
πΉ Happy Reading ya Gengs πΉ
Pagi ini. Vita terlihat sudah berada di lokasi syuting bersama dengan Melly dan Julia.
"Eh, itu cih Karel kan," ucap Melly ketika melihat sosok laki-laki yang baru datang ke lokasi mereka.
Julia dan Vita langsung menolehkan pandanganya ke arah pria itu, "Kalel itu siapa Mel?" tanya Julia bingung.
"Ih ituloh yang aktor pendatang baru yang menanang awardc kemarin, masa kamu gak tau tau cih," sahutnya dengan ekspresi kesal.
"Biasa aja dong, kan aku cuman tanya doang," balas Julia.
sedangkan Vita kini hanya tersenyum manis meliha perdebataan kedua sahabatnya itu.
Hingga seorang pria setengah baya kini menghampirinya, "Vita," panggilnya pada Vita yang terlihat tengah berias untuk take selanjutnya.
"Iya om," sahut Vita.
Lalu pria itu yang diketahui sebagai sutradara dalam film terlihat menuntut Karel untuk mendekat ke arah Vita.
"Vita, dia adalah Karel Bramantyo, dia akan menjadi aktor utama di film ini menggantikan Kadek yang ditangkap polisi kemarin karena kasus narkoba yang dia jalani," ucap pak Nanang.
Vita tersenyum kikuk menatap Karel. "Bagaimana bisa dia yang menjadi lawan mainku," batin Vita merasa tidak nyaman dengan keberadaan Karel yang sedikit tahu tentang kehidupan Vita.
"Hallo Vita," sapa Karel.
"Hallo Karel," balas Vita.
"Ya sudah, apakah kamu sudah selesai berias Vita?" tanya pak Nanang.
"Sudah pak, saya baru saja selesai," jawab Vita dengan senyuman manisnya.
"Baiklah kalau begitu kalian baca dulu sekenarionya, dan 15 menit lagi kita akan mulai syutingnya," seru pak Nanang sambil memberikan sebuah kertas tebal untuk Karel dan Vita.
Vita membaca skripsi itu dengan serius, hingga matanya menatap pada tulisan yang menyatakan bahwa mereka harus berciiiumaan, serta Karel yang membuka jacket milik Vita.
Sebenarnya ini adalah adegan yang sudah beberapa kali dia lakukan, namun lagi-lagi dia merasa canggung jika harus melakukannya bersama dengan Karel.
"Ayo Vita Karel, kita mulai sekarang," panggil pak Nanang yang sudah duduk manis di kursi kebesaraanya.
Vita mencoba memperbaiki perasaannya, dan menganggukan kepalanya menatap ke arah Karel.
"Oke, sedia,"
"Rolling,"
"Action,"
"Aku sunggu mencintai kamu, yang aku mau di dunia ini hanya kamu," cowok
__ADS_1
"Tetapi bagaimana dengan tunangan kamu, kalian sudah bertunangan sedangkan aku? Hiskk,,hisskk.
Setelah itu Karel langsung menjalankan adegan untuk mengecup bibir Vita dengan lembut.
Hingga mau tidak mau Vita juga membalasnya karena tuntutan yang harus profesional.
Namun ketika Karel ingin melepaskan jacketnya, Vita langsung gugup namun tetap masih berusaha untuk seprofesional mungkin.
Sampai terdengar suara sturadara yang berteriak mengakhiri adegan itu.
"Cut,"
Sontak saja Vita segera menyingkirkan tangan Karel dari tubuhnya, dan tersenyum menghampiri pak Nanang.
"Bagaimana om? Apakah hasilnya sudah bagus?" tanya Vita dengan ragu, karena dia merasa malas jika harus mengambil tag berulang lagi.
Pak Nanang menganggukan kepalanya pelan, dan tersenyum puas ke arah Vita.
"Semuanya bagus Vit, sekarang kamu boleh istirahat dulu, tiga jam lagi akan ada bagian kamu," ucap pak Nanang.
"Baik om," balas Vita, dan langsung kembali ke ruang ganti.
Sesampainya dia ke ruang ganti, Julia menghampiri Vita dengan membawakan ponsel milik Vita.
"Vit, ini dari tadi ada telpon gak berhenti-berhenti masuk," lapornya pada Vita.
Ketika melihat nama yang tertera di ponselnya itu, Vita menghembuskan nafasnya kasar, lalu dengan terpaksa dia mengangkat panggilan itu.
"Hallo," ucapnya malas.
"Hallo ********," sahut suara di seberang sana.
Sesungguhnya Vita meraskan sakit hati yang mendalam dipanggil dengan sebutan wanita murahan itu oleh White, hanya saja dia memang tidak bisa memilih lagi untuk saat ini.
"Aku berada di depan lokasimu, sekarang cepat temui aku," perintah White dengan tegas.
Mau tidak mau Vita kembali menuruti permintaan White, dengan segera dia mendatangi pria yang terdengar sedang marah saat ini.
