil berusaha agar bisa membuat Vika kembali tenang.


Vika menepiskan tangan Alson yang berada di pipinya, tindakan Alson yang sepert ini seperto mengembalikan rasa traumanya yang duLu.


"Aku mau pulang,,aku mau pulang,,hisskk." Mohonya pada Alson yang tidak ingin berlama-lama dalam situasi ini.


Alson memjemakan matanya singkat, dia tau perbuatannya tadi itu sangat salah, dia tidak seharusnya mencium Vika seperti tadi, sedangkan Vika masih belum menganggapnya dan menerimanya.


"Baiklah Vika, aku antar kamu pulang ya." Ucapnya dengan lembut yang langsung di anggukan oleh Vika.


Dan setelah itu dia memilih mengalihkan pandanganya ke arah Alson yang sedang mengemudi.


"Jangan menyukai ataupun mencintaku." tegasnya pada Alson.


"Kenapa ? Bukankah aku berhak untuk jatuh cinta kepada siapapun, lalu mengapa kamu menolak? Apa kurangku? Katakanlah aku akan merubahnya," sahut Alson dengan santai, meskipun di setiap kalimatnya itu mengandung sebuah harapan jika Vika akan menerimanya.


"Alson apa kamu tau jika sebuah perbedaan itu akan sulit untuk di satukan," kalimatnya pelan membuat Alson tersenyum mendengarnya.

__ADS_1


"Bukankah kita di ciptakan dengan perbedaan agar bisa menyatukannya menjadi sebuah ikatan yang mengesahkan." balas Alson dengan santainya.


"Alson kita berbeda, kamu orang terpandang sedang kan aku hanyalah gadis miskin biasa," seru Vika yang berusaha agar Alson tidak menyukainya semakin dalam lagi.


Alson menoleh sejenak ke arah Vika. "Cinta sejati tak akan melihat harta harkat dan martabat, dia akan selalu mengutamakan kejujuran yang lahir dari dalam hati yang tulus," Jawab Alson yang semakin membuat Vika merasa jika ini adalah sebuah kesalahan.


"Aku sudah punya anak Alson." Vika yakin dengan kejujuran ini Alson pasti akan mundur.


"Maksudnya?" tanya Alson yang bingung dengan kalimat itu.


Vika menatap ke arah depan dengan pandangan yang kosong, "tujuh tahun yang lalu, aku pernah menyerahkan kehormatanku kepada teman sekelasku yang sangat aku cintai, dan akibat dari kata "teman" itu aku percaya jika suatu saat dia akan membalas persaanku, hingga dia memintaku untuk membuktikanya dan aku membuktikanya hingga terjadi di mana hari kehancuran ku itu, hari dimana aku mendapatkan kabar jika masa depan ku hancur karnanya, dan dia tidak hanya meninggalkan luka, namun dia juga meninggalkan jejak seumur hidup dengan memeberikan benihnya tumbuh di rahimku dan membuatku memeliki malaikat kecil, aku adalah wanita yang tidak suci dan aku memiliki seorang anak di luar pernikahaan Alson, jadi berhentilah mencintaku." Ucap Vika yang bicara sejujur-jujurnya apa adanya dirinya tanpa ada yang di tutupi sama sekali.


Dia jelas tau bagaimana jika dia menutupi segalanya maka itu akan menjadi boomerang di kemudian harinya.


Alson merasa bibirnya keluh saat ini untuk berfikir, dia masih membutuhkan waktu untuk mencerna semua ini secara baik-baik. Sebenarnya dia tidak akan ada masalah dengan itu semua, namun orang tuanya? Apakah papah Arvan akan menyetujui itu, mamah Jenni apakah akan menerima itu semua?


Dia ingin namun hatinya ragu, dan diamnya itu membuat Vika sudah mengerti bahwa sebentar lagi Alson akan mundur dari kata menyukainya.


Dan selama perjalanan hanya tercipta suasana hening tanpa ada pembicaraan, hingga sampai di depan rumah Vika, "aku pamit ya, makasih udah antarin aku pulang," pamitnya lalu melangkah membuka pintu mobil.


Namun belum sempat dia melangkah Alson lebih dulu menarik tanganya dan menutup pintu mobil itu kembali. "Alvika Natalie, menikahlah denganku, dan hapuskan semua kenangan masa lalu yang sangat menyakitkan itu, yakinlah aku akan menerima mu dan segala kekuraanganmu, dan malaikatmu itu, jadikanlah dia malaikatku juga," pinta Alson dengan tulus, dan Vika sendiri bisa melihat ketulusan itu dari matanya.


Namun Vika sama sekali tidak bisa menerima ini, dia tidak ingin percaya lagi dengan mulut manis seorang pria.


Vika langsung segera menepis tangan Alson dan buru-buru keluar.


Meninggalkan Alson sendiri dengan seribu pertanyaan yang berada di dalaln otaknya.


"Kamu milik ku Vika, dan itu mutlak."


*Jangan lupa sedakah Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘 *


Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭


Terima kasih🙏🏻🙏🏻


Follow IG Author @Andrieta_Rendra

__ADS_1


__ADS_2