Hot Mother 2 ( Akibat Cinta Dari Pertemanan )

Hot Mother 2 ( Akibat Cinta Dari Pertemanan )
Chapter 30


__ADS_3

🌹 Happy Reading 🌹


Setelah menyiapkan segala kebutuhanya, kini Vika tengah bersiap-siap untuk pergi ke apart milik Alson.


Dia melangkah turun ke bawah dan melihat Vita dengan ibunya yang tengah duduk makan bersama.


"Hallo anak cantik mamah," sapanya sambil mencium sekilas kening Vita.


"Pagi Mah," sahut Vita dengan senyum yang menawan.


Veli yang melihat Vika sudah rapi dengan membawa bungkusan makanan itu terus menatapnya dengan tajam. "Kamu mau kemana Vik pagi-pagi begini?" tanya Veli dengan sinis.


"Vika mau keluar bentar Mah, mau ada keperluan." Jawab Vika yang masih merasa segan bila mengatakan dia akan bertemu dengan Alson.


Veli memilih diam dan tidak menjawab ucapan Vika itu.


"Oh ya Mah, kemarin Vita dan Nenek bertemu dengan Papah, dan Papah bilang dia janji mau ngajak Vika jalan-jalan kalo sudah sembuh." seru Vita sontak membuat Vika meyeritkan keningnya bingung lalu menatap ke arah mamahnya yang kini mengalihkan wajahnya ke arah lain.


Vika kembali menatap ke arah Vita yang sedang sibuk dengan makananya. "Ehm Vita sayang, siapa Papah yang Vita maksud itu Nak?" tanyanya pelan kepada putrinya, agar Vita tidak menanyakan hal-hal lainya.


Mendapatkan pertanyaan itu, Vita langsung melirik ke arah Neneknya, lalu kembali menatap mata Mamahnya. "Papah Jendra Mah, kemarin dia kecelakaan dan harus masuk rumah sakit karna menolong Vita dan Nenek yang hampir tertabrak mobil Mah, dan Nenek juga bilang kalo Papah akan menjadi Papah Vita untuk selamanya, karna Mamah dan Papah akan kembali bersatu." Jawabnya jujur mendengar apa yang kemarin di bicarakan oleh Veli dengan Jendra.


Dengan penuh amarah Vika langsung menatap tajam ke arah Veli. "Ibu ini maksudnya apa?" tanyanya pada Veli yang sedang tertunduk saat ini.


"Vita sayang, nanti di lanjut lagi ya makanya, sekarang Mamah mau bicara penting terlebih dahulu dengan nenek." Ucap Vika yang tidak ingin lagi menunda masalah ini.

__ADS_1


"Baik Mah." Jawabnya langsung berlalu pergi menyisahkan Vika dan Veli di ruang makan itu.


Setelah Vita pergi, Kini Vika mulai kembali membuka suaranya. "Maksud Ibu apa? Kenapa Ibu seenaknya mengizinkan Vita untuk bertemu dengan Jendra? Dan lalu apa ? Ibu memberikan kesempatan agar pria brengsek itu bisa kembali denganku? Really bu?" cercanya dengan tajam ke arah Veli.


"Bukankah memang sudah takdirnya ayah dan anak kandung di persatukan, semua manusia pasti bisa berubah, dan mungkin ini jalan dari Tuhan untuk membuat Vita mendapatkan kasih sayang yang utuh dari kedua orang tua kandungnya, bukan dari Ayah tirinya." balas Veli yang membuat Vika tak habis pikir dengan jalan pikiran ibunya ini.


Vika memijat keningnya pusing tidak tau harus bagaimana lagi. "Bu apa sih yang Alson pernah lakukan kepada Ibu? Sampai ibu tidak menyukai dia? Alson bahkan tidak pernah melukai ataupun kasar sama ibu, apa lagi sampai menghina harga diri ibu, tapi kenapa ibu malah memusuhinya." tanya Vika yang lebih membela Kekasihnya dari pada masa lalunya.


"Dia tidak salah, tapi kita yang salah dan seharusnya tau diri, dan kamu juga harus bercerimin dengan dirimu Vika, pantaskah keluarga kita bersanding dengan dia? Jika keluarga seperti Jendra saja bisa menghina dan menginjak harga diri kita, apa lagi dengan keluarga Alson yang sekaya itu, berpikirlah sebelum kamu melangkah Vika, kembalilah dengan Jendra yang sudah jelas-jelas ayah dari anak kamu, mungkin sekarang dia sudah sadar dan mengakui kesalahanya, dan demi Vita kalian berdua kembali lah." ucap Veli lagi dengan sedikit memohon agar putrinya itu melepaskan Alson.


