Hot Mother 2 ( Akibat Cinta Dari Pertemanan )

Hot Mother 2 ( Akibat Cinta Dari Pertemanan )
Chapter 31


__ADS_3

🌹 Happy Reading 🌹


"Jika hanya anak kamu? Kasih tau aku bagaimana kamu membuatnya? Jika bukan karna aku maka anak kita tidak akan pernh ada di rahim kamu, ingat itu!!!" Tegas Jendra yang tidak ingin kalah dari ucapan Vika.


Vika tertawa mendengar pernyataan dari Jendra. Baginya pria ini begitu bodoh untuk berpikir cara yang tepat untuk bersandiwara. "Dengar ya Tuan Jendra yang terhormat, saya gak tau apa niat anda mau memaksa saya dan putri saya untuk kembali, tapi satu yang perlu anda ingat, meskipun anda berubah dan menyesal, aku tidak akan pernah kembali. Anda tau kenapa?" Cercanya pada Jendra yang kini menatapnya dengan tajam.


"Karna di saat sebuah sampah sudah di buang, maka jangan pernah memungutnya kembali, karna dia sudah akan bercampur dengan sampah yang lainya, dan akan sulit bahkan mustahil untuk di daur ulang kembali. Ingat itu!!" Tegasnya pada pria yang tidak tau diri ini.


Mendengar kalimat itu membuat Jendra merasa tertampar dengan ucapan Vika. "Vika sayang-"


"Sayang,,sayang kepala loe peyang, siapa sayang mu ? Aku sih najis." sahut Vika dengan lantang. Membuat Jendra mengenduskan nafasnya kasar.


Jika saja tanganya kali ini tidak patah sebelah, dia pasti sudah memeluk tubuh Vika agar mau mendengarkanya lebih dulu.


Jendra bangkit dari tempat tidurnya, berjalan melangkah ke arah Vika.


"Mau ngapain kamu woy, jangan macam-macam kamu!" Bentak Vika yang merasa gugup melihat Jendra mendekatinya.


Buuugggghhhh Tiba-tiba saja Jendra langsung berlutut di kakinya Vika, dengan menundukan kepalanya.


Namun itu sama sekali tidak merubah keputusaan apapun, Vika tetaplah Vika, yang sekalinya dia membuat keputusan maka itulah yang akan terjadi.


"Maafkan aku Vika, maafkan aku, aku menyesal ketika aku mengatakan ingin mengugurkan Vita putri kita, semua itu hanyalah sebuah pikiran labil ku ketika masih remaja, Vika bukankah setiap manusia pasti memiliki sebuah kesalahan, ampuni aku Vika, kembalilah kepadaku bersama dengan anak kita." Tangisnya entah serius atau hanya sebuah sandiwara belaka.


Vika menggelengkan kepalanya pusing, lalu sedikit memijat keningnya yang sakit melihat tindakan Jendra ini. "Jendra, meskipun sulit aku akan coba untuk memaafkanmu, tapi untuk kembali denganmu, aku tidak akan pernah mau." Jawabnya tegas.


"Tapi kenapa Vik?"


"Karna ketika aku kembali kepada orang di masa lalu, maka itu sama saja akan memberikan peluang padanya untuk menyakiti ku kembali." Ucap Vika dengan sedikit pelan.

__ADS_1


Jendra terlihat menggelengkan kepalanya menolak apa yang di katakan oleh Vika. "Kamu gak bisa Vik, menilai seseorang hanya lantaran masa lalu, memang benar aku pernah salah tapi apakah yang kamu pikir aku hanyalah manusia yang tidak akan pernah berubah dan mengakui kesalahan yang aku perbuat," seru Jendra dengan lemah.


Namun di saat mereka tengah berdebat, tanpa keduanya sadari, jika dari tadi Vita dan Veli sudah berdiri di depan pintu dan mendengar semuanya.


Vita langsung masuk ketika melihat Papahnya yang berlutut di kaki Mamahnya memohon pengampunan.


"Papah," teriak Vita yang langsung memeluk tubuh Jendra.


Sontak Jendra dan Vika terkejut melihat kedatangan Vita dan Veli yang secara tiba-tiba.


"Vita sayang, kenapa di sini Nak?" Tanya Jendra dengan lembut sambil membalas dan mencium wajah Vita.


"Vita kesini buat bawakan Papah makanan masakan Mamah tadi pagi, soalnya Mamah tadi pagi masak, tapi entah buat siapa, soalnya Mamah tadi keluar bawa bungkus dan taunya Mamah di sini."jawab Vita dengan sedikit lemah.