"Ada apa?" tanya Vita sesampainya di dalam mobil.
Plaaaaaakkkk Brio melayangkan satu tamparan yang sangat keras di pipi Vita, membuat Vita terhuyung merasakan sakit yang luar biasa.
"Ahhh kamu itu apa-apaan sih," bentak Vita dengan mulai menangis menahan sakitnya.
White yang terlampau emosi saat ini langsung menjambak keras rambut Vita. "Arrrggghhh sakit White, lepaskan! apa salahku," rintih Vita.
"Kamu masih tanya salahmu apa ******** ha," bentak White dengan keras.
"Apa kamu tidak puas dengan apa yang sudah aku berikan sampai kamu harus melakukannya dengan pria lain," tuduhnya pada Vita, dan kini tangan sebelahnya sudah meraamas bromo Vita dengan keras.
__ADS_1
Vita berusaha keras untuk melepaskan jambakan tangan White di kepalanya, namun bukannya melepaskan White malah semakin mengeraskannya. "Aku itu bukan mau melakukan denganya White, kamu sangat tau aku adalah Aktris, pekerjaanku itu akting, jadi yang kamu pikir itu salah, karena aku melakukan denganya hanya semata-mata karena pekerjaan," jawab Vita dengan membela dirinya.
Dan itu semua semakin membuat White berani melakukan kekerasan kepadanya.
"Whitee sakitt!!" jeritan Vita, ketika White lebih keras menarik rambutnya.
"Dengarkan aku baik-baik! Jangan sampai hal ini terjadi lagi! Jika tidak reputasimu dan keluargamu akan hancur!" ancam White dengan nafasnya yang terlihat naik turun.
Lalu kemudian dia mengehempaskan kepala Vita begitu saja, tanpa perduli, jika Vita merasakan pusing di kepalanya akibat terlalu menahan sakit akibat jambakan yang dilakukan oleh pria di sebelahnya.
Vita kembali merapikan pakaian dan rambutnya, ketika White sudah tidak lagi mendekatinya.
"Ingat baik-baik ini Vita! Aku tidak akan pernah bermain-main dalam kalimatku!" sambungnya lagi, memberikan sebuah peringatan kepada wanitanya agar tidak mengabaikan ancamannya.
Vita menatap White dengan tajam, dia tidak menyangka, jika ternyata White adalah seorang pria Toxic yang mempunyai sifat cendrung menyiksa pasanganya sendiri.
Mendapatkan tatapan sinis seperti itu, benar-benar membuat White ingin tertawa melihat Vita yang sok berani dihadapanya.
"Kamu mau menantangku Vit? pungkasnya lagi, karana merasa tidak yakin jika Vita akan selalu menuruti perkataannya.
Merasa lelah diperlakukaan seperti ini, membuat Vita memilih untuk segera keluar dari mobil White.
"Vita tunggu," pekik White, yang menghalangi langkah Vita untuk tidak pergi sebelum dia mengizinkan.
Vita mengumpat dengan sangat kesal, merasa bahwa dirinya sudah tidak mempunyai arti bahkan harga diri sebagai seorang wanita.
Plaaaakkkk, lagi-lagi White menampar Vita dengan sangat keras, hingga ada beberapa orang yang berjalan kaki melihat kejadian itu. Namun karena Vita menggunakan masker, jadi tidak ada sama sekali yang tahu bahwa seorang aktris seperti Vita sedang mendapatkan kasus kekerasaan.
"Ararrrggghh, kamu kenapa sih White? Aku sudah menurut segala keingianan kamu dan sekarang kamu terus melakukan penyikasaan kepadaku, salah aku apa?" bentak jeritan Dara, terdengar sangat keras membuat beberapa orang mulai datang menghampiri mereka.
"Shhhittt!" umpat White, ketika merasa bahwa ada yang sedang mengambil gambar mereka.
Dengan gerakan cepat White memeluk tubuh Vita, lalu mendekatkan mulutnya pada telinga wanita itu. "Selesikan pekerjaanmu cepat! Dan temui aku di hotel seperti biasa, awas aja kalau sampai kamu tidak datang. Dan jika kamu tidak menurutiku lagi, Maka oppa kamu bukan hanya masuk dan kristis, tetapi aku tidak akan pernah membiarkan dia selamat kali ini, camkan itu baik-baik!" bisik White, dengan menyiratkan sebuah ancaman sekaligus perintah pada Vita.
Setelah itu, dia melepaskan begitu saja tubuh Vita dari pelukaanya, dan bergegas untuk pergi dari tempat itu, sebelum banyak lagi paparazi yang mengambil gambarnya sedang menindas seorang peremupuan.
**To Be Continue. *
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***ππ»ππ»* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganyaπ₯° jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**π*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **πLike,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****ππ
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***πππ*
*Terima kasih**ππ»ππ»*
__ADS_1