Hot Mother 2 ( Akibat Cinta Dari Pertemanan )

Hot Mother 2 ( Akibat Cinta Dari Pertemanan )
Partner Ranjang Part II ( 31 )


__ADS_3

🌹 Happy Reading ya Gengs 🌹


Vita yang sedari tadi berada di dalam kamarnya, kini merasa pusing, ketika telpon dari Brio selalu masuk tanpa ingin berhenti.


"Kenapa? Kenapa pria ini tiba-tiba berubah dalam dua malam?"


"Bukankah dia sudah mau menikah, lalu kenapa masih menganggu kehidupanku." Vita benar-benar nyaris frustasi karena sikap Brio yang tiba-tiba kembali mengejarnya.


Malaikat : Brio sweet banget ya Vit, sampai nelpon-nelpon gitu, pasti kemarin dia nyesel deh.


Iblis : Jangan mau lembek hanya karena dikejar gitu Vit. Jadi wanita jangan mau dianggap gampangan. Kamu harus kuat agar dia tahu kalau kamu juga punya harga diri.


Vita menganggukan kepalanya pelan, merasa setuju dengan yang dikatakaan oleh sang iblis. Dirinya tidak boleh kalah dengan sebuah perasaan semu. Dia berusaha untuk meyakinkan persaanya bahwa dia tidak mencintai Brio sama sekali.


"Permisi Nona Vita, Anda dipanggil oleh Lord besar untuk makan malam bersama," panggil salah satu pelayan yang sedari tadi mengetuk pintu kamar Vita.


Tidak mau membuat keluarganya menunggu, akhirnya Vita memilih untuk keluar dari kamar untuk menemui keluarga besar.


Sesampainya di meja makan, Vita bisa melihat jelas wajah Lyla yang begitu dia ingat. "Wanita ini?" gumamnya bingung. Namun dia begitu penasaraan ketika Lyla selalu berdekataan dengan Griffin. Apakah Griffin adalah sosok pria bertopeng itu? Tetapi kenapa suaranya berbeda? Bahkan postur tubuhnya berbeda. Ini jelas membuat Vita semakin penasaraan dengan keberadaan dan alasan mereka semua waktu itu.


Vita duduk dengan nyaman, berhadapan dengan Lyla, tidak sedetikpun pandanganya lepas dari wajah Lyla. "Kamu apa kabar Vit?" tanya Arvan, ketika baru pertama kali bertemu dengan Vita lagi, setelah dua tahun lamannya. Karena selama ini hanya Vika dan Alson yang pergi menemuinya.


Apa lagi, ketika masalah Griffin yang membenci Vita, hal itu semakin membuat dirinya tidak bisa bertemu dengan Vita secara leluasa.


"Ba-baik." Jawabnya gugup. Dia tidak tahu harus memanggil Arvan dengan sebutan apa, yang jelas dia merasa sangat segan saat ini.


Namun belum saja mereka berbicara, terlihat beberapa pelayan, yang diikuti oleh sebuah keluarga ikut masuk ke dalam ruang makan untuk bergabung dengan mereka.


"Selamat malam Lord Arvan," sapa mereka.


"Semua keluarga terlihat berdiri untuk menyambut mereka, namun bukan dengan Griffin dan Lyla. Mereka berdua malah memilih pergi dari meja makan karena merasa enggan untuk bergabung dengan keluarga mereka.


"Sialahkan duduk, mari kita melakukaan makan malam bersama terlebih dahulu sebelum kita membahas hal penting itu," seru Arvan dengan tegas. Lalu semua orang terlihat sedang mengatur tempat duduk mereka masing-masing.


Dengan keadaan yang rame seperti ini, Vita semakin canggung berada di dalamnya, terlebih sedari tadi pria yang sedang duduk dihadapaannya itu, kini menatapnya terus menerus tanpa henti.

__ADS_1


"Ehem," suara batuk dari Arvan, terdengar memecahkan kehingan mereka. Lalu menatao ke arah Vita dan juga pria dihadapannya.


"Vita perkenalkan dia adalah Samuel, dan Samuel pekenalkan ini adalah cucu saya Alvita," ucap Arvan memperkenalkan keduanya.


Samuel terlihat tersenyum ramah kepada Vita, namun berbeda dengan Vita yang hanya tersenyum tipis sambil menundukan kepalanya pelan.


Namun bagi Samuel, senyum tipis yang dipancarkan oleh Vita saja, itu sudah mampu membuatnya jatuh hati dengan pesona dingin yang dimiliki oleh Vita.


