
🌹 Happy Reading 🌹
"Sampai kapanpun aku gak akan menerima siapapun yang datang," jawab Vika dengan santai.
Nayra hanya mampu menggelengkan kepalanya setiap mendengar jawaban dari sahabatnya ini. "Vik emangnya kamu gak ada gitu rasa iri atau cemburu ketika melihat aku atau siapapin gitu yang mesra dan di perlakukan spesial sama pasangan kita? Aku yakin pasti kamu ada rasa iri dan pengen kan," seru Nayra lagi yang selalu berusaha membuka dan mencairkam hati itu.
Vika menggelengkan kepalanya singkat sebagai jawaabanya. "Aku tidak iri, dan aku tidak ingin malah sebaliknya aku jijik melihat kamu yang terlalu vulgar bersama dengan pasanganmu Nay, kalo boleh saran sih pacaran boleh tapi jangan terlalu vulgar, dan yang paling penting jika dia meminta yang aneh-aneh apa lagi sampai kehormatan, udah pasti dia cowok brng**sek," ucap Vika memberi nasehat kepada Nayra, karna mengambil contoh dari pengalamanya.
"Kan gak semua cowok kaya gitu Vik," sahut Nayra yang menolak jika cowoknya di bilang kemungkinan breng**sek.
Vika mengedikan bahunya pelan. "Gak semua tapi rata-rata, karna mulut cowok itu kebanyakan sampah, makanya aku gak akan percaya lagi, gini ya, aku tuh selalu ingin bilang kepada seluruh wanita di dunia bahwa kita sebagai wanita itu sangatlah berharga, karna dengan siapa kita berpasangan itu akan sangat menentukan masa depan kita, cari suami atau pasangan yang bisa mendukungmu dalam hal apa pun, jangan yang maunya enak saja," ketusnya yang membuat Nayra menelan salivanya kasar.
Memang hubungan dirinya dan pasanganya termasuk hubungan gila, karna dirinya mungkin sudah tidak tau berapa kali melakukan hubungan terlarang bak suami istri, dan itu sudah beberapa kali kepergok oleh Vika.
Dan oleh sebab itulah Vika sedikit merasa risih jika kekasih Nayra datang ke apartemen ini, namun Vika tidak banyak bicara karna dia sadar jika ini adalah Apartemen Nayra dan haknya mau berbuat seperti apa, dirinya hanya bisa menasehati namun jika tidak di dengar dia bisa apa.
Toh dirinya juga bukan seoarang wanita suci yang tak berdosa, dirinya juga pernah mempunyai masa lalu yang kelam, dan oleh sebab itulah dia tidak mau terlalu ikut campur dalam urusan sex temannya ini.
"Maaf Vik, aku cuman gak mau dia ninggalin aku itu aja, aku sangat mencintainya Vik makanya aku menyerahkan segalanya termasuk tubuhku ini," sahut Nayra dengan menundukan kepalanya malu.
Vika kembali mengedikan bahunya singkat, lalu bediri dan melangkahkan kakinya, "aku tidak melarangmu Nayra, tapi aku hanya memberikan sebuah peringatan, jangan pernah merendahkan harga diri hanya karna sebuah cinta yang belum tentu pada akhirnya akan menjadi milikmu," serunya lalu kembali melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar, dia begitu lelah dan ingin sekali membersihkan tubuhnya.
Dan di saat dia di kamar mandi, dia langsung mengguyur tubuhnya dengan mandi di bawah shower air dingin, tiba-tiba saja perkataan Nayra tadi meningatkanya dengan kalimatnya dulu ketika kesalahan itu terjadi, dan membuat dendam di hatinya semakin membara.
Vika bukanlah seoarang yang pendendam, namun yang di lakukan Jendra itu adalah sebuah dosa yang sangat besar yang tidak akan pernah bisa dia maafkan.
Tak lama berselang, dia telah selesai menuntaskan mandinya, dan beralih menyiapkan barang-barangnya untuk pulang beberapa hari lagi.
__ADS_1
Namun tiba-tiba saja dia mendengar dering di ponselnya berbunyi, "My Girl,"
"Hallo sayang," seru Vika ketika mengangkat panggilan itu.