Vita yang sudah mengerti di usianya, ketika mendengar perdebatan orang tuanya tadi, membuat dia mengerti apa yang sebenarnya terjadi.


Vita kini menatap ke arah Mamahnya. "Mamah selama ini bohongkan sama Vita, Mamah bilang jika Papah sudah menikah dan mempunyai istri baru yang tidak mau kehadirnaya Vita, tapi sekarang Vita tau jika Mamah memang marah sama Papah, karna dulu Papah tidak mau menerima Vita kan Mah." Cercanya yang sontak membuat jantung Vika berdegup kencang.


Bagaimana bisa anak di usia seperti Vita sudah bisa memahami arti tidak ingin menerima.


"Vita maafin Mamah, tapi semua ini Mamah lakukan karna ada alasanya Nak." Sahut Vika selembut mungkin dan menarik Vita dari pelukan Jendra.


"Ketika Mamah salah, apa Vita boleh menukarnya dengan Mamah baru?" tanyanya begitu polos.


Vika langsung menyeritkan keningnya bingung. "Maksud Vita apa sayang? Mamah gak ngerti?" tanyanya bingung.


Vita kembali menoleh ke arah Papahnya yang masih setia berlutut di kaki Mamahnya. "Ketika Papah melakukan kesalahan di masa lalu, Mamah menolak memaafkanya dan mau mengganti dengan kehadiran Papah baru itu kekasih Mamah kan, lalu apa ketika Mamah melakukan kesalahan karna sudah bohong, apakah Vita boleh mengganti dan menukar Mamah baru lagi? Apakah ketika Vita melakukan kesalahn besar nanti, Mamah juga akan mengganti Anak baru lagi dan membuang Vita? Gitu?" Ucap Vita, pelan dan lembut namun mampu menusuk di dalam hati.


Deeegggg jantung Vika terasa berhenti seketika mendengar kalimat yang keluar dari mulut putrinya.

__ADS_1


Selesai menyampaikan kalimat itu, Vita langsung memeluk tubuh Jendra sambil menangis dengan sesegukan.


Seumur hidupnya dia belum pernah berkata kasar dan seperti itu kepada Mamahnya, dan kali ini dia merasa begitu salah dan berdosa sudah membuat Mamahnya menangis karba kalimatnya.


"Maafin Vita Mah, Vita bukan mau buat Mamah sedih, tapi Vita hanya ingin seperti teman-teman Vita yang lain, mereka yang setiap hari di antar sama Papah dan Mamahnya, mereka yang setiap hari bercerita tentang hebatnya Papah mereka yang sayang akan dia, tapi Vita mau cerita apa kalo Vita gak punya Papah?" tangisnya sesegukan menenggelamkan kepalanya di pundak Jendra.


Jujur sejahat-jahatnya Jendra, mendengar putrinya yang bicara seperti itu, seperti menancapkan anak panah di jantungnya. "Hey Vita sayang, Papah di sini Nak, Vita jangan bilang gak punya Papah ya, karna Papah akan selalu bersama Vita." balas Jendra dengan lembut.


Sambil sesegukan Vita menatap ke arah Jendra, "iya baru sekarang kan Papah datang, kemarin Papah kemana? Papah yang salah karna membuang Mamah dan Vita, tapi gak pernah datang mau minta maaf, Vita saja kalo salah Mamah selalu maksa Vita buat minta maaf, tapi Papah kenapa begitu lama untuk meminta maaf? Bukankah hanya kata Maaf itu mudah di ucapkan? Lalu kenapa Papah lama sekali mengakuinya." Cercanya lagi pada Jendra.


Kalimat-kalimat yang keluar dari mulut Vita ini membuat Vika merasakan dilema yang menyakitkan.


Dia terlihat sedang berpikir bagaimana caranya agar putrinya itu mengerti bahwa sampai kapanpun dia tidak akan pernah kembali kepada Jendra. Meskipun dia kehilangan Alson sekalipun. Dia tidak akan pernah kembali ke masa lalu.


"Vita sayang, jika Vita memerlukan Mamah dan Papah, kita akan selalu bersama dan menemani Vita, tapi untuk meminta Mamah dan Papah kembali bersatu, itu tidak mungkin Nak, biarkan Papah dan Mamah menjalani kehidupan kami masing-masing ya," ujar Vika berusaha memberikan pengertian kepada putrinya.


"Kenapa? Apa karna Om pacarnya Mamah?"


To be continue.


Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎


**Jangan pelit! Mimin, *Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya😘😘 *


Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭


Terima kasih🙏🏻🙏🏻


Follow IG Author @Andrieta_Rendra

__ADS_1


__ADS_2