Hot Mother 2 ( Akibat Cinta Dari Pertemanan )

Hot Mother 2 ( Akibat Cinta Dari Pertemanan )
Chapter 51


__ADS_3

🌹 Happy Reading 🌹


Di pagi hari yang menyeruak matahari yang sudah bersinar dengan sangat indah. Menambah suasana yang sangat menyegarkan pagi ini.


Hari ini karna kecanggihan alat ciptaan dari Arvan, Mata Vika sudah bisa di buka dan berharap jika dia sudah bisa melihat kembali.


"Sayang kamu jangan tegang ya, rileks aja ya darling," ucap Alson memberikan kekuatanya dengan menggenggam tangan istrinya. Di susul oleh Jenni yang mengusap pundak Menantunya itu agar tidak tegang dan berpengaruh dengan kesehatanya.


Stella tersenyum melihat Alson yang begitu setia mendampingi serta memberikan kekuatanya pada Vika.


Sedangkan Freya kini memilih menutup matanya, menahan rasa iri karna kebahagiaan Vika yang memiliki suami penyayang dan pengertian seperti Alson. Tidak seperti suaminya yang Toxic.


"Apakah kamu sudah siap melihat dunia kembali Vik?" tanya Stella dengan lembut. Dan di jawab anggukan kepala olehnya.


"Baiklah kalo begitu, kita mulai buka perbanya ya," ucapnya lagi, lalu memulai menggerakan peralatanya itu membuka perban mata Vika.


Perlahan tapi pasti perban itu di buka, dan ketika sudah tidak ada lagi. Stella menyinarinya dengan alat canggih yang telah di ciptakan oleh Lord Master.


"Dalam hitungan ke tiga, kamu sudah boleh membuka matamu dengan perlahan ya Vika," seru Stella setelah selesai menyinari mata Vika tersebut.


"Satu,,duaa,,tigga," hitungnya mulai memberikan aba-aba.


Dengan perlahan Vika membuka matanya yang masih sedikit terasa perih, dia merasa agak kabur dan sedikit pusing di kepalanya.


Namun Vika berusaha menetralkanya dengan menutup mata itu kembali dan membukanya lagi dengan perlahan.


Alson dan yang lainya terlihat harap cemas menunggu hasilnya, Vika mulai tersenyum manis menampilkan gigi gingsulnya ketika melihat wajah Alson dengan jelas.


Dia langsung memeluk tubuh suaminya, dengan menangis histeris tanpa suara. Karna meskipun dia sudah bisa melihat, namum pita suaranya masih belum bisa di kembalikan.


"Sayang kamu sudah bisa liat aku, sayang hey," seru Alson dengan girang menangkup wajah istrinya dengan tangan untuk memastikan jika Vika tidak keliru.


Dan di saat dia melihat anggukan kepala pelan dari Vika, membuat Alson menangis menahan haru kebahagiaan yang sangat besar.

__ADS_1


"Thank you god of father you're the best. You give us our happiness back, the most beautiful blessing. I love you God," serunya sambil memelul erat tubuh istrinya, dan sesekali mencium kedua mata Vika dengan sayang.


Semua yang ada di situ terlihat tersenyum bahagia melihat kemesraan keduanya.


Tak terkecuali Arvan, yang tersenyum memandang anak dan menantunya. "God Father, hampir saja saya melepaskan senyum kebahagian putra kita untuk keegoisan ku," batinya yang menyesali sikapnya kemarin.


Vita yang melihat Mamahnya sudah bisa melihat kini langsung menggahambur ke pelukan Papah dan Mamahnya. "Mamah, Papah," serunya dengan suara khasnya.


Alson dam Vika tersenyum memeluk Vita ke dalam dekapan mereka, "this is my girl so wonderfull life," ucap Vika dengan lembut.


"This is My Angel, you're so awesome baby, Papah love you," timpal Alson yang memeluk putri tirinya itu dengan kasih sayang.


Tidak ada niat dalam hatinya untuk membedakan antara anak tiri dan anak kandungnya kelak. Baginya menerima Vika sudah wajib menerima Vika. Tidak akan pernah ada istilah anak kamu, anak dia dan anak yang lainya.


Bagi Alson Vita adalah putrinya, karna Vika adalah istrinya. Dan itu adalah takdir yang harus dia jalani saat ini. "Love you Papah, Love You Mamah, Vita bahagia sekarang sudah punya dua orang tua," bahagianya menyuarakn wajahnya dengan penuh riang gembira.


