Hot Mother 2 ( Akibat Cinta Dari Pertemanan )

Hot Mother 2 ( Akibat Cinta Dari Pertemanan )
Chapter 6


__ADS_3

🌹 Happy Reading 🌹


Karna sudah tidak tahan lagi dengan kondisi putrinya, Veli nekad mendatangi rumah Jendra dengan bantuan salah satu warga yang bisa mencari informasi lewat internet untuk mendapatkan alamat Jendra.


Dengan di temani oleh Pak Rt dan Bu Rt, Veli dengan gugup memasuki kawasan rumah mewah milik Jendra.


Saat ini mereka bertiga tengah duduk dengan tenang di ruang tamu rumah Jendra, menunggu kedatangan orang tua dari pria brengsek itu.


"Selamat Malam bapak ibu, maaf membuat kalian menunggu," sapa Papah Jendra yang datang bersama dengan istrinya.


Pak Rt terlihat menjabat tangan dari Papah Jendra yang terlihat sedikit di hormati.


Karna memang Pak Rt ini adalah seoarang perwira kepolisian. "Tidak masalah pak Dyzon, kita juga baru saja sampai," sahut pak RT dengan sopan.


"Silahkan duduk pak," ucap Dyzon mempersilahkan Pak Rt dan yang lainya duduk.


"Jadi begini Pak Dyzon, kami datang ke sini bermaksud dan meminta tolong agar putra bapak yang bernama Jendra mau mempertanggung jawabkan apa yang sudah di lakukannya dengan anak ibu ini Vika, karna ini sudah kasus hukum Pak, anak bapak menghamili seorang gadis namun tidak mau bertanggung jawab." Ucap Pak RT to the point, tanpa mengurangi rasa hormat sedikitpun.


Mamah Jendra terlihat memandang sendu ke arah Veli yang terlihat sangat menyedihkan sekali. "Jendra putra saya menghamili anak ibu ini ?" Tanyanya dengan lembut kepada pak RT.


Sungguh dia ingin sekali membantu, namun mengingat suami dan putranya yang sama-sama memiliki sifat yang keras, maka Nayla sama sekali tidak bisa membantu apa pun.


Pak Rt menganggukan kepalanya pelan, "iya bu, dan sekarang wanita itu tengah megalami deprsesi akibat ulah anak ibu," lanjut Bu RT yang sedari tadi menggengam tangan Veli.


Brrruuugghhhh, Dyzon langsung menggebrak meja meluapkan amarahnya, "fitnah apa ini? Hanya demi ingin menjadi nyonya di keluarga ini, kalian memfitnah putra saya yang tidak pernah melakukan kesalahan itu ha," bentaknya pada ketiga orang itu.


Veli langsung berdiri menghadap dan menatap Dyzon dengan tajam. "Jangan pernah menuduh dan menutupi kesalahan dengan menghina seseorang Tuan, Anda bahkan tidak tau apa kebenaranya, panggil dan tanyakan pada putra Anda apakah benar dia telah menghamili putri saya dan mencampakanya begitu saja, cikhh, terkadang saya merasa sangat kasihan dengan orang kaya seperti Anda yang tidak mampu mendidik anaknya dengan baik." Seru Veli dengan kalimat pedasnya seperti menampar ke wajah Dyzon.

__ADS_1


"Kamu meragukan didikan saya kepada putra saya ha, lalu bagaimana dengan anak perempuan mu yang bisa sampai hamil di luar nikah-"


"Dan itu karna ulah putramu bapak Dyzon yang terhormat," potongnya berteriak tidak terima jika putrinya di hina karna kesalahan orang lain.


Bu Rt langsung segera mengelus pundak Veli untuk menenangkanya. "Sabar Vel,,sabar." Lirih bu Rt sambil terus menenangkan Veli.


"Cikhh, kalian itu semua adalah sampah yang bermimpi bisa di daur ulang," balas Dyzon benar-benar menunjukan sifat sombongnya, membuat Pak Rt yang mendengar itu hanya bisa menggelengkan kepalanya pusing melihat orang yang terlalu angkuh seperti ini.


Dyzon langsung melangkah masuk ke dalam kamarnya dan mengambil sebuah Cek dan menuliskan uang sebanyak 1M untuk biaya ganti rugi.


"Nah ambil ini," serunya melemparkan Cek berisi Milyaran itu sebagai bentuk pertanggung jawaban.


