Hot Mother 2 ( Akibat Cinta Dari Pertemanan )

Hot Mother 2 ( Akibat Cinta Dari Pertemanan )
Chapter 60


__ADS_3

Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke 🥰


Jangan sinder 😘😘


🌹 Happy Reading 🌹


Saat ini seluruhnya tengah berada di ruang makan dengan Arvan dan Mario yang tak henti-hentinya menatap penuh ancaman pada dua aktor tak tau diri ini.


Eden yang sedari tahun kapan sangat menginginkan pertemuan ini, kini selalu menempel pada Sharukhan dan melupakan suaminya yang sedang on fire itu.


"Ehheemm,,eeehhheemm," kodenya agar istrinya itu menyadari keberadaanya.


Namun bukanya perduli, Eden malah memeluk lengan kekar dari sharukhan itu, membuat sendok besi di tangan Mario kini sudah bengkok tidak karuan.


"Ini di makan, ini sangat enak loh," ucap Eden sambil menyendokan beberapa makanan ke pir


"Ehheem,,ehheem,,eheem," kodenya berulaang-ulang namun tak kunjung mendapatkan perhatian dari istrinya.


Sampai Alson yang berada di sebelahnya kini langsung memberikan segelas air putih pada Mario, "minum Dad, dari tadu batuk gitu," ucap Alson pelan namun berhasil membuat Mario semakin kesal.


Berbeda dengan Arvan yang saat ini sedang duduk di sebelah Salaman khan, sebagai pembatas agar Jenni tidak bersentuhan kulit dengan Aktor tampan itu.


"Makan,,makan ayo makan," ucap Arvan menyendokan makanan ke dalam piring Salman tan perkiraan. Hingga piring itu sudah penuh seperti gunung.


Alson,Vika, Robert dan juga Gina hanya bisa diam saja melihat tingkah dari para aki-aki ini.


Salman hanya bisa tersenyum sambil menganggukan kepalanya melihat piringnya yang sudah sangat penuh di isi oleh Arvan.


"Cukup,,cukup," pintanya pada Arvan yang tak henti-hentinya mengerjai dirinya.


Arvan kembali menampilkan senyum tak bersalahnya menatap ke arah para aktor tampan ini.


Sampai Jenni yang melihat kelakuaan suaminya kini merasa kesal dan memiliki sebuah rencana yang lainya.


"Eehhmm permisi, Tuan Sharukhan dan Tuan Salman," seru Jenni yang mendapatkan gengaman keras dari suaminya.


"Awwww," rintihnya sakit melihat tanganya.


"Kenapa kamu melakukan itu kepadaku!" Bentak Jenni, lalu berdiri pindah posisi di sebelah Eden dan menggeser posisi Mario dengan tatapan tajamnya.


Eden reflek melihat tangan Jenni yang di gengam keras oleh Arvan, "asataga," serunya lalu ikut memberikan tatapan membunuh pada Arvan.


Kini tersangka itu hanya bisa menelan salivanya kasar melihat Eden dan Jenni yang seperti ingin menelanya hidup-hidup.

__ADS_1


Sharukhan yang merupakan type penyayang kini dengan sigap memegang tangan Jenni yang memerah, "apakah aku boleh melihatnya?" tanya Sharukhan lembut.


"Boleh," balas Jenni.


"Tidak," sahut Arvan.


"Boleh kok Tuan, ini lihat saja," sahut Jenni mutlak membuat Arvan langsung kesal dan memakan daging di depanya dengan sangat rakus.


Mario yang melihat wajah Arvan saat ini merasa bahwa dirinya juga akan mendapatkan hal yang sama dengan sahabatnya itu.


Sedangkan Eden yang melihat Jenni di perhatikan oleh Aktir idolanya, kini mulai cemberut dan berdiri dari posisinya mendekat ke arah Salmankhan, "Tuan apa kamu tau, bahwa menantu kita saat ini sedang hamil dan tadi dia berkata jika dia ingin perutnya di elus sama kalian," ucap Eden yang sontak membuat seluruh mata yang ada di situ nyaris terkeluar.


Tak terkecuali Alson yang langsung menatap istrinya untuk meminta jawaban, namun Vika menggelengkan kepalanya memberikan kode bahwa dia tidak pernah berkata seperti itu.


Melihat Vika yang ketakutan membuat Eden langsung mendekatinya, "ayolah Vika sayang, mungkin saja jika nanti anak kamu lahir bisa mirip dengan mereka," lirihnya sambil menarik tangan Vika agar mendekat ke arah Salmankhan.


Salman tersenyum manis kepada Vika yang sudah berada di hadapanya, "apakah benar kau sedang hamil?" tanya Salman dengan lembut.


Sharul yang melihat intraksi mereka kini ikut berdiri dan mendekat ke arah Vika dan Eden, lalu dengan reflek dia menyentuh perut Vika yang masih rata.


"Semoga jadi anak yang berbakti ya," doanya tulus.


Begitu juga dengan Salman yang ikut menyentuh perut Vika dan memanjatkan doa untuknya, membuat Eden, Vika dan Jenni tersenyum bahagia.


