Hot Mother 2 ( Akibat Cinta Dari Pertemanan )

Hot Mother 2 ( Akibat Cinta Dari Pertemanan )
Chapter 54


__ADS_3

🌹 Happy Reading 🌹


Tidak seperti tadi, kali ini Vika membalas melum**at bibir atas Alson, selagi Alson melum**at bibir bawah miliknya. Mereka saling melum**at, menghis**ap dan menggigit satu sama lain, membuat ciuman itu terasa sangat manis dan nikmat.


Dan detik selanjutnya, mereka melepaskan ciuman itu sejenak, untuk kembali meraup oksigen sebanyak-banyaknya.


Lalu kini kembali bergantian, Alson yang melum**at bibir atas Vika, dan Vika yang melum**at bibir bawah Alson dan melum**at, menghis**ap dan menggigit satu sama lain.


"Mmppppsssshh," desah Alson di tengah-tengah ciuman mereka, karna Vika tak mungkin mendesah paling berekspresi saja, diakan bisu.


Lidah mereka berdua saling membelit bagaikan ular saling menekanan dan kembali bertukaran saliva, sampai saliva itu keluar dan menetes membasahi dagu mereka.


Baik Alson maupun Vika, kini merasakan udara yang sangat panas, padahal jelas sekali AC di kamar itu sudah menyala dengan sangat rendah 16 derajat celcius. Namun masih tetap saja mereka merasa udara yang begitu panas.


Sebelah tangan Alson kini mengelus rambut hitam Vika, lalu menarik tengkuk Vika agar memperdalam ciuman mereka.


Di saat kapasitas oksigen di antara mereka mulai menipis, barulah Alson melepaskan ciuman mereka, membuat benang saliva di antara mereka terbentuk. Alson bisa melihat jelas jika sekarang bibir istrinya itu semakin merah merekah dan juga sedikit membengkak akibat ulahnya.


Alson kembali tersenyum lebar, lalu kembali mengec**up bibir Vika untuk beberapa detik, sebelum akhirnya ciuman itu turun ke dagu hingga ke leher jenjang milik Vika yang putih mulus tanpa noda sekecil apapun, lalu dia membuat sebuah Mahakarya yang tidak akan pernah bisa di buat orang lain.


Dalam beberapa saat, leher Vika sudah di penuhi oleh bercak merah tanpa celah dari Alson.


Vika begitu menikmati ketika lehernya begitu di manjakan oleh lidah suaminya, bahkan tubuhnya kembali menggeliat ketika Alson mere**mas gunung kembarnya.


Alson menuruni ciumanya mengabsen seluruh tubuh Vika tanpa ada bagian yang terlewatkan satupun, setiap inci tubuh Vika tak lepas dari ciuman serta jila**tan yang bergerak dengan sensual di tubuh Vika.


Karna sudah tidak tahan, Alson langsung melepaskan pakaian Vika dan dirinya sehingga mereka berdua kini hanya tertutupkan dengan pakaian dalam masing-masing, lalu Alson kembali mencumbui dada serta bahu Vika, namun tanganya tidak tinggal diam. Dia merem**as gunug kembar Vika dengan gemas dan kenyal karna masih tertutupkan kaca mata power rengers bewarna putih.

__ADS_1


Tangan Alson sibuk mencari pengait Kaca mata power rengers Vika yang tidak tau di mana, namun akhirnya dia mendapatkan pengait itu berada di sela-sela belahanya, lalu Alson membukanya dan melemparkanya ke sembarangan arah.


Alson memberhentikan sejenak kegiatanya menciumi tubuh Vika, dia terpesona dengan pemandangan indah tubuh Vika yang berada di depan matanya.


"You are so sexy darling," pujinya yang menatap lapar kedua gunung kembar istrinya, Vika tersenyum malu, namun detik kemudian dia kembali menggeliat tatkala Alson meremas gunungnya dengan keras.


Alson benar-benar sudah tidak tahan lagi ketika merasakan kulit mereka bersentuhan, dia langsung mengem**ut put**ing susu istrinya, mencari kepuasaan. Hingga tangan satunya turun memebuka segitiga bermuda milik Vika, dan kembali menjelajahi ciumanya turun ke Apom istrinya.


