Hot Mother 2 ( Akibat Cinta Dari Pertemanan )

Hot Mother 2 ( Akibat Cinta Dari Pertemanan )
Partner Ranjang Part II ( 69 )


__ADS_3

🌹 Happy Reading Gengs 🌹


Ancaman yang diberikan Mario benar - benar tidak main - main.


Pagi ini, Vita yang sedang berusaha untuk mencari jalan keluar untuk masalahnya. Kini semakin terpuruk dengan berita yang beredaran pagi ini.


Apa lagi, netizen - netizen kini mulai menyerang di kolom komentar Instagram miliknya. Membuat dirinya benar - benar tertekan.


“Melly.” Ucap Vita, ketika managernya itu menyusul dirinya yang masoh berada di Bekasi.


Vita sampai meminta layanan incognito pada Resepsionis agar tidak ada satupun wartawan yang bisa mengetahui di kamar mana dirinya sedang menginap.


Ya, semalam Vita meminta pindah kamar, karena kamar yang semalam dia tempati itu, sudah diketahui beberapa wartawan lainnya. Sedangkan sejak pagi Vita ingin keluar, tetapi di depan hotel sudah sangat ramai para wartawan yang menunggu dirinya keluar.


“Apa yang harus kita lakukkan sekarang?” Tanya Melly pada Vita.


Sumpah, bahkan dia sebagai Manager saja tidak bisa mencari jalan keluar untuk artisnya ini. “Om Jendra sedari semalam sudah berusaha menekan berita - berita ini,”


“Terus hasilnya?” Tanya Vita pada Melly. Karena memang sejak semalam dia tidak berkomunikasi dengan siapapun.


Ponselnya sengaja dia matikan, agar tidak ada seorangpun yang bisa melacak keberadaanya.


“Tidak bisa.” Jawab Melly dengan wajah yang sudah begitu putus asa.


“Tidak bisa?”


“Bagaimana bisa? Bukankah Papah dan Opa juga punya apa lagi saham dalam perusahaan Media.” Umpat Vita merasa kesal, ketika kekuasaan Papahnya tidak bisa membantunya sama sekali.


Melly juga membenarkan kalimat dari Vita itu, “Aku sepertinya tahu, siapa yang dapat membantumu.” Ujar Melly pada Vita.


“Siapa?” Vita begitu antusias mendengarnya. Dia ingin segera bebas dari semua masalah ini.


“Bukankah kamu pernah bilang, jika suamimu adalah seorang ahli multimedia.”


“Jadi aku rasa kalau dia bisa membobol sistem media, dan menghentikan berita itu sendiri.” Saran Melly kepada Vita.


“Itu tidak mungkin lagi sepertinya.” Balas Vita dengan cepat.


“Kenapa tidak mungkin?”


“Karena Papah aku sudah mengajukan pembatalan pernikahaan untuk aku dan Brio, jadi aku rasa, masalah aku ini mereka tidak mau tau.” Jelas Vita pada Melly.


Pupus semua sudah harapan untuk keluar dari masalah ini. “Masalahnya sepertinya tidak akan redah, jika tidak ada masalah atau berita yang lebih hot dari pada ini.” Ujar Melly pada Vita.


Melly menatap ke arah Vita, yang terus saja duduk termenung, dengan air mata yang mulai membasahi pipinya. “Aku tidak tahu, kenapa semua masalah jadi serunyam ini.” adunya pada Melly.


“Vita, Melly.” Tegur Langit yang baru saja tiba di kamar Vita.

__ADS_1


Dari semalam memang dirinya juga sudah tidak bisa pulang, akibat Wartawan yang memblok jalan keluar.


“Baca berita ini!” Langit menunjukan sebuah artikel baru pada Vita dan Melly yang baru saja keluar pagi ini.


Breaking News, fakta yang begitu menarik datang dari model cantik Alvita Natasya diketahui mempunyai penyakit depresi yang begitu menyakitkan, yang didapat dari sumber terpercaya , jika depersi ini kambuh, Vita bisa mengalami koma atau bahkan menagis terus sepanjang hari.


Bahkan keluarganya sering sekali membawanya keluar rumah sakit jiwa. Apakah? Penyebab utama Vita mengalami depresi ini?


Permisa, sampai sekarang reporter kami masih menunggu penjelasan dari Vita yang bersangkutan yang diketahui sampai saat ini masih berada di dalam hotel bersama dengan orang ketiga hubungannya bersama dengan Gabrio Jonathan.


“Ahhhhhhhhhh,” teriak Vita, diiringi dengan tangisnya. Bahkan Ponsel Langit yang berada di tanganya itu, dibiarkan jatuh begitu saja.


“Aku tidak tahu kenapa semua berita ini bisa tersebar.” Ucap Vita dengan begitu histeris.


“Vit, tenanglah Vit.” Langit berusaha menenangkan wanita itu.


Vita yang terus saja menangis, berusaha tidak mau di sentuh oleh siapapun.


“Jangan menyentuhku! Jangan menyentuhku!”


“Aku tidak tahu siapa yang melakukkan ini!!!????” Teriak Vita, lebih histeris. Bahkan dirinya sudah tidak mau ditenangi oleh siapapun.


