Hot Mother 2 ( Akibat Cinta Dari Pertemanan )

Hot Mother 2 ( Akibat Cinta Dari Pertemanan )
Partner Ranjang Part II ( 17 )


__ADS_3

🌹 Happy Reading ya Gengs 🌹


Di saat pria bertopeng itu baru saja ingin menyentuh Vita, terlihat Brio yang masuk dengan menampilkan wajah seriusnya.


"Why?" tanya Pria itu bingung.


"Mommy dan Daddy ada di Indonesia, aku harus segera pulang dengan membawa wanita ini, aku tidak mau mereka curiga dan malah mendatangi Vila ini," jawab Brio dan segera bergegas menarik Vita untuk pergi.


"Ini semua pasti gara-gara Mezty yang mengadu dengan mereka. Aaahhhh sialll wanita ini berada di bawah perlindungan mommy, jika tidak aku akan menghabisinya," Brio paling tidak menyukai jika ada seseorang yang mau ikut campur pada masalahnya, dan dia pastikan akan mencari cara untuk menghancurkan Mezty dan kehidupan wanita itu.


Pria bertopeng itu hanya bisa melihat kepergiaan Brio dan Vita, sebenarnya dia tidak ingin sama sekali menyentuh tubuh Vita, tetapi karena sebuah dendam, dia harus melakukaanya.


****


Di dalam pesawat, Brio terlihat menutup matanya sejenak, sepertinya dia kelelahan karena tidak ada istirahat dari kemarin. Begitupula dengan Vita, sedari tadi dia hanya diam dan menatap ke arah luar dari jendela. Lama kelamaan dia akhirnya juga tertidur di sebelah Brio.


Namun, siapa sangka ternyata Brio tidak benar-benar tidur, dia menatap ke arah wajah Vita yang terlihat tertidur pulas.


Sejenak dia bisa berpikir tentang keadaan Vita, dan mengambil obat P3K dari dalam nakas, dan mulai mengobati luka di kepala Vita.


****


Tidak membutuhkan waktu lama untuk keduanya mengudara, saat ini Brio meninggalkan Vita begitu saja di bandara.


Vita memandang kepergiaan Brio dengan tatapan benci, dia pasti akan membalas semua perlakuaan jahat pria ini kepadanya.


Tanpa berpikir panjang lagi, Vita juga memilih untuk pulang ke rumah, terlalu banyak beban yang dia pikul sendiri. Hingga membuatnya sangat kelelahaan.


Sesampainya di rumah, Vita terkejut melihat Papah dan omanya yang sedang berada di depan pintu.


Sepertinya mereka ingin keluar, namun terhalang dengang kedatangan Vita.


"Vita sayang, kamu sudah pulang Nak, Vita," seru Jendra yang langsung meneteskan air matanya, ketika melihat putrinya pulang dalam keadaan baik-baik saja.


Vita menganggukan kepalanya pelan, dengan menangis kencang meluapkan segala rasa sesak di dadanya.


"Jendra, lebih baik kamu mengajak Vita masuk ke dalam dulu," ucap Vina, merasa kasihan melihat penampilan cucunya yang sangat berantakan.


Jendra mengikuti kalimat mamahnya dan perlahan menuntun anak gadisnya masuk ke dalam untuk beristirahat sejenak.


Setelahnya mereka duduk di ruang tamu, Vita langsung berlutut di kaki papahnya memohon pengampunan.

__ADS_1


"Pah, maafkan Vita, Pah, ampuni semua kesalahan yang Vita lakukaan Pah, Vita terpaksa melakukaan ini semua,hiskk,.hiskk," tangisnya tidak mampu terbendungkan lagi.


Sakit, hanya itu yang sedang dirasakan oleh Jendra, ditambah lagi tanda kisssmarkkk yang bersarang di leher dan tubuh mulus putrinya.


"Apakah pria itu adalah pria yang sama dengan yang mengantarkanmu malam itu?" tanya Jendra, merasa begitu penasaraan dengan sosok itu.


Vita hanya diam, tidak berani untuk mejawabnya.


"Jawabb Vita! Jangan diam saja!" Jendra sudah tidak bisa menahan lagi rasa gemuruh di hatinya.


Vita naik duduk di kursi dengan dibantu oleh Vina.


"Papah tidak menyangka, kenapa kamu membohongi papah Vit, kenapa?"


"Pah,,pah, i'am soory pah, i'am soory, pleaseee, forgive me, pleasse," tangis Vita hingga terisak. Ini pertama kalinya dia melihat papahnya begitu marah padanya.


Jendra menatap Vita dengan tatapan yang begitu kecewa, "kenapa kamu tidak menceritakan semuanya kepada papah Vit, kenapa kamu tidak menganggap papah adalah orang tua kamu yang bisa membantumu untuk menyelesaikan semua masalah ini."