Melihat istrinya yang di sentuh oleh aktor-aktor tampan itu, membuat darah para lelaki kini mulai mendidih.


Kini dia mulai bangkit dari duduknya dan ikut nimburng bersama dengan para ibu-ibu yang lainya mendekat ke arah Aktor tampan itu.


Lalu dia berpura-pura tersadung oleh meja dan menjatuhkan dirinya ke pelukan Salman. "Aaaarrgghhh," teriaknya takut menyentuh lantai.


Namun siapa sangka, niatnya jatuh pada Salman namun kini malah jatuh pada tubuh Sharul, "are you okay?" tanya Sharul lembut, dengan mata yang saling beradu pandang.


Braakkkkkk, Robert merasa marah melihat istrinya yang berada di pelukan pria lain.


Bahkan kali ini Arvan, Alson dan Mario melihat amarahnya yang lebih besar dari mereka.


"Tuan-tuan, apakah perbincanggan kalian sudah selesai? Ingatlah jika kalian di sini hanya mempunyai waktu 2 jam saja, yang itu berarti tinggal 20 menit lagi kalian sudah harus pergi dari sini," tegas Robert yang membuat Arvan dan Mario tersenyum penun kemenangan.


Namum berbeda dengan para wanita yang kini langsung menampilkan wajah cemberutmya, "kenapa hanya 2 jam saja, bukankah mereka akan di sini seharian," Bentak Eden kesal karna mendapatkan batasan waktu yang sangat-sangat singkat.


Jenni melangkah mendekat ke arah suaminya yang terlihat lebih santai saat ini, "Pah, kenapa hanya dua jam saja ?" Tanyanya pada Arvan.


"Karna setelah ini kita akan ada pertemuan di Turki sayang, jadi kita harus buru-buru," balasnya bohong, namun membuat Robert harus berpikir keras bagaimana caranya menciptakan pertemuan yang di rencanakan untuk mengelabuhi istrinya.

__ADS_1


Salman dan Sharulkhan saat ini saling memandang satu sama lain, melihat sikap keluarga ini yang seperti mengacuhkan mereka.


Sedangkan Eden yang merasa waktu begitu cepat berlalu saat ini langsung melangkah ingin memeluk tubuh Sharulkhan, namun tiba-tiba saja Mario berdiri meghalanginya dan memeluk tubuh istrinya dengan erat.


Eden yang bingung kini segera melepaskan pelukanya dan menatap aneh ke arah Suaminya, berbeda dengan Mario yang kini beralih memeluk Sharulkhan, sebagai perantara istrinya.


"Senang bertemu denganmu Tuan Sharulkhan," ucapnya sambil memeluk tubuh Sharul dengan sangat kuat hingga dia merasakan sulit bernafas ketika Mario semakin menekanya.


Namun Eden merasa acuh dan beralih ingin memeluk Salman, namun Mario lebih dulu menggangi posisinya dengan segera memeluk Salman dan juga melakukan hal yang sama.


"Kami juga senang bertemu dengan kalian semua, dan berharap next time kita bisa bertemu lagi ya," balas Sharul dengan lembut menatap ke arah mereka semua.


"Ya kami begitu senang bertemu dengan kalian semua," sahut Salman juga.


Meskipun di dalam hati mereka merasa kecewa karna sudah jauh-jauh datang dengan paksaan pembatalan jadwal syuting mereka namun sampai di Mansion ini makan saja mereka belum selesai namun sudah waktunya untuk pulang.


Robert mendekat ke arah mereka berdua dan menunjukan waktu yang sudah tiba.


"Nyonya-Nyonya kami permisi dulu ya," pamit mereka sambul melakukan cipika cipiki pasa pada para wanita.


Membuat para suami menatap mereka kesal. "Ehemm, Robert tolong pastikan makanan mereka selama di pesawat terjamin dan terbaik serta berkwalitas, "perintah Arvan pada Robert namun terdengar sinis menatap keduanya.


"Kami permisi Lord, Tuan, Nyonya," pamit mereka membalas semuanya dengan senyuman.


Lalu mereka berdua melangkah keluar dengan di tuntun oleh Robert dan anak buah lainya, membuat para lelaki kini mulai bisa bernafas lega.


Namun seketika mereka langsung mendapatkan sebuah tatapan penuh api dari istri mereka masing-masing, dan kini serempak semuanya masuk ke dalam kamar membiarkan para lelaki tidak akan mendapatkan jatahnya malam ini.


"Tidur di luar kalian malam ini !!! Jangan ada yang coba-coba masuk ke dalam kamar jika tidak tangan kalian akan kami potong!!" Ancam Jenni yang kini terlihat lebih berbahaya dari pada Arvan.


Mendapatkan ancaman seperti itu membuat para lelaki kini menangis berjamaah, memikirkan bagaimana malam ini mereka tidur tanpa sebuah pelukan dari istri-istri mereka.


Kesayangan mimin 🥰🥰



To be continue.


Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘 *


Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭

__ADS_1


Terima kasih🙏🏻🙏🏻


Follow IG Author @Andrieta_Rendra


__ADS_2