Hot Mother 2 ( Akibat Cinta Dari Pertemanan )

Hot Mother 2 ( Akibat Cinta Dari Pertemanan )
Chapter 61


__ADS_3

Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke 🥰


Jangan sinder 😘😘


🌹 Happy Reading 🌹


Setelah semuanya pergi kini hanya tersisa para lelaki yang bingung mau berbuat apa. Dengan istri mereka yang masih sama-sama ngambek, membuat mereka seperti tidak mempunyai kegiatan.


"Aku mau ke ruang kerja dulu IO, kamu terserah mau ngapain," pamit Arvan yang memilih masuk ke dalam ruanganya.


Sedangkan Robert kini memilih untuk melanjutkan misinya tadi pagi, yaitu pergi ke Indonesia mencari Rujak buah untuk Vika yang sedang mengidam.


Mario yang merasa di tinggal oleh yang lainya, kini memilih untuk bermain game online di ponselnya.


Namun di sisi lain, Alson dan Vika kini tengah duduk bersama sambil mendiskusikan tentang beberapa pesan permintaan dari Jendra beberapa hari ini.


"Kamu maunya seperti apa sayang? Aku sebagai suami akan mengikuti segala keputusanmu," ucap Alson menenangkan istrinya yang menangis.


"Aku gak tau, aku gak bisa ini sungguh sangat berat Alson, dia putriku tidak mungkin aku melepaskanya bersama dengan Jendra," balas Vika lagi.


Ya, beberapa hari ini memang Jendra mengirimkan sebuah pesan permohonan agar hak asuh Vita ada di tanganya, dia mengatakan bahwa dia akan mengurus Vita dengan baik, karna baginya Vita adalah satu-satunya harta yang terindah untuknya.


"Aku sudah meminta anak buah ku untuk mengikutinya beberapa minggu ini sayang, dan sepertinya memang dia sudah berubah," jawab Alson lagi.


Jujur dia sangat takut sekali untuk mengambil langkah saat ini, karna dia khawatir ketika dirinya meminta Vika memberikan kesempatan pada Jendra, nantinya Vika akan berpikir bahwa dia tidak menyukai Vita, tapi dia juga tidak mungkin membiarkan seoarang Ayah yang sangat merindukan putrinya terlepas begitu saja.


"Ehm, aku gak tau Alson aku bingung, aku lelah saat ini," jawab Vika pusing.

__ADS_1


"Baiklah sekarang kamu istirahat saja, biar aku yang mencari solusinya," balas Alson dengan lembut.


Lalu membaringkan tubuh istrinya dengan perlahan dan mulai menemaninya tidur.


Banyak sekali hal yang tengah di pikirkan oleh Alson saat ini.


"Aku harus meminta solusi dengan Papah, aku yakin dia akan bijak dalam menentukan keputusan," gumamnya dalam hati, lalu bangkit dengan perlahan ketika melihat Vika yang sudah tertidur.


Dengan segera dia melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruang kerja papahnya.


"Pah," sapanya melihat Papahnya yang tengah sibuk menatap layar laptopnya dan terlihat menangis.


Arvan yang mendengar suara Alson kini langsung segera menutup laptopnya dan menghapus air matanya secara perlahan.


"Ah kamu Nak, ada apa sayang?" Tanya Arvan lembut.


Arvan tersenyum lalu menganggukan kepalanya pelan, dan membawa Alson ke dalam pelukanya. "Papah begitu mencintainya dari apapun, Papah tidak tau apakah dia nanti akan memaafkan Papah atau tidak, tapi yang jelasnya dia akan selalu menjadi nomor satu di hati Papah," balas Arvan yang selalu membandingkan Alson dengan Albert dan semua keturunanaya.


"Pah, apakah Papah tidak bisa melihat ku yang di sini? Aku juga anak Papah," sahut Alson merasa jika dirinya di anak tirikan saat ini.


Sontak saja Arvan terkejut dengan penuturan putranya ini, dan lalu melepasakan pelukanya sambil menatap wajah Alson lekat.


"Apa yang sedang kamu cemburui Alson, kamu di sini mendapatkan semua kasih sayang Papah dan Mamah, anak kamu, anak istri kamu, semuanya Papah sayang, tapi kenapa kamu bicara seperti itu dengan keponakan kamu yang berada di luar sana, yang tak memiliki siapapun yang mau menyayanginya," tegas Arvan merasa tidak suka jika ada yang menyinggung masalah kasih sayang.


Alson terdiam, yang di katakan Papahnya ini memang benar. Untuk apa dia merasa cemburu dengan keponakanya yang sedang di asingkan tanpa di ketahui bagaiaman caranya dia memperjuangkan hidupnya di tengah keadaan sederhana tanpa orang tua.


"Maafkan Alson Pah, bukan maksud Alson seperti itu, hanya saja Alson merasa jika Papah lebih menyayangi Albert dan putranya," balas Alson dengan rasa bersalahnya.

__ADS_1


"Tidak masalah Nak, itu adalah hal yang wajar," balas Arvan juga.


"Sekrang katakan apa yang kamu inginkan?" tanya Arvan mengalihkan pembicaraan.


Alson berpikir sejenak untuk menceritakanya pada Papahnya, "beberapa hari ini Jendra Ayah kandung dari Vita mengirimkan beberapa pesan permohonan meminta hak asuh anak Pah, menurut Papah kami harus seperti apa? Aku takut jika memberikanya nanti, Jendra malah akan menelantarknya, tapi aku juga tidak mungkin memisahkan Ayah dengan putrinya Pah, menurut Papah apa yang harus kami lakukan ?" Tanyanya dengan wajah bingungnya.


Arvan kembali tersenyum dan mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang.


"Ya, ehmm, tolong kamu ikutin seseorang bernama Rajendra Vico adriano, cari semua informasi tentang dia dan kemana saja dia pergi dalam sehari. Aku ingin laporanya segera," perintah Arvan dengan tegas, lalu kembali menutup panggilan telponya.


"Kita tunggu hasil akhir ya sayang, setelah itu baru kita bisa memutuskan untuk memberikanya atau tidak," ucap Arvan menepuk lembut tangan putranya.


"Baik Pah, makasih ya Pah," balas Alson dengan kembali memeluk Papahnya dengan kasih sayang.


"Sama-sama Nak," jawab Arvan membalas pelukan itu.


To be continue.


Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘 *


Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭


Terima kasih🙏🏻🙏🏻


Follow IG Author @Andrieta_Rendra

__ADS_1


__ADS_2