"Hallo Mamah cantik, yang jika anaknya gak telpon dia gak akan nelpon." Sahut suara di ujung sana dengan nada kesalnya membuat Vika terkekeh.
"My baby, my wonderfull life, maafkan mamah nak, mamah sibuk banget beberapa hari ini karna kan sudah mau pulang," ucap Vika dengan lembut pada putrinya.
"Iya Vita tau Mah, oh iya Vita ada di kontrak sama perushaan DRZ Company Mah, untuk launching barang baru mereka, dan Vita di minta untuk menjadi model dari brand itu Mah, boleh Vita ambil gak ya ?" serunya meminta izin dari Mamahnya untuk mengambil sebuah job pemotretan.
"Ehmm,, memangnya gak akan tergangu sama sekolahnya Vita? Mamah gak mau ya kalo gara-gara ini Vita jadi terbengkalai sekolahnya, biar bagaimanapun pendidikan adalah yang nomor satu nak." balas Vika memberikan nasehat pada putrinya.
"Enggak kok Mah, ini sudah Vita liat jadwal, bahwa seminggu ke depan sekolah Vita liburkan karna habis ulangan kemarin, jadi Vita akan bebas dan libur selama seminggu ini." jawabnya yang membuat Vika mengenduskan nafasnya pelan.
"Oh ya udah kalo begitu, nanti Mamah telpon Bunda untuk nemanin Vita pergi Pemotretan ya," balas Vika yang tidak ingin membatasi perkembangan putrinya.
"Siap komandan." Jawab Vita yang membuat Vika tertawa mendengarnya.
"Oke Mah, jangan lupa jaga kesehatanya ya Mah, Vita mencintaimu," serunya dengan riang.
"Mamah juga mencintaimu," balas Vika lalu menutup panggilan telponya.
Dan kini beralih menatap ke arah luar balkon.
"Sebenarnya aku tidak menyesali kehadiran Vita yang memberikan warna tersendiri di kehidupanku, namun hanya saja caranya dia datang itu adalah kesalahan, namun kelahirnya itu adalah anugerah terindah untuk ku, tidak akan ku biarkan siapapun mengambilnya dariku. Tidak akan." Ucapnya dalam hati, karna beberapa kali sempat bermimpi jika Jendra datang untuk mengambil paksa putrinya.
Selama beberap tahun ini, dia selau berusaha menghindar dari Jendra dan keluarganya, meskipun kerap kali dia sering bertatap wajah, namun beruntungnya yang Jendra tau bayinya itu sudah tidak ada.
__ADS_1
Karna sebulan setelah kejadian dulu, sebelum perut Vika membesar, mereka tidak sengaja bertemu di pusat perbelanjaan. Dan dengan lantangnya Vika mengatakan jika bayinya sudah tidak ada karna di gugurkan.
Bahkan dia sama sekali tidak melihat dan menatap ekspresi Jendra ketika mengetahui jika bayinya sudab lama tiada.
Baginya Jendra adalah sosok manusia yang tidak pantas hidup dan bahagia.
Seminggu kemudian.
Pesawat yang Vika naiki kini telah mendarat dengan aman di sebuah bandara Soekarno Hatta Jakarta.
"Apa kabar jakarta?" serunya yang harus kembali ke Negara asalnya dengan setumpuk pekerjaan.
Karna selain menjadi model, kemarin Vika melamarkan dirinya menjadi seorang sekertaris di sebuah perusahaan terbesar di jakarta.
Dia tidak ingin menyia-nyiakan Ijasah Masternya yang sudah dia dapatkan dengan susah payah dan biaya yang sangat besar.
Vika berfikir jika menjadi model dia tidak akan selamanya menjadi go internasional, karena suatu saat nanti pasti akan ada bintang-bintan muda yang lebih berbakat darinya.
Penampilan Vika saat ini
To be continue.
*Jangan lupa sedakah Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘 *
Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭
__ADS_1
Terima kasih🙏🏻🙏🏻
Follow IG Author @Andrieta_Rendra