Hot Mother 2 ( Akibat Cinta Dari Pertemanan )

Hot Mother 2 ( Akibat Cinta Dari Pertemanan )
Partner Ranjang Part II ( 55 )


__ADS_3

🌹 Happy Reading Gengs 🌹


Saat ini Langit dan Vita, tengah duduk bersama di pinggir Danau. Baik Vita maupun Langit, keduanya sama – sama terdiam dengan pemikiran mereka masing – masing.


“Langit, ada sesuatu yang ingin aku sampaikan kepadamu,” ucap Vita, yang berniat untuk menghentikan segala keheningan yang ada di antara mereka.


Langit mengalihkan pandanganya ke arah lain, karena dia tidak ingin Vita melihat air matanya yang lolos begitu saja membasahi pipinya.


“Aku tahu apa yang sedang ingin kamu bicarakan,” balas Langit, mambuat Vita langsung tercengang mendengarnya.


“Vita, kemarin papah kamu datang ke rumah aku, dan memberitahu kepada orang tuaku tentang apa yang sedang terjadi di antara kita.” Langit berucap lagi. Dan hal itu semakin membuat Vita terdiam tanpa tahu harus berkata apa.


Tapi yang pasti dia tahu, papahnya sudah benar – benar keterlaluan hingga membawa orang lain ke dalam masalah mereka.


“Orang tua aku marah, ayah aku kecewa, dan ibu aku menangis.” Lanjut Langit lagi, mengingat tentang kejadian kemarin, di saat ibunya sampai harus berlutut dan memohon agar dia menghapuskan perasaan cinta yang tidak bisa dipersatukan.


“Orang tua aku selalu bilang, bahwa kita ini hanyalah seorang anak remaja yang masih belum pernah tahu, bagaimana merasakan sakitnya ketika jatuh cinta. Mereka selalu menganggap bahwa cinta kita tidak pernah pantas diperjuangkan apa lagi dilihat dari usia kita yang masih begitu remaja.”


“Mereka semua percaya bahwa perasaan kita itu tidak murni, perasaan kita hanyalah sebuah permainan, yang akan berakhir ketika kita berhasil menemukan jati diri kita masing – masing.”


“Yang jadi pertanyaanku saat ini adalah? Kenapa? Batasan usia selalu menjadi tolak ukur bagi mereka untuk menentukan layak apa tidaknya kita mencintai?” Langit bicara dengan panjang lebar, sedangkan Vita yang mendengar itu hanya bisa menangis dengan menutup wajahnya.


Begitu sakit yang dia rasakan ketika dia mendengar kalimat sendu yang keluar dari mulut pria yang begitu dia cintai.


“Vita jika aku harus berjuang sendiri, tanpa kamu pernah mengatakan jika kamu benar – benar mencintaiku, lalu bagaimana aku bisa meyakinkan kedua orang tua kita bahwa kita ini adalah satu?” Tanya Langit, yang kini mulai memberanikan diri menatap Vita yang tengah menyembunyikan wajahnya dengan telapak tangan.


Mata dan wajah Langit benar – benar telah berubah menjadi merah bagaikan kepiting rebus. Dia bahkan sama sekali tidak bisa menghentikan tangisanya, apa


Lagi ketika melihat Vita yang juga begitu terluka akan hal ini.


“Langit,, hissk,, hiskk, bukan aku tidak ingin mengulurkan tanganku dan mengatakan aku mencintaimu, jujur aku sangat mencintaimu, hiskk ,, hiskk, iam so Love you Langit, iam so Love you,” ucap Vita terbatah – batah karena isakannya yang begitu histeris.


Bahkan Vita sampai harus menahan sesak di dadanya ketika melihat Langit yang juga menangis dengan menunjukan tatapan cinta yang begitu dalam kepadanya.


“Vita -,”

__ADS_1


“Kamu sangat tahu Langit, bahwa aku bukanlah seorang wanita yang mampu bermain dengan kata – kata, hiskk,, hisk, tetapi aku sangat mencintaimu,” Vita berusaha menggengam tangan Langit.


Namun kemudia pria itu menepisnya dengan pelan. “Langit, Why,” tanya Vita bingung, ketika mendapatkan Langit yang tidak ingin disentuh olehnya.


“Vita, aku tahu, kamu bukanlah seorang wanita yang pandai untuk menunjukan perasaamu, tetapi aku tahu, jika kamu mencintaku.” Langit menutup kedua matanya, dan mengeluarkan semua perasaan sakitnya.


“Tetapi ketika aku bertanya, suatu saat siapa yang harus mengalah di antara kita? Siapa yang harus berjuang untuk cinta kita, dan siapa yang harus mempertahankan untuk semua ini? Pasti kamu hanya akan menjawab tidak tahu.” Tungkasnya lagi.


“Hisk,, hiskk,, hiskk, Langit, please, jangab bahasa hal ini bisa?” Vita sudah benar – benar tidak sanggup lagi mendengar semua kalimat yang dilontarkan oleh Langit.