Veli mengambil Cek yang terjatuh itu dan melihat ke arah isinya, "itukan yang kalian mau, hingga mengemis pertanggung jawaban ke sini, sekarang pergilah," bentaknya mengusir tiga orang itu.


Veli langsung tersenyum sinis memandang ke arah Cek itu. "Terima kasih Tuan, ternyata anda memang sangat mengerti." Serunya lalu memilih melangkah pergi dengan mengajak Pak RT dan Bu Rt.


Sesampainya di luar Pak Rt langsung menahan langkah Veli. "Vel apa kamu yakin ingin mengambil uang itu ? Takutnya mereka hanya semakin menghinamu dan membenarkan perkataa mereka yang jika kamu hanya memginginkan uang dari mereka." Ucap Pak Rt yang masih merasa iba jika hal itu sampai terjadi pada istri dari sahabatanya ini.


"Tidak apa Pak RT, toh memang saya membutuhkan uang ini untuk melanjutkam hidup bersama dengan Vika, di tengah kondisi seperti ini, saya tidak bisa meninggalkan Vika untuk bekerja, di tambah akan adanya bayi di tengah-tengah kita, mungkin saya akan menggunakan uang ini untuk melunaskan hutang-hutang biaya pengobatan suami saya dulu yang masih menunggak hingga sekarang, dan sisanya akan saya pakai untuk biaya pendidikan Vika nanti ketika bayinya sudah lahir, lagian untuk apa lagi malu, bukankah sama saja mereka sudah menghinaku dan putriku," sahut Veli yang di benarkan oleh Bu Rt.


"Benar pak, anggap saja jika memang inilah yang mampu keluarga itu berikan sebagai bentuk pertanggung jawaban," lanjut Bu Rt yang setuju dengan perinsip Veli.


"Ya sudah, jika begitu mari kita kembali ke rumah sakit sekarang." seru Pak Rt yang memilih menyudahi topik ini.


Sesampainya di rumah sakit, Veli langsung memasuki ruangan rawat putrinya, sedangkan Pak RT dan Bu RT langsung berpamitan pulang karna mereka juga memiliki anak-anak yang harus mereka urus.


"Vika,,bangun dong sayang,,jangan lama-lama pingsanya,,ibu kesepian nak,hisskk,,hisskk," tangisnya lalu mengusap lembut perut putrinya.

__ADS_1


"Kita besarkan baby ini sama-sama ya, anggap aja jika dia adik kamu, agar kamu bisa mengejar cita-citamu nak, bangulah Vika, temani ibu untuk berdiskusi semua ini, kasih tau sama ibu Vika maunya apa? Jangan buat ibu bingung nak." Tangisnya mengusap-usap lembut kepala putrinya.


Lalu karna merasa lelah dia naik ke atas tempat tidur Vika, dan memeluk tubuh yang saat ini masiih belum sadarkan diri itu.


"Seandainya Ayah masih ada, dia pasti akan memberikan pelajaran pada anak itu kan Vika, sayang Ayah sudah tidak bersama dengan kita," lirihnya pelan menciumi pipi putrinya.


"Ibu maafin Vika kok, Vika jangan takut untuk membuka mata ini ya, ibu gak akan marahin Vika lagi, asal Vika bangun dan jangan buat ibu takut lagi Nak." Serunya masih berusaha agar putri kecilnya itu bangun.


Veli lalu memejamkan matanya, berharap keesokan harinya dia akan melihat putri kesyangaanya itu membuka matanya.


Sedangkan di alam mimpi, Vika seperti berada di sebuah taman bunga yang sangat indah.


"Aku di mana ini?" tanyanya bingung melihat ke alam sekitar.


Dan tiba-tiba saja bunyi suara tembakan, dddooooorrr, yang membangunkanya dan sontak membuka matanya.


Dia merasakan debaran jantung yang sangat kencang ketika mendapatkan mimpi buruk itu, dan ketika dia terbangun dia melihat ibunya sedang memeluk dirinya dengan menampilkan wajah yang cukup kelelahan.


"Maafkan Vika ya bu," tangisnya mengusap lembut wajah lelah dari ibunya itu.


To be continue.


*Jangan lupa sedakah Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘 *


Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭


Terima kasih🙏🏻🙏🏻

__ADS_1


Follow IG Author @Andrieta_Rendra


__ADS_2