
🌹 Happy Reading 🌹
"Orang sakit boleh minta coca cola meh?" tanya Alson yang mengetahui jika itu adalah epilepsi.
Mario yang memang sudah tau akting mereka itu hanya diam saja tak bersuara.
"Coca cola tak ada, wine, bir mau gak?" Ketus Mario.
Eden yang mendengar itu sedikit langsung mencubit perut suaminya. "Ahhhh sayang sakit," bisiknya mengeluh pada Eden.
"Makanya diam," balas Eden yang membuat Mario menutup mulutnya seketika.
Arvan masih bingung dengan Jenni yang terus menerus menjerit, dia terus mencoba untuk memeluk istrinya namun tidak berhasil.
"Aarrgghh, aku gak mau di peluk sama kamu," serunya membuat Arvan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Lalu sama siapa kamu mau di peluk?" Tanya Arvan bingung.
"Arrrrrgghhh,,aarrggghhh, hayang sharulkhan," jeritnya lagi sambil terus menerus menyebut nama sharulkhan.
Arvan menatap ke arah Robert untuk meminta ide, "datangkan sajalah Lord, saya tidak tau siapa Sharulkhan itu, tapi menurut saya dia sangat berpengaruh saat ini." Saran Robert yang membuat Mario membulatkan matanya.
"Engg-" tolak Mario terputus karna Eden menutup mulutnya lebih dulu. "Keputusan ada di tangan kak Arvan," bisiknya pelan membuat Mario langsung keluar membanting pintu ruangan itu.
Braaaakkkk, ulahnya yang mendapatkan perhatian dari semua orang.
"Mario kenapa juga? Ada setan juga?" tanya Arvan yang sudah di beri tahu jika di dalam tubuh Jenni ini ada setanya.
Meskipun di awal dia tidak tau apa itu setan, namun Vika sudah menjelaskan jika di Indonesia setan itu adalah hantu.
__ADS_1
"Dia marah karna gak dapat jatah," balas Eden dengan canggung.
Arvan terlihat sangat frustasi saat ini, dia bingung untuk mengambil langkah di depan, "jadi bagaimana caranya untuk mengeluarkan setan ini?" Tanya Arvan pelan.
"Dari yang pernah aku baca sih, dia akan keluar sendiri kalo keinginanya terpenuhi," jawab Eden yang sebagai provokasi utama.
Arvan masih mencoba untuk mencerna jawaban dari Eden, namun dia masih tidak bisa memahami, bagaimana setan Indonesia bisa sampai di Itali. Apakah mereka ikut masuk ke dalam Jet, atau dia terbang melayang dari Indo ke Itali. Tapi itu tidak mungkin karna jaraknya jauh sekali.
"Robert cepat panggil Sharulkhan kesini! Dalam waktu 24 jam, jika dia tidak kesini maka hancurkan saja karir dan hidupnya," titah Arvan mutlak sebagai Lord yang berkuasa.
Dan tak lama mendengar itu, Jenni langsung terjatuh pingsan, untuk menjadi akting selanjutnya. "Sayang, Mah," panggil Arvan dan Alson bersamaan ketika melihat Jenni tidak sadarkan diri.
"Apakah setanya sudah keluar?" Tanya Arvan.
Namun tiba-tiba saja Vika ikut terjatuh pingsan di sebelah Alson.
Bruggghhh, Vika terjatuh karna Alson tak sigap mengangkat tubuhnya. "Vika sayang," panggil Alson ketakutan.
"Robert cepat panggil dokter juga untuk mengecek keadaan istri dan menantuku, cepat! Perintahnya lagi, setelah Robert selesai dengan urusanya memanggil Sharulkhan.
Dengan harap cemas, Alson menemani Vika yang sudah berada di kamar, namun tak kunjung sadar, "Vika ayo sadar dong sayang, kamu jangan buat aku takut," lirih Alson dengan pelan.
"Papah," panggil suara yang tiba-tiba ada di belakangnya.
Alson menolehkan kepalanya dan melihat sosok Vita dan Veli yang berada di sana. "Vita sayang sini nak," panggilnya meminta Vita datang ke dalam pelukanya.
Dengan patuh Vita berlari masuk ke dalam pelukan Papahnya, "Mamah kenapa Pah? tanya Vita bingung melihat Mamahnya yang tidak sadarkan diri.
Pasalanya dia baru pulang dari sekolah, sehingga tidak mengetahui apa yang telah terjadi.
__ADS_1
"Mamah tidak apa-apa sayang, sebentar lagi Mamah pasti akan sadar." Balas Alson dengan lembut.
Dan tak lama kemudian, terlihat dokter yang datang bersamaan dengan Eden.
"Ini dok menantu kami, cepat periksa dia dok," seru Eden yang juga mencemaskan keadaan Vika.
"Baik nyonya akan segera saya periksa," balas dokter itu dengan patuh.
Dengan segera dokter tersebut langsung memerikasa keadaan Vika yang sangat lemah, mengecek tekanan darah, jantung dan lainya.
Dan tak lama kemudian dokter tersebut tersenyum menatap ke arah Alson dan Eden.
"Selamat ya Tuan muda pertama, ucapkan selamat datang pada calon bayi kalian," ucap dokter tersebut dengan tenang dan gembira.
"What? Gimana-gimana dok? Saya belum paham apa maksud anda," balas Alson yang seperti ngeblank seketika.
Dokter tadi tersenyum penuh arti ke arah Alson, sedangkan Eden langsung berlari keluar untuk memberitahukan kabar gembira ini dengan yang lainya.
"Istri Anda hamil Tuan, selamat ya," ucap Dokter tersebut sekali lagi namun kalimatnya lebih di perjelas.
Deegg jantung Alson terasa berhenti berdegup seketika. Dirinya masih belum bisa percaya sepenuhnya jika dirinya sudah menjadi ayah dari dua anak.
To be continue.
Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘 *
Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭
__ADS_1
Terima kasih🙏🏻🙏🏻
Follow IG Author @Andrieta_Rendra