“Yang terpenting sekarang aku mengatakan aku mencintamu,” teriak Vita lagi dengan lantang.


Akan tetapi, bukannya bahagia, Langit malah semakin menangis, dan berniat untuk berdiri meninggalkan Vita.


Melihat hal itu, dengan sigap Vita memeluk tubuh Langit dari belakang, meminta agar pria itu tidak pergi dari sisinya.


“Please Langit jangan tinggalkan aku, please,” pinta Vita, dengan begitu memohon.


Bahkan saat ini dia meletakan kepalanya di punggu belakang pria itu. Sehingga Langit bisa merasakan bahwa wanita yang begitu dia cintai, saat ini sedang menangis.


“Enggak Langit, aku janji aku akan meyakinkan papah aku untuk menerima hubungan kita, please,” Vita benar – benar tidak bisa membayangkan bagaimana kehidupannya jika Langit meninggalkannya sendiri.


“Kamu harus mengerti posisi kita Vit, aku mencintaimu, tetapi hubungan kita sangat – sangat tidak bisa dipaksakan, aku harapa kamu bisa mengerti itu,” ucap Langit, dengan perlahan berusaha melepaskan pelukan Vita dari tubuhnya.


Namun, bukannya melepaskan, Vita justru malah semakin mempererat pelukannya.


“Enggak, kamu yang harusnya ngerti, kamu tidak boleh meninggalkan aku Langit, gak boleh, please gak boleh,” Langit,” Vita benar – benar memaksakan kehendakanya.


“Jika kamu tidak ingin aku pergi, sekarang aku tanya sama kamu?! Apakah kamu lebih memilih aku, pria yang kamu cintai? Atau keluargamu? Dan agamamu?” tanya Langit dengan serius.


Lalu dia membalikan tubuhnya untuk melihat dan menatap wajah Vita, untuk melihat, apakah wanita ini akan tulus apa tidak dengannya.


“Langit,” sentak Vita pada prianya. Dia benar – benar tidak menyangka jika pria ini akan mengatakan hal sedemikian rupa kepadanya.


“Apa? Kenapa kamu tidak bisa menjawabnya? Bukankah kamu mencintaiku Vit?” Sahut Langit dengan tatapannya yang penuh dengan harapan.

__ADS_1


Dia benar – benar sangat berharap jika Vita akan memilih untuk ikut ke dalam agamanya dan benar – benar berkomitmen dengan – nya.


“Aku tidak bisa memilih Langit, aku mencintai kamu, tetapi aku juga mencintai keluarga aku,” jawab Vita dengan ambigu.


“Lalu siapa yang akan kamu pilih Vita??! Jawabanmu adalah penentu jalan kita ini.” Langit terus mendesak Vita untuk memberikan sebuah jawaban. Maaf ralat, tepatnya lebih mendesak Vita untuk menjawab jika wanita itu memilihnya.


“Kenapa harus aku yang memilih Langit? Kenapa tidak kamu saja yang memilih dan mengatakan mana langkah yang akan kamu ambil?” tanya Vita balik.


Langit tesenyum kecut mendengar Vita yang malah bertanya balik kepadanya. “Karena aku lebih mencintai keluargaku dari pada perasaan cintaku kepadamu Vit.” Langit menjawab dengan begitu lantang. Menandakan bahwa Vita sama sekali tidak bisa bersaing di dalam rasa cintanya.


Vita bahkan sama sekali tidak menyangka jika pria yang dia cintai akan berkata seperti itu kepadanya. “Perasaan cinta aku begitu besar kepada orang tuaku, hingga aku lebih memilih mereka dibandingkan aku harus memilih kamu Vit, maaf tetapi itu kenyataannya.” Vita merosot ke bawah. Dia begitu tidak menyangka dengan semua kalimat yang dilontarkan oleh Langit.


Sedangkan Langit, yang melihat Vita sedang berada di sebuah ambang perasaan, kini memilih untuk pergi meninggalkan wanita itu seorang diri. Tanpa pernah ada kata perpisahaan di antara mereka.


“Langggiitt kamu jahat,, kamuuu jahattt,” teriak Vita, ketika menyadari bahwa peoa itu sudah mencampakannya begitu saja.


Padahal sudah terlihat jelas jika dia selalu saja membela Langit di depan papah dan omanya.


Dia bahkan mengatakan dengan lantang kepada papahnya, jika memang harus dirinya mengikuti agama dari Langit. Papahnya tidak boleh mengatur ataupun membantahnya.


Meskipun papahnya belum menjawab iya ataupun menyetujuinya. Vita akan tetap memperjuangkan Langit.


Tetapi pada kenyataannya, pria yang ingin dia perjuangkan, saat ini terlihat begitu jelas jika dirinya tidak ingin Vita sama sekali ada dikehidupannya. Membuat Vita bertanya – tanya, apa makna dirinya untuk Langit selama ini?


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*

__ADS_1


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*


__ADS_2