Hot Mother 2 ( Akibat Cinta Dari Pertemanan )

Hot Mother 2 ( Akibat Cinta Dari Pertemanan )
Chapter 27


__ADS_3

🌹 Happy Reading 🌹


Jam pulang kantor tiba, dan sesuai perjanjian dengan Arvan tadi, Alson dan Vika saat ini tengah melakukan perjalan menuju Mansion Lesham.


Tak lupa keduanya mengganti pakaian di toko baju, agar terlihat lebih santai lagi.



Selama perjalanan mereka terlihat sangat mesra sekali, Alson yang tak henti-hentinya mencium punggung tangan Vika.


"Jangan di cium terus ih," seru Vika dengan malu-malu meong.


Alson tersenyum dengan itu, "ehm sweetheart sepertinya aku harus segera menikahmu," ucap Alson.


"Jangan terburu-buru deh, lebih baik kita saling mengenal dulu baru kita nikah, ehm minimal sebulan ini lah, oke." balasanya dengan lembut agar Alson mau mengerti.


Dengan mengenduskan nafasanya pasrah, Alson menganggukan kepalanya singkat tanpa menjawab.


Sedangkan Vika langsung menyenderkan kepalanya di bahu kekasihnya, cccuuuppp Alson memberikan kecupan singkat di kening Vika.


"I love you darling," lirihnya pelan.


Lalu Vika membalas dengan mencium bahu Alson, dan menghirup aroma tubuh kekasihnya. "I Love you more and more, jangan tinggalin aku ya, apa pun yang terjadi jangan kecewakan aku," imbuh Vika pelan di telinga Alson.


"Aku akan selalu bersamamu dalam keadaan apa pun, bantu aku untuk memperjuangkan restu ibu, aku yakin pasti bisa," jawab Alson dengan yakin.


"Pasti," balas Vika dengan menatap wajah Alson dan di balas kecupan singkat di bibirnya.


Tak memakan waktu lama, saat ini keduanya telah sampai di Mansion milik keluarga Lesham.


Alson dan Vika turun dari mobil, lalu mereka berjalan dengan bergandengan tangan, tanpa ingat jika banyak yang memperhatikanya.


Dan ketika mereka masuk, hanya terlihat Arvan dan Freya yang sudah di meja makan, sedangkan Aiden, Stella dan Arnon masih di kamar mereka masing-masing.


"Papah hallo," Sapa Alson dengan ramah.


"Hallo uncle," Sapa Vika mengikuti itu.

__ADS_1


Dengan wajah datarnya Arvan terus menatao mereka, bahkan sampai membuat Freya yang di sebelahnya merasa sangat gugup. "Silahkan kalian duduk," seru Arvan dengan tegas.


Lalu Alson melangkah untuk menarik kursi dan mempersilahkan Vika untuk duduk, lalu dia ikut duduk di sebelahnya.


Vika mencoba untuk tersenyum kepada Arvan, namun ketika Arvan tak membalasnya dia akhirnya menundukan kepalanya takut.


"Alson, coba kamu pergi ke atas dan panggil Aiden untuk turun, akhir-akhir ini dia terlihat suka sekali lembur." Titah Arvan pada Alson.


Sejenak Alson menggengam tangan Vika untuk memberikan kode bahwa semua akan baik-baik saja. Lalu dia melangkah ke dalam lift untuk memanggil sepupunya untuk turun.


Dan tak lama munculah Arnon yang lebih dulu menambah kegugupan di wajah Vika.


Arvan sejenak menatap ke arah Arnon dan Freya, hingga membuat Freya yakin jika pasti Arvan akan melakukan hal yang tidak baik.


"Ehm saya akan menyuruh pelayan untuk menghidangkan makanan dulu." seru Freya dengan berdiri dari posisinya.


"Tidak perlu, karna kami masih akan menunggu satu tamu lagi." Balas Arvan dengan tegas.


Dan mendengar itu Freya langsung kembali duduk ke tempatnya.


Tinggg,,tonggg bel Mansion berbunyi, dan pelayan segera membukanya.


"Hallo Uncle Arvan, hallo Uncle Arnon, hallo Freya dan kamu-" serunya dengan sopan menyapa satu persatu orang yang ada.


"Hallo Alice, silahkan duduk." sahut Arvan berbeda reaksi ketika Vika datang tadi.


"Baik Uncle," balasnya dan segera mengambil posisi di sebelah Vika.


