
🌹 Happy Reading 🌹
Melihat Vika yang terus menerus memancingnya, membuat Alson menjadi kesal sendiri. Dan terpaksa menyiram tubuh Vika dengan air dingin walaupun kekasihnya sedikit menjerit.
Setelah itu dia langsung segera menyelesaikan ritual mandinya. Lalu mengangkat tubuh Vika untuk segera di bersihkan karna Vika yang sudah tidak sadarkan diri karna mabuk.
Alson memakaikan kembali baju Vika tanpa sedikitpun ada hasrat ingin mengambil kesempatan.
Dia tidak ingin melakukanya dengan cara seperti ini, kecuali jika suatu saat Vikalah yang menginginkan atau mengizinkan dirinya untuk melakukan "morena" baru dia akan melakukanya.
Tak ingin berlama-lama, Alson tetap mengantar Vika kembali ke rumah walaupun masih belum sadarkan diri.
Dia adalah pria normal, jika Vika terus menerus memancingnya maka dia takut tidak bisa mengontrol dirinya sendiri. Jadi dia memilih untuk mengantar kekasihnya itu pulang.
Sesampainya di depan rumah Vika. Alson langsung berhadapan dengan Veli yang sudah menunggu Vika di depan rumah dan melihat Alson sedang menggendong Vika dengan penampilan yang sedikit berantakan.
"Vikka." Teriak Veli dengan keras, membuat Vita yang berada di dalam rumah ikut keluar.
"Mamah," sahut Vita yang melihat Mamahnya tidak sadarkan diri.
"Kamu apakan anak saya ha ? Jawab!" Bentak Veli kepada Alson dengan penuh emosi.
Alson menarik nafasnya dalam-dalam, merasa pusing melihat Veli yang langsung saja menuduhnya itu. "Nanti saya jelaskan ya ibu, sekarang saya ingin membawa Vika masuk dulu untuk beristirahat," jawab Alson, sambil terus melangkah masuk menuju kamar Vika, dengan di ikuti oleh Vita di belakangnya yang terus menangis.
Setelah dirinya sampai di kamar Vika, Alson langsung meletakan tubuh Vika dengan perlahan, dan duduk di sebelahnya menatap wajah kekasihnya yang sedang tertidur.
"Om jahat,,kenapa Mamah bisa begini,om jahat . Menjauhlah dari Mamahku, selama ini Mamah tidak pernah seperti ini,hanya bersama dengan om saja Mamah menjadi seperti ini," tangis Vita semakin pecah.
Alson yang mendengar Vita berbicara seperti itu denganya, sama sekali tidak marah. "Jangan takut ya Vita sayang, Mamah pasti akan baik-baik saja." seru Alson dengan lembut, dan mencoba ingin menggapus air mata yang ada di pipi Vita.
__ADS_1
Namun dengan cepat Vita menepisnya. "Jangan sentuh aku, om adalah orang jahat! Aku hanya mau Mamah sembuh." Bentaknya dengan menghapus air matanya sendiri.
"Baiklah. Om tidak akan menyentuhmu, tapi itu coba kamu lihat, wajahmu akan menjadi jelek jika seperti ini, pergi basuh wajahmu dulu ya, biar terlihat lebih cantik." Balas Alson seramah dan selembut mungkin menghadapi Vita.
"I hate you," jawab Vita dan langsung berlalu pergi meninggalkan Alson begitu saja.
Lalu Alson kembali lagi menatapn ke arah Vika. "Udah malam, aku pulang dulu ya sweetheart, kamu istirahat. Cuuupp," pamitnya, lalu memberikan sebuah kecupan singkat di kening Vika. Dan setelah itu dia melangkahkan kakinya keluar kamar.
Sesampainya dia di luar, Alson melihat Veli yang tengah duduk termenung di sofa ruang tamu. "Ibu saya permisi dulu ya, udah malam, bye." Pamitnya dengan sopan pada Veli.
"Kenapa kamu masih mendekati putriku?" tanya Veli dengan pandangan mata yang sulit di artikan.
"Maksudnya bu? Ya karna Vika adalah kekasih saya, jadi saya rasa wajar jika saya berdekatn denganya." Balas Alson dengan santai.
