Hot Mother 2 ( Akibat Cinta Dari Pertemanan )

Hot Mother 2 ( Akibat Cinta Dari Pertemanan )
Partner Ranjang Part II ( 36 )


__ADS_3

🌹 Happy Reading ya Gengs 🌹


Setelah seluruh rangkaian acara di Gereja berlangsung, kini Brio dan Vita tengah berada di hotel untuk bersiap - siap melakukaan resepsi nanti malam.


Awalnya Vita menolak untuk mengadakan respesi, namun karena dirinya adalah seorang Aktris sekaligus cucu dari keluarga utama Manopo. Mau tidak mau Acara resepsi yang tadinya ingin dibuat secaea sederhana, kini berbuah drastis dengan sangat - sangat luar biasa mewahnya.


Seluruh selebritis Hollywood juga mereka undang tanpa terkecuali. Tanpa perasaan takut Arvan membuat sebuah acara yang sangat meriah, sekaligus memperkenalkan Griffin kepada seluruh dunia.


Hal ini meraka lakukaan, selain untuk merayakan pernikahaan antara Brio dan Vita, pesta ini juga untuk memancing si pembunuh Albert dan Briell muncul, dan melihat sosok Griffin yang berada di tengah keluarga mereka.


Sudah cukup lama mereka menunggu saat - saat ini, dan hari inilah waktunya untuk memperkenalkan "Raini Griffin Erol" si pengembara yang bersikap tegas yang menjelma sebagai Tuhan pencipta Dunia.


***


"Vita," panggil Brio, pada istrinya. Namun sedari tadi Vita memilih diam tanpa ingin berkata apapun.


Brio menghela nafasnya kasar, dia memandang tajam ke arah Vita yang sama sekali tidak mau menggubrisnya. "Oh, jadi sekarang kalau tidak ada orang lain kamu tidak menganggap beradaanku? Seperti itu?" Dengan amarah Brio mencoba untuk menghentikan langkah Vita yang ingin meninggalkannya begitu saja.


Plaaaakkk, karena sudah tidak bisa menahan amarah, akhirnya untuk pertama kalinya setelah mereka menjadi suami istri, Brio sudah melayangkan pukulan terhadapnya.


Vita memegangi pipinya yang terasa sangat panas akibat tamparan dari pria yang saat ini sudah menjadi suaminya.


"Vita, aku sudah cukup sabar ya, sedari kemarin kamu mengabaikan aku, mau kamu apa ha?"


"Aku bahkan sudah bertanggung jawab atas bayi yang telah kamu kandung ini, lalu kamu mau apa lagi sekarang?" sentak Brio, membuat Vita merasa gugup sendiri, dengan cengkraman kuat yang ada di tangannya.


"Jika kamu muak dan tidak ingin menikah denganku, lalu kenapa kamu mempertahankan bayi-"


"Kenapa kamu selalu mau menyalahkan anak kita? Anak kita tidak pernah bersalah jika bukan kita yang berbuat, this baby doesn't happen if we not do -" Vita menghentikan kalimatnya, sebelum akhirnya dia tersadar, bahwa akan sangat percuma bicara dengan Brio yang mempunyai sifat kepala batu seperti itu.


Brio menghela nafasnya kasar, kali ini dia hanya diam dan terus menunggu Vita untuk kembali berbicara.


"Kamu pergi tinggalin aku, di saat aku tengah berjuang di rumah sakit dengan kondisi hamil seperti ini, kamu yang memintaku untuk mengugurkannya, lalu kemarin apa?"


"Bukannya bertanggung jawab, kamu malah dengan bangganya mengumumkan pernikahanmu dengan kekasihmu itu." Sindit Vita tanpa ada rasa takut.


Apapun yang dilakukaan oleh Brio saat ini, itu tidak akan pernah mampu menutupi luka yang pernah pria ini buat kepadanya.


"Bagaikan luka yang sudah terlalu parah, akan butuh waktu cukup lama untuk bisa memulihkannya kembali, walaupun kamu mengobatinya dengan obat yang termahal seduniapun, tidak akan pernah bisa menyembuhkaanya dengan sesingkat itu-"

__ADS_1


"Tetapi kamu mencintaiku," seru Brio, menyela pembicaraan istrinya.


"Perseeetan dengan cinta, karena di dunia ini, tidak akan pernah ada cinta untuk seorang pengkhianat sepertimu," tegas Vita, kepada Brio.


Dia sama sekali tidak ingin dianggap lemah oleh pria ini, sudah begitu banyak luka perbuataan yang dia torehkan begitu saja. Tanpa pernah ada keluar kata maaf yang benar - benar tulus dari mulutnya.


Walaupun kemarin Brio sempat mengirimkan ratusan bucket bunga yang bertuliskan kata maaf, tetapi tetap saja Brio tidak benar -benar tulus meminta maaf kepadanya.


Dan di saat mereka tengah bertengkar, tiba - tiba saja, dari luar terdengar suara pintu yang diketuk.