Vika tersenyum sinis mendapatkan pernyataan seperti itu dari Ibunya. "Bu, Vika bukanlah sebuah barang yang bisa di gunakan dan di kembalikan kapan pun dia mau, Bagi Vika, ketika seseorang sudah memutuskan untuk melepaskan Vika, maka menangis darahpun Vika tidak akan kembali, bagaikan sebuah sampah yang tidak akan bisa di daur ulang kembali, begitu juga hati Vika yang tidak akan pernah mau kembali dengan sosok Pria yang sudah membuat Hidup Vika hancur berantakan." Jawab Vika tegas, dan lalu memilih pergi.


Dia yakin jika ibunya terus di lawan, maka permasalahn ini tidak akan pernah habis, dia sendiri yang akan bicara dengan Jendra nanti agar menjauh dari keluarga kecilnya, termasuk Vita.


Jendra tidak boleh terlalu sering bertemu dengan Vita, dia takut jika Jendra akan mempengaruhi Vita agar membenci Alson dan memaksanya menerima sosok Jendra dengan dalil sebagai Papah.


Tak membutuhkan waktu lama, kini Vika sudah sampai di Apart milik kekasihnya. Namun dia berulang kali memencet bel kamar itu tak ada yang membukanya.


Vika melirik ke arah jam tanganya yang masih menujukan jam 08.00 pagi. "Kemana dia sepagi ini?" Gumam Vika dan mencoba menghubungi Alson, namun pria itu juga tak kunjung menjawabnya.


Sehingga Vika yang merasa lelah berdiri, memilih untuk meletakan makanan itu di sebelah pintu, dan melangkah pergi.


"Sebaiknya sekarang aku mendatangi Jendra untuk membicarakan hal ini." batinya yang kini mulai mengarahkan mobilnya menuju rumah sakit.


Dia tadi sempat menghubungi Veli dan bertanya dimana pria bejad itu di rawat.

__ADS_1


Sesampainya di rumah sakit, Vika langsung melangkah masuk ke dalam ruangan Jendra.


Dan terlihat Jendra yang terbaring sendirian dengan tangan yang di gips.


"Apa mau mu sebenarnya," cercanya langsung tanpa mengingat bahwa kondisi Jendra saat ini sedang lemah.


Jendra yang sedari tadi menutup matanya, kini langsung membukanya ketika mendengar suara Vika berada di sekelilingnya.


"Vika, kamu di sini?" tanyanya dengan lembut, namun semakin membuat hati Vika panas.


"Gak usah banyak bicara! Katakan apa maumu sebenarnya? Mengapa kamu kembali dan memintaku untuk menerimamu." Teriaknya tanpa perduli jika sedang berada di rumah sakit.


Jendra memperbaiki posisinya menjadi setengah duduk dengan bantal yang menjadi sandaran punggungnya. "Salahku apa jika meminta dan menginginkan keluarga kecilku kembali? Aku rasa seluruh ayah di dunia ini pasti akan menginginkan masa di mana anak dan istrinya berkumpul bersama-sama," jawabnya dengan santai.


"Ayah? Ayah macam apa yang kamu bicarakan? Bahkan kamu tidak lebih dari seorang binatang yang tega membuang anaknya dan berniat membunuhnya kan, lalu kenapa sekarang kamu kembali dan menganggap dia adalah anak kamu! Ingat Jendra anak kamu sudah mati bersama dengan keinganan kamu dulu, dan sekarang yang tersisa hanya anak aku, bukan anak kamu." Tegasnya yang hanya di balas senyuman manis dari Jendra.


"Jika hanya anak kamu? Kasih tau aku bagaimana kamu membuatnya? Jika bukan karna aku maka anak kita tidak akan pernh ada di rahim kamu, ingat itu!!!"


To be continue.


Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎


**Jangan pelit! Mimin, *Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya😘😘 *


Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭

__ADS_1


Terima kasih🙏🏻🙏🏻


Follow IG Author @Andrieta_Rendra


__ADS_2