Sedangkan Veli yang sedari tadi mengkhawatirkan Vika dan melihat keadaan putrinya yang pulang seperti itu, membuatnya semakin tidak menyukai Alson.
"Saya tau jika kamu yang membuatnya mabuk agar bisa mengambil kesempatan kan, benarkan! Dan setelah kamu selesai melakukanya kamu pulangkan Vika seperti itu, dan nanti ketika dia hamil kembali kamu tinggalkan dia dan hina statusnya, bukan begitu Tuan Alson yang terhormat." Sinis Veli yang sudah berpikir terlalu jauh tentang hubungan mereka.
Dan tanpa menunggu jawaban dari Veli, Alson langsung melangkahkan kakinya pergi meninggalkan rumah itu.
Dia langsung kembali ke apartemenya untuk beristirahat sambil menjernihkan pikiranya.
Ketika dirinya sudah sampai di Apart meliknya, Alson langsung memilih duduk di balkon sambil menikmati langit indah di malam hari.
"Mengapa begitu sulit? Seandainya saja Albert di sini, aku pasti akan meminta saran darinya. Sekarang aku hanya sendiri, Papah dan Mamah sedang marah dengan ku, walapun Mamah tidak bicara namun aku yakin jika Papah sudah mengendalikan Mamah lagi. Aiden dia saja menggunakan cara yang gak masuk akal buat menjerat istrinya, bagaimana aku bisa meminta saran darinya. Uncle Jesper aku merindukanya tapi dia masih belum boleh di temui. Lalu aku sama siapa?" gumamnya yang merasa jika dia membutuhkan seseorang untuknya berdiskusi masalah ini.
Dan tiba-tiba dia merasakan ada angin yang sangat kencang menghampirnya, dia merasakan sesuatu di sebelahnya. "I know thats you, akhirnya kamu datang juga kan." Lirihnya pelan sambil tersenyum merasakan sosok itu berada di sebelahnya.
Walaupun tak terlihat, tetapi Alson bisa merasakanya, Alson tersenyum menatap kemerlapan bintang di atas sana, dengan di temani oleh sosok tak terlihat namu terasa hangat di dekatnya.
__ADS_1
"Kembalilah, aku akan tidur sekarang." ucapnya dengan sosok itu, lalu dia melangkah masuk ke dalam kamarnya dan mulai memejamkan matanya dengan perlahan.
***
Keesokan harinya, matahari pagi menampilkan cahayanya yang begitu terang masuk ke dalam kamar Vika, dan mulai menbangunkanya dari mimpi indahnya.
"Eengghhh," Vika terbangun sambil memperbaiki perasaanya yang masih merasa sedikit pusing.
Perlahan dia membuka matanya dan melihat ke sekelilingnya yang seperti tidak asing denganya. "Astaga aku di kamar? Siapa yang-," dia terkejut mendapatkan dirinya yang sudah berada di kamarnya sendiri.
Lalu dia tersadar dengan pakaian yang dia pakai. "Astaga inikan bajunya Alson, tapi kenapa aku bisa memakainya?" gumamnya lagi terus mengingat kejadian semalam.
"Oh no, apa semalam aku melakukan itu bersama dengannya? No ini gak mungkin, Alson gak mungkin mengambil kesempatan di saat kondisi ku lagi mabuk, enggak ini gak mungkin kan." Yakinya pada diri sendiri, setelah mengingat kejadian semalam.
Dia begitu yakin jika Alson tidak mungkin menjadi pria brengsek hanya lantaran sebuah nafsu belaka. Alson tidak mungkin menghancurkan kepercayaan Miliknya yang begitu besar kepada Alson.
"Lebih baik aku mandi dulu, dan setelah itu aku akan memasak untuknya," Imbuh Vika, dengan bahagia. Mengingat jika ini masih begitu awal pagi. Dia memilih untuk menyiapkan sarapan pagi untuk kekasihnya itu.
Our love couple❤️
To be continue.
Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎
**Jangan pelit! Mimin, *Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya😘😘 *
Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭
__ADS_1
Terima kasih🙏🏻🙏🏻
Follow IG Author @Andrieta_Rendra