Hot Mother 2 ( Akibat Cinta Dari Pertemanan )

Hot Mother 2 ( Akibat Cinta Dari Pertemanan )
Chapter 70 ( Lanjutan )


__ADS_3

🌹 Happy Reading 🌹


Alson masih menatap ke arah Arvan dengan dalam, entah bagaiamana lagi dia harus menyadarkan papahnya ini dari sebuah obsesi yang bisa saja menghancurkan keluarga.


“Entahlah Pah, semuanya yang Papah lakukkan saat ini, yang mungkin Papah pikir demi menyelamatkan keluarga, tapi Alson yakin suatu saat ini semua malah akan jdi boomerang buat keluarga ini sendiri.” Tekannya, dan lalu berlalu pergi, meninggalkan Arvan yang masih saja menundukkan kepalanya.


Alson memilih untuk ke halaman belakang, untuk menenangkan pikirannya sejenak. Dia sudah terlalu lelah menjalani hidup yang seperti ini.


Bohong jika dia tidak merindukan masa lalunya, masa di mana dia hanya hidup bersama dengan Jesper dan bisa bebas melakukakan apa saja yang dia inginkan.


Mengurus perusahaan milik pamannya itu tanpa harus berpikir tentang hal yang lain lagi.


“Ini mau sampai kapan terus begini?” Gumamnya, sembari mengehela nafasnya berat.


“Sayang,” panggil suara yang tiba - tiba mengejutkannya.


“Vika, kamu kenapa ke sini? Kenapa tidak istirahat di kamar saja?” Alson yang mendapatkan Vika menyusul dan melihat wajahnya yang lagi kusut itu, seketika langsung khawatir, jika istrinya itu akan merasakan betapa kacaunya pikirannya saat ini.


Vika menggelengkan kepalanya pelan, menanggapi pertanyaan suaminya itu, lalu dia beralih untuk duduk di sebuah kursi yang berada di sana, untuk duduk dan memandang lurus ke depan.


“Aku tidak pernah bangga menjadi seorang menantu dari keluarga Manopo, aku juga tidak pernah benar - benar ingin menikmati peranku sebagai seorang istri dari kamu.”


“Tapi apa yang bisa dilakukkan sekarang?” Tanyanya lalu menoleh menatap suaminya yang berdiri tepat di belakangnya dan kini juga sedang menatapnya.


“Sebelum menikah dengan kamu, hidupku udah dibilang sempurna, aku bisa menghidupkan Vita sendiri dengan hasil kerjaku, aku bisa menjalani hidup tanpa harus pernah berpikir, apakah suamiku baik - baik saja setelah ini, apakah suamiku sudah makan atau belum, apakah mertuaku akan menerima semuanya.”


“Tapi sekarang, secara spontanitas aku harus menerima semuanya, Harus,” tekannya lagi.

__ADS_1


Kali ini Alson menanggapinya dengan wajah kebingungan, dia tidak mengerti kemana arah pembicaraan dari Vika.


“Sayang,”


“Dari awal harusnya aku tidak berada di dalam keluarga yang complicated ini.” Tuturnya yang membuat Alson paham, bahwa berarti tadi Vika melihat perdebatan mereka.


“Maafkan aku Vika.” Ungkap Alson penuh penyesalan.


Dia yang pernah menjanjikan kebahagian, kini malah kesedihan yang dia mampu berikan.


Dia yang pernah menjanjikan Surga, kini malah Neraka yang dia mampu berikan.


“Aku memang laki - laki yang tidak berguna Vika maafkan aku.” Alson mengucapkan lagi kata maafnya, namun kali ini dengan tindakan yang mengejutkan.


Buggh,,,bughhh,,bugghh, dia memukuli kepalanya sendiri dengan keras, lelaki itu di hadapan istrinya, sangat memperlihatkan bahwa dirinya sangat - sangat tidak berguna, dirinya yang sudah berusaha sekuat tenaga membangun mahligai keindahaan cinta, tetapi selalu saja dianggap gagal.


Vika yang melihat hal itu, tidak berpikir juga untuk memberhentikan tindakan Alson yang menyakiti diri sendiri. Bukan karena dia jahat atau seperti apa. Tapi biarkanlah dirinya juga merasa acuh pada hal lain di luar dirinya yang merasa capek juga dengan situasi ini.


“Aku lelah, aku ingin beristirahat.” Tandasnya, memilih untuk pergi dari pada harus melihat Alson yang frustasi dengan memukuli dirinya sendiri.


Saat ini dirinya harus fokus dengan kandungannya, dia tidak ingin jika harus bedrest lagi karena kandunganya itu.


Sedangkan Alson, yang melihat istrinya berlalu, kini hanya bisa memandang langkah wanita yang begitu dia cintai itu semakin menjauh.


“Aku sepertinya harus berani untuk membangun keluarga kecilku sendiri.” Gumamnya, yang lalu kembali memukul kepalanya.


***

__ADS_1


Berbulan - bulan berlalu, kini tepat hari di mana Vika mengalami kembali rasa sakitnya kotraksi melahirkan.


Bedanya kali ini, ada Alson dan keluarga lainnya yang membuat dirinya bisa menahan rasa sakit itu.


Dia yang terduduk di atas ranjang, dengan ekspresi wajah yang menahan sakit, rasanya membuat dirinya ingin menggigit siapapun yang berada di sekelilingnya, terutama Alson yang sejak tadi terus mengelus punggung belakangnya agar bisa sedikit mengurangi rasa sakit.


“Sudahlah sayang, ayo kita operasi saja, aku tidak tahan melihat kamu menahan sakit seperti ini,” ucap Alson membujuk Vika yang sejak tadi kekeh melahirkan dengan cara normal.


Vika yang sudah tidak mampu berkata apa - apa lagi, kini hanya bisa memberikan Alson sebuah tatapan tajam bak ingin menjahit mulut suaminya itu agar segera berhenti untuk berbicara.


Alson sekita meneguk salivanya kasar, ketika mendapatkan tatapan seperti itu dari istrinya. “Kamu bisa sabar sedikit lagikan sayang?” Kalimatnya terakhir, dengan sedikit gugup.


“Kamu pikir dari tadi aku melakukkan apa? Bukan sabar ini namanya?” Sentak Vika yang benar - benar merasa kesal mendengar semua kalimat yang Alson keluarkan.


Karena bukannya mengurangi rasa sakit, Alson sejak tadi malah hanya membuat dirinya merasakan sakit yang lebih parah lagi.


**To Be Continue. *


*hey teman - teman, Cerita Mimin kali ini kurang menarik ya?? kok sepi banget Likenya **😭*


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘

__ADS_1


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*


__ADS_2