
🌹 Happy Reading 🌹
Pada malam harinya, seperti yang sudah di katakan sebelumnya tadi. Saat tengah ada penyuluh gratis, yang di sediakan Republik kenikmataan.
Penyuluhan ini akan membahas penyuluhan betapa pentingnya kenikmatan malam pertama, yang di gurui langsung oleh DBD. Mario Jonathan B.Bus, M.Comp, sc. Dan juga Dr.H.C Arvan Varizal Manopo. B.Comp.sc, M.Comp.sc.
Dan terlihat penyuluhan ini telah di hadiri oleh beberapa murid, ada Aiden, ada Roger, ada Alson yang baru saja datang, dan terakhir yaitu pengantin baru Robert.
"Selamat malam semua, saya berdiri di sini untuk menyampaikan informasi penting penyuluhan tentang betapa pentingnya kenikmatan malam pertama." Suara Mario yang terdengar, namun para muridnya malah asik dengan dunianya sendiri.
Hanya Alson dan Robert yang terlihat fokus mendengarkan materi yang di berikan.
"Baiklah kalian silahkan nonton vidio ini dulu ya," ucap Mario yang mengajak semua muridnya untuk menonton film Bokep berjamaah.
Terlihat dari ekspresi mereka, yang berbeda setiap masing-masingnya, Aiden yang langsung keluar mencari istrinya, Roger yang memilih menutup matanya memandang jijik, karna dia sma Airein tidak pernah melewati batas seharusnya, di karnakan keduanya adalah dokter.
Berbeda dengan Robert yang terlihat menonton tanpa berkedip, membuat Alson di sebelahnya menatapnya dalam diam. "Uncle apakah sudah mengerti, ini harus di," ucapnya terhenti mempraktekan dengan menjulurkan lidahnya.
Robert semakin menegang karna menonton film itu hingga ke dasar, membuat Mario dan Arvan terkekeh melihatnya, sedangkan Alson dari tadi hanya diam, menunggu materi apa sebenanrnya yang di berikan oleh Papah dam Daddynya ini.
Robert benar-benar sudan tidak tahan, dia langsung keluar dari ruangan dan mencari istrinya yang tidak tau di mana.
__ADS_1
Mario dan Arvan yang melihat kepergaian Robert, kini menampilkan senyumnya dan melakukan Toss tangan, "yeyy berhasil." Seru keduanya dengan bangga.
"Aku keluar duluan, aku mau cari istriku," ketus Arvan yang rupanya ikut terbawa suasana.
"Cikh aku juga mau cari istriku, dan kamu Alson dan Roger, silahkan cari istri kalian masing-masing, biar kita malam pertama bareng." Ucapnya asal, lalu melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Roger dan Alson berdua di ruangan itu. "Apakah aku boleh melakukanya dengan Vika sekarang?" Gumam Alson yang masih terdengar jelas oleh Roger di sebelahnya.
Roger menoleh sekilas, lalu mengelengkan kepalanya sambil tersenyum, "kalo kamu izin dan dia kasih izin, ya kamu lakukan saja, hehehe," ucapnya sambil melangkah pergi.
"Bagaimana cara izinya ? Masa iya aku mau bilang, sayang boleh gak aku malam pertama? Atau sayang itu semua pada malam pertama, aku boleh ya? Apa sih yang ada aku dapat tabokan kalo begitu," lirihnya lagi yang bicara sendiri tanpa ada yang menemani. Karna yang lainya sudah memasuki kamarnya masing-masing untuk melakukan malam pertama, malam ke 6 tahun dan malam ke 26 tahun.
Saat ini Robert baru saja memasuki kamarnya dan melihat Gina yang tengah menggunakan baju sexynya, dia terpaksa mengenakan lingrie transparan karna Jenni hanya meletakan 1 baju saja, dan juga handuk kecil, tidak ada kimono mandi yang bisa menyelamatkan tubuh indahnya itu dari tatapan Robert, "jangan liat-liat ! Tutup matamu," cetusnya pada suami yang baru saja dia nikahi itu.
Gina memilih acuh tak perduli dengan ucapan Robert, "suami apaan begitu, cikhh, banci," gumamnya namun terdengar jelas oleh Robert.
"Apa banci? Kamu belum tau keperkasaanku ha? Mungkin aku Tua, tapi aku masih bisa jika hanya, Morena saja itu mah kecil," balasnya yang merasa yakin jika dirinya akan bisa memuaskan hasrat malam pertama berbekal film bokep yang di tontonya tadi.
"Idih gak ah, aku gak mau nanti kalo kamu mati terus jadi janda gak perawan, soalnya kamu kan sudah tua Tuan, ntar kalo kamu udah Mati, aku mau nikah lagi sma yang berondong," jawab Gina dengan asal. Dan mulai memancing kemarahan Robert.
Tiba-tiba saja dari luar tedengar suara ketukan pintu, tokk,,tokk, Robert segera membukanya untuk melihat siapa yang datang malam-malam begini ke kamarnya.
Robert sontak terkejut melihat Mario dan Arvan yang berada di luar kamarnya, dan membawa sebuah pistol di tanganya serta segelas minuman yang tidak tau apa.
__ADS_1
"Nah minum ini," perintah Arvan dengan menodongkan senjatanya pada Robert, yang memilih patuh untuk meminum air ramuan itu.
"Dan ini kasihkan ke Gina," ucap Mario sambil mengarahkan pistol itu ke kepala Robert.
Keduanya menerima minuman itu dengam rasa khawatir, meskipun Mario dan Arvan tidak bisa melihat Gina, namun mereka tau jika wanitu sudah meminum ramuan obat kuat itu dan bahkan di dalamnya telah di campurkan obat perangsang dengan dosis sangat tinggi.
"Selamat bersenang-senang," seru keduanya dengan wajah yang bahagia dan tak lupa mereka menutup pintu kamar Robert yang terlihat sedang berdiri mematung, karna mulai merasakan khasiat obat itu.
"Aaaahhhh shiitt! Sudah tidak bisa tahan," umpatnya langsung mendekatkan tubuh pada Gina yang sudah lebih dulu bergerak penuh nafsu memancing robert.
To be continue.
Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘 *
Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭
Terima kasih🙏🏻🙏🏻
Follow IG Author @Andrieta_Rendra
__ADS_1