"Aku sangat takut pah, aku takut papah akan marah dan pria itu akan menghancurkan keluarga kita pah."


"Pah, Vita tahu, jika papah tidak akan pernah memaafkan Vita, tetapi putrimu ini akan selalu meminta maaf dengan semua kesalahaan ini," Vita sudah tidak tahu lagi bagaimana caranya agar papahnya bisa mengerti dengan posisinya saat ini.


"Sudahlah Jendra, ini bukan salahnya untuk meminta penjelasaan pada Vita, yang jelas kamu sudah tahu, bahwa putri kamu melakukaan semua ini, karena ingin melindungi keluarga kita," Vina, mencoba untuk menengahi keadaan yang ada.


Jendra terduduk di lantai, dengan tangan yang menutupi wajahnya. Menahan tangisnya agar tidak tumpah ruah melambangkan kelemahaanya.


"Hiskkk,,hisskk,,hiisskk, aku adalah ayah yang gagal Mah, aku tidak bisa melindungi anak aku sendiri, kenapa Vita menanggunya sendiri, kenapa tidak bercerita dengan papah, ya Tuhan."


"Apakah Vita tahu, ketakutaan terbesar papah atas karma yang dulu papah lakukaan ke mamah kamu, papah menyesali itu semua Vita, dan berharap hukumannya akan jatu ke papah, tapi kenapa kamu yang harus menanggung semuanya."


"Paaahhh," panggil Vita dan langsung memeluk tubuh papahnya dengan sangat erat.


Siapapun yang melihat ini semua, pasti akan paham. Begitu besarnya cinta Jendra pada Vita.


Namun dia sadar, bahwa kesalahaanya di masa lalu, tidak akan pernah membuat Vika mau menerima permintaan maafnya.


Vita mulai bercerita kejadiaan awal di saat dia bertemu dengan Emma, bagaimana Emma menjebaknya dan semua segala kejadian ancaman serta kontrak yang dibuat oleh Brio kepadanya.


Jendra menatap ke arah Vina, untuk meminta bantuan dalam mengambil keputusaan saat ini.


"Kita sembunyikan saja Vita di Negara papah kamu, mamah yakin, jika pria itu tidak akan pernah bisa mencari Vita sampai ke sana," ucap Vina, dengan yakin.

__ADS_1


"Tetapi hukum harus tetap berjalan mah, aku-,"


"Jangan Jendra, Vita saat ini masilah seorang selebritis, kamu mau jika pria itu malah menyebar aib atau semua yang dia dapatkan dari Vita."


"Dia bukan orang sembarangan Jen, kalau sampai dia mempunyai pesawat Jet dan bisa mengakses semua infomasi keluarga kita, mamah gak yakin, jika Vita akan lepas begitu saja dari pria itu," Vina berpikir secara matang dalam keadaan ini.


Menurutnya, saat ini hal yang paling penting untuk dilakukaan adalah melindungi Vita, bukan menjerumsukaanya pada hal-hal yang akan membuatnya semakin jatuh.


Sedangkan Vita yang sudah merasa tidak kuat menghadapi papah dan omanya, kini memilih untuk berdiri dan melangkah masuk ke dalam kamar yang ada di lantai dua.


"Vita," panggil Jendra lagi, namun Vita sama sekali tidak mengindahkan panggilan tersebut, dan terus saja melangkah masuk dan mengunci dirinya di dalam kamar sendiri.


*****


"Aaarrrrggghhhhhhhh," teriak Vita sekeras mungkin, meluapkan segala emosinya.


Dia memecahkan semua barang-barang yang ada, "aku pasti akan membuatmu membayar semua yang kamu perbuat saat ini Briooo, aku akan membunuhmu,,aku akan membunuhmu," teriaknya benar-benar menumpahkan segala kebenciaan pada nama Brio.


***


Sedangkan di sisi lain, Brio yang baru saja sampai di rumah, kini terlihat begitu santainya melangkahkan kakinya masuk tanpa mempunyai beban atau rasa bersalah sama sekali.


"Dari mana saja kamu?" tanya suara yang tiba-tiba muncul di belakangnya.


Brio memutar bola matanya malas, dan memilih menjawab dengan mengedikan bahunya singkat. Lalu kembali melangkah masuk ke dalam kamarnya.


Dia paling tidak suka jika ada yang bertanya ataupun ingin mencampuri urusan pribadinya.


"Menyebalkan," umpatnya sebelum dia benar-benar pergi.


**To Be Continue. *


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganyaπŸ₯° jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*

__ADS_1


*Terima kasih**πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»*


__ADS_2