Dan setelah itu, dalam suasana hening pelayan mulai menghidangkan makanan satu persatu.


Namun pelayan itu bingung ketika melihat piring Vika yang masih rapi.


Dan dari jauh Freya memberikan kode agar mengikuti gerakanya.


"Silahkan di makan." Seru Arvan lagi.


Arnon yang sedari tadi diam kini menatap ke arah Vika lalu ke arah Wanita itu dengan pandangan cueknya.

__ADS_1


"Uncle makanan ini sangat enak sekali, dan aku menyukainya," ucap Alice dengan lembut, dan itu membuat Arvan tersenyum.


"Benar, makanan ini sangat enak sekali." sahut Vika dengan senyum yang menawan,dia memang selalu replek jika sedang mememuji sesuatu.


Arvan tersenyum sinis mendengar itu, "ketika orang lain mengatakan makanan ini enak, lalu kamu juga mengkutinya, coba kamu lihat apa kah seorang model yang go internasional seperti kamu tidak pernah belajar cara berpakaian? Sehingga pakaian seperti itu kamu gunakan untuk bertemu denganku?, coba kamu lihat di sebelahmu!" Ucap Arvan menunjuk sosok Alice yang berada di sebelah Vika.


Vika terdiam dan ada rasa ingin menangis mendengar ucapan itu, namun dia berusaha untuk menetralkanya.


"Dia hanyalah seorang Dokter di rumah sakit milik adik saya, tapi dia mengerti cara tata aturan sopan ketika berkunjung, bukan sembarangan memakai sebuah dress yang sependek itu. Alice adalah sosok wanita yang sangat baik dan juga pintar. Dia tau caranya menjaga diri agar tidak tergoda oleh laki-laki di luar sana, apa lagi sampai menyerahkan kehormatanya hanya karna sebuah cinta, dan sosok seperti inilah yang paling cocok untuk menikah dan hidup bersama Alson, bukan wanita seperti kamu yang bahkan harga diri saja sudah tidak punya." Cerca Arvan dengam begitu pedas kepada Vika.


Sontak Vika berdiri dan menatap tajam ke arah Arvan.


Freya dan Arnon yang melihat itu langsung menatap satu sama lain, karna yang bisa menghentikan Arvan hanyala anak-anaknya dan Stella, namun sampai sekarang Stella masih belum turun dari kamarnya.


"Mungkin saya memang sudah tidak mempunyai kehormatan seperti wanita lainya, tapi jika di tanya soal harga diri, tentu saja saya masih memilikinya, bahkan saya masih menjunjung itu sampai sekarang, Anda memang penguasa Master, tapi Anda tidak berhak untuk menjudge seseorang tidak memiliki harga diri sebelum Anda mengetahui tentang kebenaranya." Seru Vika dengan tegas.


Namun Arvan hanya mendengarnya dengan santai. Bahkan dia melihat sosok Aiden dan Alson yang baru saja keluar dari lift tanpa Vika menyadari itu.


"Anda mengatur kehidupan Alson, dengan mengatakan mana yang pantas dan tidak pantas untuk bersanding denganya, lalu tanyakan pada dirimu, apa Anda pantas untuk bersanding dengan istri Anda? Apakah setelah 26 tahun Anda melepasakan istri dan Anak Anda lalu memintanya kembali itu juga termasuk sebuah harga diri. Saya datang ke sini karna undangan Anda dan Alson yang megatakan jika Anda ingin bertemu dengan saya, bukan keinginan saya jika datang," lanjutnya menyinggung masa lalu Arvan yang dia ketahui dari cerita Alson.


"Dan jika Anda meminta saya untuk meninggalkan Alson untuk wanita ini, itu tidak akan terjadi! Karna selama Alson masih mencintai saya dan membutuhkan saya, maka saya akan terus selalu bersamanya.


Dan kalimat itu sontak membuat Alson tersenyum dengan penuh kebahagiaan.


Arvan merasa sangat marah mendengar itu semua, dia langsung berdiri dan menentang keras hubungan putranya dengan Vika.


"Kamu tidak akan pernah menginjakan kaki di Mansion ini atau di perusahaanku lagi."


To be continue.


Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎


**Jangan pelit! Mimin, *Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya😘😘 *


Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭


Terima kasih🙏🏻🙏🏻

__ADS_1


Follow IG Author @Andrieta_Rendra


__ADS_2