"Vita, opa dan mamah kamu, sudsh sepakat untuk membuat perjodohan antara kamu dan juga Samuel, minggu depan kalian akan melangsungkan acara pertunangan dan dua bulan kemudian kalian akan menikah," tegas Arvan tidak ingin berbasa-basi dengan keputusaanya.


Vita tersedak lantaran kaget dengan apa yang dikatakaan oleh Arvan kepadanya. "Vita tidak mau dijodohkan." Vita menolak keputasaan opanya. Dan membuat suasana meja makan yang tadinya hangat. Kini berubah dingin karena penolakaan yang dilakukaan oleh Vita.


Dengan cepat Vika menggenggam erat tangan putrinya, memberikan kode agar dirinya tidak bisa menolak keputusan dari Arvan.


"Mah, kenapa mamah tidak bicara dulu dengan Vita tentang semua ini mah?" Protesnya pada Vika, yang terlihat juga mendukung tentang perjodohaan ini.


Arvan dengan tenang meletakaan peralataan makannya, namun sikap tenangnya itu kembali membuat suasana semakin mencengkram.


"Dari awal, opa tidak pernah suka jika kamu menjadi seorang aktris, model atau semacamnya Vita! Kamu itu adalah keturunan dari Manopo, meskipun kamu hanyalah cucu tiri, tapi pekerjaanmu sebagai aktris itu sudah benar-benar keluarga besar kita malu!"


Vita yang merasa ditekan dan dihina terus menerus, kini memilih untuk menghentikan makan malamnya dan berlari masuk ke dalam kamarnya.


Vika yang paham akan tatapan Arvan, kini dengan segera mengejar putrinya itu masuk ke dalam kamar.


Sesampainya Vita di dalam kamar, dia langsung menelpon Brio untuk meminta bantuan agar perjodohan itu bisa batal.


Brio : kamu di mana?


Vita : aku di Mansion opa aku di Italia


Brio : Vita, aku serius dengan perkataanku tadi, aku ingin segera menikahimu dan bertanggung jawab atas bayiku Vit.


Vita menangis dengan kencang ketika mendengar ungkapan dari Brio.


Brio : Vita, please kasih aku kesempataan lagi, aku janji gak akan membuat kesalahaan Vit.

__ADS_1


Vita : terus kamu mau aku gimana? Kamu pikirin perasaan aku, papah aku, mamah aku, gimana kalau mereka tau dengan keadaan aku yang seperti ini?


Brio : terus kita gak mungkin mau diam aja? Aku juga gak mau sampai orang tua aku tahu jika yang aku hamilin itu kamu. Aku gak bisa bayangkan kemarahaan mereka.


Vita : aku mau dijodohkan Io. Kamu bayangkan dong, gimana perasaan aku saat ini?


Brio : terus kamu maunya gimana Vita? Akunjuga hampir frustasi karena semua ini.


Vita : aku hanya gak pengen kalau keluarga aku tahu, kalau aku hamil Io.


Vika yang sedari tadi mendengar percakapaan antara Brio dan juga putrinya itu. Kini mendadak merasa sesak ketika mengetahui jika putrinya sedang hamil di luar pernikahaan.


Brugghh, Tanpa sengaja Vika menjatuhkan vas bunga yang berada di dalam kamar Vita, membuat Vita menolah dan melihat keberadaan mamahnya di sana.


"Mamah," lirihnya pelan, ketika melihat tatapan mamahnya yang begitu tajam ke arahnya.


Sedangkan panggilan mereka dia biarkan begitu saja, karena sekarang yang Vita harus hadapain lebih dulu adalah mamah dan keluarga besar papahnya.


Sudah tidak perlu ada yang dijelaskan lagi, karena Vika langsung segera meminta bukti kehamilaan Vita, dan dengan ragu, Vita mau memberikaan bukti usg di dalamnya.


Vika sudah tidak tahu harus berkata apa lagi saat ini, yang jelas dia benar-benar kecewe, terlebih air mata yang tidak berhenti keluar membasahi pipinya.


Mungkin kalau kejadiannya seperti dia dulu, ketika hamil ditinggalkan Vika masih bisa memahami keadaan itu. Namun terdengar jelas dari sambungan telpon, jika Vita dan pria itu saling berhubungan dan bahkan seperti orang yang berpacara. Hingga dia menyimpulkan jika Vita melakukaan hubungan itu karena saling mencintai.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganyaπŸ₯° jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*

__ADS_1


*Terima kasih**πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»*


__ADS_2