Sontak saja Vika menangis melihat itu, melihat tatapan kasih sayang dari orang-orang sekelilingnya. Dan bahkan saat ini dia bisa melihat jelas wajah Lord Arvan yang dulu pernah menentang hubungan mereka. Lalu dia beralih menatap ke arah Stella yang sangat berjasa di dalam hidupnya.


Dia meminta ponsel Alson untuk menuliskan kalimatnya di sana. "Aunty, terima kasih karna sudah membantu penyembuhan saya, mungkin jika bukan karna berkat jasa Aunty, sampai detik ini Vika tidak akan pernah bisa melihat kembali. Terima kasih Aunty. Bagi Vika Aunty adalah pahlawan bagi Vika," tulisnya di dalam note ponsel milik suaminya. Dan memperlihatkanya pada Stella.


Lalu Vika menoleh pada Jenni yang berada di belakangnya, "hallo, Mamah Jenni kan?" Tulisnya bertanya pada sosok Jenni.


"Iya, saya adalah Jeniffer Mamah dari Alson dan ibu mertua kamu," jawab Jenni dengan senyum di wajahnya.


"Senang bertemu dengan Mamah, terima kasih karna sudah melahirkan putra yang hebat seperti Alson dan menerima Vika sebagi menantu Mamah dengan segala penuh kekurangan," tulisnya lagi. Yang membuat Jenni langsung memeluknya dengan sayang.


"Sama-sama, kamu jaga putra Mamah dengan baik ya, dia adalah laki-laki yang penyayang. Terus gengam tanganya kemanapun dia melangkah nantinya," balas Jenni menitipkan putranya pada Menantunya.


Vika menganggukan kepalanya menigiyakan pesan dari mertuanya itu, dan kini tatapanya kembali pada Arvan yang tersenyum padanya dan Vika membalasnya dengan senyuman manis.


Dan di saat suasan sedang haru bahagia, tiba-tiba saja Mario masuk dengan suaranya yang ribut. "Arvan coba kamu lihat itu asisten mu sudah matikah atau masih hidup? Ini sudah jam 1 siang mereka masih belum bangun," seru Mario yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari para Harimau-Harimau galak.


Membuatnya langsung menelan salivanya kasar, "Van, ayo Van nanti dia overdosis kenikmatan," lirih Mario menarik tangan Arvan sebelum mendapatkan amukan Harimau bertanduk.

__ADS_1


Arvan yang menyadari situasi saat ini sedang mencengkram, kini perlahan mengikuti langkah Mario yang keluar kamar, dengan melangkahkan kakinya satu persatu dengan hitungan detik.


Jenni dan Eden mengerti apa yang akan di lakukan dengan dua aki-aki tua ini. Langsung mengikuti langkahnya mereka.


"Arvan Varizal," teriak Jenni menghentikan langkah Suaminya yang ingin menggangu pasangan baru itu.


"Mario Jonathan," teriak Eden juga yang tak habis pikir melihat kelakuan aki-aki tua ini.


Mario dan Arvan seketika menghentikan langkahnya dan menelan salivanya kasar. "Kamu sih tadi teriak-teriak kan di dengar," lirih Arvan dengan suara yang kecil.


"Ya kan gak tau kalo Harimau-Harimau ini memiliki pendengaran setajam silet," jawabnya santai.


Dan tak lama kemudian, mereka kembali mendapatkan hukuman dari Harimau mereka masing-masing.


"Kalo kalian sampai menggangu pengantin baru, maka kreteekk," ancam Eden dengan mempraktekan lehernya patah.


"Tamatlah riwayat kalian semua," sambung Jenni dengan tatapan tajamnya.


Mario dan Arvan saling menelan salivanya kasar, memperhatikan jika diri mereka saat ini telah di jajah oleh Wanita.


"Kita harus perjuangkan harga diri kita sebagai papah rumah tangga," yakin mereka berdua, dan bersamaan menganggukan kepalanya penuh keyakinan, lalu mereka melangkah ke arah istri mereka masing-masing. Dan menggendongnya ke kamar.


"Hey lepas, kalian mau bawa kami kemana," teriak Jenni dan Eden bersamaan.


Namun keduanya aki itu tak menghiraukan, mereka terus menggendong istri mereka masuk ke dalam kamar. Tanpa perduli jika banyak orang yang melihat kekonyolan mereka.


To be continue.


Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘 *


Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭

__ADS_1


Terima kasih🙏🏻🙏🏻


Follow IG Author @Andrieta_Rendra


__ADS_2