Vita merasa sangat sakit dan stress melihat brita yang terus saja beredaran.


Permis : tersebar foto - foto syur yang di duga adalah foto Vita bersama dengan laki - laki yang tidak terlihat wajahnya.


Semakin waktu berjalan, semakin banyak berita yang tersebar luas di luar sana. “Apa - apain?”


“Apakah segitu cepatnya, sesorang mengedit foto - foto Vita menjadi foto tidak senonoh seperti itu?” Melly menatap ke arah Langit, yang sebenarnya sama sekali tidak mengerti dengan semua masalah ini.


“Hiskkk,,,hiskkk, aaahhhhhh,” teriak Vita, dengan terus menjambak rambutnya, meluapkan amarahnya.


“Vita.” Tegur Melly, ketika melihat darah yang mengalir di kaki Vita.


“Langit, cepat tolong Vita!!” Perintah Melly, tergesa, karena Vita sudah mulai mengerjap - ngerjapkan matanya.


Langit langsung menggendong tubuh Vita, dan meletakannya di atas tempat tidur. “Cepat telpon dokter kandungan!” Sentak Langit pada Melly yang hanya berdiri dan memperhatikan Vita tanpa melakukkan apapun.


“Aaaaahhhhh,” teriak Vita, mulai merasakan sakit di perutnya.


“Dokter,, dokter,,dokter,” tubuh Melly gemetaran, memegang ponselnya mencari nomor kontak dokter.


“Cepat Melly! Cepat!” Perintah Langit lagi, karena darah yang keluar semakin banyak.


“Iy- iya - iya,” Melly dengan perasaan takut dan buru - buru menelpon dokter agar segera datang ke kamar Vita.


“Aaaahhhh,,sakittt,” eluhan Vita kembali terdengar, bahkan dia yang tadinya ingin pingsan, kini tidak jadi, karena sakit yang dia rasakan lebih terasa.

__ADS_1


Langit yang bingung mencoba menyelimuti tubuh Vita, agar darahnya tidak terlihat oleh yang lainnya.


“Dokternya akan datang dalam 15 menit.” Ucap Melly pada Langit.


“Tak cukup cepat!” Respon pria itu, yang mendapatkan tatapan tajam dari Melly.


“Jika kamu bisa mencari dokter lain yang lebih cepat! Maka kamu pergi cari sendiri!”


“Sudah! Kalian diam!” Pekik Vita, merasakan perutnya semakin sakit, mendengar dua orang yang malah bertengkar di hadapannya ini.


Tidak lama kemudian, karena tidak kuat lagi, Vita perlahan lahan mulai tidak sadarkan diri. Membuat Langit dan Melly menjadi lebih khawatir kepadanya.


“Vit,, Vitaaaaa.” Panggil Melly, sembari menepuk - nepuk pipi Vita, namun tidak ada respon.


“Hisk,,hisk,, hue ,, hue, Vita,” suara terdengar begitu bergetar, ketakutan melihat Vita yang tidak sadarkan diri.


“Melly,” panggil Langit, agar wanita itu menjauh dari Vita untuk sementara, ketika Dokter baru saja sampai untuk memeriksa Vita.


“Bisakah kalian keluar sebentar?!” Perintah Dokter tesebut, meminta agar Langit dan Melly keluar sebentar dari kamar Vita.


Melly menggelengkan kepalanya, pertanda dirinya tidak ingin keluar dan mau terus berada di sisi Vita. “Melly, kita keluar sebentar!” Ajak Langit, yang langsung menarik Melly dan tidak menerima penolakan.


Dokter yang melihat teman - teman dari pasien tersebut sudah keluar, kini mulai melakukkan pemeriksaan fisik pada Vita.


Sekitar sepuluh menit dia melakukkan pemeriksaan, akhirnya dokter itu keluar memanggil Langit dan Melly. “Kalian harus membawa teman kalian itu ke rumah sakit!”


“Saya tidak bisa memeriksa secara menyeluruh, jika tidak memiliki alat yang mengsupport karena keadaanya sudah gawat sekali.” Jelas dokter itu, yang menunggu dengan harap cemas jawaban dari ke dua teman Vita.


Langit menatap Melly, yang sedari tadi hanya menggelengkan kepalanya saja. “Baik Dok, bisakah kita mendapatkan ambulance untuk membawa Vita ke rumah sakit?” Tanya Langit, yang dijawab anggukan kepala oleh dokter tersebut.


“Saya akan membantu prosesnya.” Dokter tersebut, lalu mengabari staf rumah sakit untuk menyiapkan ruang tindakan untuk Vita, dan tak lupa dirinya menelpon rumah sakit untuk mengirimkan ambulance ke hotel tempat Vita menginap.


*To Be Continue. **


Note: teman - teman, Mohon Maaf ya, Mimin mau ngabarin, kalau Give Awaynya Mimin Pindah untuk Karya It’s So Hurts. Karena Mimin tidak bisa melihat hasil kalian jika tertumpuk dengan poin - poin yang lama.


Jadi Mimin pindah ya, Dukungan Give Away karyanya untuk Karya It’s So Hurts 🙏🏻🙏🏻


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*

__ADS_1


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*


__ADS_2