Tokk,,tokk, Brio yang mendengar itu, memilih untuk mengalihkan pandanganya menatap ke arah lain, "buka pintu itu! Dan hapus air matamu! Aku tidak mau semua keluarga besar tahu tentang masalah kita," Ucap Brio dengan tegas, lalu dia duduk di pinggiran tempat tidur sambil memainkan game di ponsel pintarnya.


Vita yang melihat Brio malah memilih untuk bermain game dibandingkan menyelesaikan permasalahaan mereka. Kini hanya bisa menarik nafasnya kasar.


"Jangan sampai karena sikapmu begini terus, aku segera meminta cerai dari kamu," Vita mengancam Brio, yang kini bahkan tidak memperdulikaan keberadannya.


Setelah itu, Vita segera berjalan keluar untuk membuka pintu untuk orang yang berada di luar.


"Hallo," sapa sosok tersebut, membuat Vita memandangnya bingung, melihat seorang pria yang mempunyai bentuk tubuh yang sangat profesional, dengan dua wanita yang berdiri dibelakangnya.


"Soory?"


"Hallo, nona Vita, saya adalah Jeremi, seorang make up artis yang akan merias Anda untuk tampil perfect malam ini." Ucap pria itu.


Dia takut jika pria ini menyentuh dirinya, Brio akan mengamuk dan bahkan menyiksa dirinya lagi seperti dulu ketika beradegan mesra dengan Karel.


"Viiitttaaa," teriak Brio dari dalam kamar. Membuat Vita tekelonjak kaget mendengar suara Brio yang bagaikan guntur di telinganya.


Brio yang baru saja selesai memainkan game miliknya, kini menyadari jika Vita belum masuk kembali dalam kamarnya, apa lagi samar - samar dia mendengar suara pria yang tengah mengobrol dengan istrinya di luar. Membuat emosi yang berada di jiwanya kini kembali terbakar.


Namun, di saat Vita baru saja ingin masuk menemui Brio, tiba - tiba saja, Eden muncul untuk melihat keadaan anak dan menantunya.


"Vita," tegur Eden, yang kini ikut mengejutkannya.


Sontak saja, Vita langsung menutup wajahnya dengan rambut yang telah tergerai rapi. Dia khawatir jika mertuanya itu melihat wajahnya yang memar karena perbuataan putranya.


"Eh, ne-nenek," balas Vita dengan canggung.


Brio yang sudah tersulutkan emosi, kini berjalan keluar dan ingin kembali menarik Vita ke kamar, namun langkahnya terhenti karena melihat mommynya yang berdiri di depan istrinya.

__ADS_1


"Shiiittt!" Umpatnya dengan kasar, lalu dia kembali masuk ke dalam kamar, dan berusaha untuk mengontrol kembali emosinya.


"Ayo Vita, kita masuk untuk berias sekarang," ajak Eden, setelah berbincang sebentar dengan pria yang akan meriasnya.


"Iya Nek," sahut Vita masih merasa canggung dengan keberadaan Eden.


Mereka semua masuk ke dalam kamar, dan melihat Brio yang sedang memainkan ponselnya. "Bagus ya kamu! Bukannya bersiap - siap untuk resepsi, malah duduk di sini main game," sentak Eden, yang langsung merampas ponsel Brio begitu saja.


"Apa sih mom? Masa main game juga gak boleh, mommy jangan gak jelas gitu," Brio meluapkan emosi pada mamahnya.


Eden menatap putranya dengan tajam, sambil menyilangkan tangannya di dada, "apa kamu?! Berani kamu bentak mommy?!" Tantang Eden pada putranya.


Dia sangat tahu jika saat ini putranya sedang marah entah karena apa.


Sedangkan Vita memilih untuk duduk di depan meja rias yang sudah di rapikaan lebih dulu, dan membiarkan para penata rambut dan make up menyentuh wajahnya.


"Aasshh," desis Vita, merasakan nyeri ketika Jeremi menyentuh pipinya.


"Astaga, nona, kenapa wajah Anda memar seperti ini?" tanya Jeremi dengan khawatir.


"Ahhh, tidak apa - apa, tadi kebentur di saat aku jalan gak pakai mata, malah asik di handphone," jawab Vita bohong. Dia tidak bisa menyembunyikan rasa gugup dan takut yang kini bercampur aduk di dalam hatinya.


Apa lagi di dalam ruangan itu ada mertuanya, yang membuat dirinya merasa serba salah.


"Oke, tidak apa nona, kita masih sempat untuk mengompresnya lebih dulu," balas Jeremi.


"Hey kamu, ambil es batu yang berada di dalam kulkas ya," pinta Jeremi pada salah satu anak buahnya.


"Baik bos," jawabnya, dan langsung berlari keluar untuk mengambilkan apa yang dibutuhkan oleh bosnya.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganyaπŸ₯° jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘

__ADS_1


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»*


__ADS_2