Hot Mother 2 ( Akibat Cinta Dari Pertemanan )

Hot Mother 2 ( Akibat Cinta Dari Pertemanan )
Chapter 65


__ADS_3

Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke 🥰


Jangan sinder 😘😘


🌹 Happy Reading 🌹


Di saat makan malam tiba, keadaan Vika saat ini mulai membaik. Namun Jenni masih memisahkan mereka menjadi kubu kanan dan kubu kiri, agar sang bumil tidak lagi kembali mual.


"Ehmm, bagaimana keadaanmu Vika?" tanya Arvan yang memecah keheningan di meja makan.


"Baik Pah, rasanya sudah tidak seperti tadi pagi," balasnya dengan sopan.


Arvan menganggukan kepalanya singkat, lalu beralih menatap ke arah Vita.


"Papah dengar Vita ingin kembali tinggal di Indonesia ya, kenapa ?" tanya Arvan lagi.


Namun kali ini pandangan Vika bertemu dangan Alson yang juga sedang menatapnya.


Alson juga menatap kali ini menatap Vita yang sedang menundukan kepalanya takut, karna kebetulan Vita berada di sebelahnya, membuat Alson bisa menggengam tangan kecil Vita untuk menghilangkan rasa takutnya.


"Katakan saja sayang, jangan takut," bisiknya di telinga Vita.


Namun Vita malah menggelengkan kepalanya, dia tidak berani mengatakan apapun saat ini, terlebih di hadapan Arvan yang sudah seperti kakeknya.


Velly yang berada di sisi lain Vita, kini mengusap punggung cucunya pelan.


"Baiklah, tidak apa, jika Vita tidak ingin menjawabnya," sahut Arvan lagi, dengan senyum di wajahnya.


Dan suasana kembali hening karna dari mereka masing-masing tengah menikmati makan malam mereka.

__ADS_1


Namun berbeda dengan Velly yang melihat se sosok pria idamanya.


Kevin masuk, dengan mendekat ke arah Arvan dan membisikan sesuatu kepadanya.


Arvan mendengarkanya, namun tatapanya jatuh pada Velly yang terus melirik ke arah Kevin.


"Ehm, Kevin, apa kamu sudah makan malam?" tanya Arvan yaang sontak membuat Kevin bingung.


"Lord, Anda tidak lupakan, kalo saya-," ucapnya terhenti, ketika Arvan sudah lebih dulu berdiri dan mengarahkanya untuk duduk di sebelah Velly.


"Duduk! Dan makanlah dengan tenang!" Perintah Arvan, yang kali ini membuat semua orang bingung.


Terutama Kevin yang tidak mengerti apa maksud dari Lordnya ini. Karna seumur dia bekerja di Mansion Arvan, dia belum pernah di suguhkan makan satu meja dengan Lord-nya.


"Kenapa kamu memandangku seperti itu Kevin? Tenanglah, aku tidak akan memaman mu di sini," seru Arvan dengan sedikit mengejek.


Sontak saja Kevin menundukan kepalnya, tidak berani mengangkat dan memandang Arvan dengan begitu lekat.


Jenni yang sudah selesai makan, kini mulai bangkit dari duduknya, "Mamah ke kamar duluan ya Pah," pamitnya pada Arvan.


"Oke Mah," jawab Arvan, dan tak lupa memberikan ciuman untuk istrinya.


Dan kali ini di susul oleh Vita dan Vika, "sayang aku bawa Vita ke kamarnya dulu ya, time to studying already," pamitnya pada Alson.


"Bersama sayang," sahut Alson, yang juga terlihat sudah menyelesaikan makanya.


"Kami duluan ya Pah," pamit mereka pada Arvan. Yang hanya di jawab anggukan kepala saja olehnya.


Dan setelah itu, di saat semuanya sudah pergi, kini hanya tersisah Arvan, Kevin dan Velly.

__ADS_1


Arvan yang merasa rencanya harus berjalan mulus, kini mulai bangkit dari duduknya. "Saya keluar duluan ya, kalian lanjutkan saja makannya, karna tidak akan ada yang menggangu, oke," serunya membuat Velly semakin malu mendengarnya.


"Apakah Lord Arvan sudah tau gerak gerik ku? Oh astaga Velly, kenapa kamu begitu memalukan sekarang," batinya yang merasa canggung dengan semua kalimat-kalimat Arvan yang seakan tau jika dia naksir pada pengawal di sebelahnya ini.


Kevin bukanya tidak tau jika Velly selalu memperhatikanya, tapi dia merasa cuek dan berusaha tidak memperdulikanya. Karna dia tidam ingin jatuh cinta pada keluarga dari Lordnya.


"Ehhm, Tuan, apakah kamu sudah lama ikut bekerja bersama dengan Lord Arvan?" tanya Velly, yang berusaha memecahkan keheningan di antara mereka.


Kevin menoleh sekilah pada Velly, dan kembali melanjutkan makanya, "luamayan, dulu aku tidak bersamanya, namun bersama dengan Lucas yang merupakan tangan kananya di Indonesia." Jawab Kevin yang kembali membuat Velly terdiam, karna merasa tidak ada topik lagi.


"Ehhm apa kamu sudah menikah?" tanya Velly lagi, namun dengan suara yang sedikit gugup.


Dan kali ini Kevin hanya menjawabnya dengan gelengan kepala saja, membuat Velly merasa sedikit canggung untuk bertanyaa lagi.


"Selesaikan makannya cepat Nyonya, karna tidak enak harus bicara terus menerus," ucap Kevin, yang membuat Velly terdiam dan tersenyum tipis.


"Ehh iya, ini sudah mau selesai kok," balas Velly gugup.


Dia merasakan detakan jantung yang tak seirama di dadanya, membuatnya harus menahan rasa yang tak nyaman itu.


To be continue.


Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘 *


Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭


Terima kasih🙏🏻🙏🏻

__ADS_1


Follow IG Author @Andrieta_Rendra


__ADS_2