Dia melihat keindahan sempurna apom istrinya, yang sangat terawat, tanpa aba-aba Alson mulai menciumnya dan menggerakan lidahnya dengan perlahan, menjila**at dan menghis**ap biji kacang Vika dengan lembut. Membuat tubuh istrinya menjeliat merasakan kenikmataan yang tak tertahankan. Hingga akhirnya Vika memuncratkan cairan kentalnya menandakan pelepasnya, lalu dengan cepat Alson menghis**apnya sampai habis tak tersisah.


"Sayang aku mulai ya," izinya pada Vika.


Dengan perlahan Alson melepaskan segitiganya dan memperlihatkan Kukubirnya yang besar, bahkan lebih besar dari punya Jendra dulu seingat Vika, membuat Vika menolehkan wajahnya malu melihat kukubird milik suaminya. "This is yours," desah Alson yang menegaskan jika Kukubird ini adalah milik Vika.


Dengan menggesekan ujung kepala kukubirdnya itu di bibir Apom Vika, Alson meludahinya sejenak agar basah dan tidak terlallu sakit jika di masukan. Karna dia tau meskipun Vika tidak perawan, tapi dia sudah delapan tahun tidak pernah di masukin lagi, apalagi kukubird yang dia miliki sangat besar, membuat Lobang apom Vika pasti robek karna ulahnya.


Alson memasukan kukubirdnya dengan perlahan, dan di saat kepalanya masuk Vika sudah meringis menahan sakit, karna memang milik Alson sangatlah besar membuatnya merasa kesakitan.


Vika menganggukan kepalanya pelan, sambil menutup matanya menahan sakit, dan karna tidak ingin lama-lama istrinya merasakan sakit, Alson menghentaknya dengan sangat keras, bahkan hingga Vika kembali mengeluarkan darah walaupun tidak sebanyak pecah PW, Vika menangis merasakam sakit yang teramat di saat Alson berhasil memasukan Kukubird besarnya itu, "sayang maafkan aku, tapi ini memang gak bisa di kecilkan sayang, jadi kamu harus terbiasa denganya," lirih Alson yang kasihan melihat istrinya kesakitan.


Dengan berkeringat dingin Vika menganggukan kepalanya paham, cuppp Alson mencium punggung tangan Vika, sebagai tanda jika dia menyayangi istrinya. "Maafkan aku ya, cupp," dia kembali mengecup kening Vika.


Dan di saat sudah terbiasa Alson segera memacu pinggulnya dengan kecepatan sedang hingga bertahan beberapa lama sebelum akhirnya dia berhasil menyemburkan benih-benihnya di rahim dalam Vika.


"Aaahhhhssshhhh," teriak Alson di saat mencapai puncaknya.


Cuuuppp, dia mengecup bahu istrinya, dan kembali merasakan jika kukubirdnya kembali menegang," Ronde ke dua," bisiknya di telinga Vika. Membuat si empunyanya melototkan matanya seketika. Ingin menolak tapi Alson sudah lebih dulu menggenjo**tnya dengan kasar.

__ADS_1


Vika hanya pasrah mengikuti keinganan Alson yang baru pertama kali merasakan nikmatanya Morena. Dan mereka terus melanjutkan kegiatana mereka hingga time makan malam tiba.


********


Waktu 8.00pm.


Terlihat seluruh pasangan telah duduk di ruang makan menunggu pasangan yang lainya keluar.


Namun sepertinya Alson dan Vika sangat terlambat saat ini, terbukti pasangan yang Over dosis itu sudah terlihat dengan raut wajah yang masam. Seperti orang yang tidak di kasih jatah.


"Lihat-lihat, padahal sudah seharian full di kamar, masih saja wajah mereka cemberut," bisik Mario pada Arvan.


"Iya benar, sepertinya mereka kurang jatah, apa perlu kita kasih obat lagi," ucap Arvan namun bisa di dengar jelas oleh Gina dan Robert.


"Tidak Perlu," jawab keduanya tegas penuh penekanan. Membuat Mario dan Arvan terdiam merasakan hawa gelap di sekeliling mereka.


"Hayu kamu tanggung jawab," bisik Mario lagi, yang membuat Arvan melototkan matanya tidak terima jika di salahkan.


"Kalian berdua tanggung jawab!" Bentak Jenni yang mewakili suara Robert dan Gina.


To be continue.


Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘 *


Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭

__ADS_1


Terima kasih🙏🏻🙏🏻


Follow IG Author @Andrieta_Rendra


__ADS_2