
🌹 Happy Reading Gengs 🌹
Seperti yang dikatakan oleh Brio kemarin, kini terlihat Brio dan Vita yang sedang berada di Bandara, menjemput Mario, Eden dan juga Hanna anak Brina.
Sebenarnya, Eden dan Mario masih menyimpan rasa kesal di hati mereka pada Vita dan keluarganya. Namun, kebahagiaan putra mereka tetaplah yang nomor satu. Jadi mereka harus bebesar hati menerima Vita di keluarga mereka lagi.
“Welcom to Singapore, Mom Dad.” Sapa Brio, lalu memeluk ke dua orang tuanya.
“Thank you sayang,” balas Eden dan juga Mario.
Vita tersenyum, lalu ikut memeluk Eden dan Mario. “Ini Hanna ya Mom?” Tanya Brio, fokus dengan anak bayi usia 6 bulan yang sedang berada di dalam strollernya.
“Iya, ini Hanna,” jawab Eden.
“Lucu banget ya,” sahut Vita, lalu menggegam tangan Hanna yang terlihat sedang terlelap.
“Lucu dong, makanya Mommy sayang banget sama dia.” Balas Eden, membuat Vita tersenyum mendengarnya.
“Apakah anakku nanti akan di sayang juga sama Mommy?” Tanyanya dalam hati. Berharap, ketika anaknya nanti lahir akan mendapatkan kasih sayang yang sama dengan yang didapatkan Hanna.
Di saat mereka sedang mengobrol, terlihat Hanna yang sudah terbangun dari tidur. “Ahhh gak kuat, lucu banget.” Ucap Vita lagi, namun kali ini di iringi dengan tangisannya.
“Loh, Vita kok nangis?” Tanya Mario, ketika melihat menantunya itu dengan wajah yang memerah serta air mata yang sudah menetes banyak.
“Ini, Hanna lucu banget,” jawabnya, membuat Eden tersenyum lalu menggelengkan kepalanya.
“Ya ampun, ibu hamil ini, bikin panik saja.” Seru Eden, membuat Brio dan Vita tertawa mendengarnya.
“Boleh gendong tidak Mom?” Tanya Vita, meminta izin untuk menggendong Hanna.
“Boleh dong, ini pakai gendongannya biar tidak lelah.” Jawab Eden, lalu memberikannya pada Vita.
“Sini aku bantu pakaikan.” Brio mengambil alih gendongan itu dari tangan Mommynya, lalu membantu Vita untuk memasangnya. Setelah itu Brio kembali membantu untuk meletakan Hanna ke dalamnya.
“Sayang fotoin!” Pintanya pada Brio, agar mengabadikan momennya bersama dengan Hanna Bayi.
Tentu saja, Brio dengan senang hati menuruti perintah istrinya. Dia sempat mengambil beberapa foto yang terbaik, agar istrinya bisa memilih sendiri, mana foto yang mau di posting.
__ADS_1
“Hemm, kayanya kita makan siang di luar saja ya Mom,” ajak Brio, pada orang tuanya, karena memang waktu sudah menunjukkan angka 12 siang.
“Iya, kayanya Daddy juga lagi pengen makan Indian Food deh.” Sahut Mario, yang dijawab dengan anggukan kepalan oleh Eden.
“Bener tuh, Mommy sudah lama tidak makan Nasi Bryani,” tandas Eden, menyetujui apa yang diinginkan suaminya.
“Baiklah, kita mungkin ke ION aja deh Mom, food court di sana juga bagus kok.” Ajak Brio, yang langsung di setujui oleh Eden dan Mario.
“Sayang, sini biar aku saja yang gantiin gendong Hanna, nanti kamu lelah.” Ucap Brio, mengambil alih Hanna dari gendongan Vita.
“Baiklah.” Sahut Vita, karena dalam kondisi hamil ini, memang dia terasa sangat sering lelah.
Bisa di katakan, jika dia bawa diri saja rasanya berat, apa lagi dia harus membawa Hanna berkeliling.
“Kalian ber dua sudah ke dokter?” Tanya Eden, pada Brio dan Vita.
“Sudah Mom kemarin,” jawab Brio, lalu mengeluarkan ponselnya untuk diperlihatkan pada Mommynya, hasil USG bayi mereka kemarin.
Eden melihat foto itu, lalu diberikan pada Mario suaminya. “Sudah berapa minggu ini?” Tanya Mario, ketika tidak menemukan perkiraan perhitungan janin.
“Semoga sehat sampai lahiran ya.” Ucap Eden lagi, dengan tulus, sembari mengusap lembut punggu belakang Vita.
“Terima Kasih ya Mom.” Sahut Vita, merasa begitu bahagia, karena ternyata Eden dan Mario mau berlapang dada menerimanya, tanpa membahas tentang masalah yang sudah lewat.
Kini Brio, Mario, Eden dan juga Vita sedang berjalan keluar, untuk ke parkiran mobil. “Sini, biar Daddy saja yang bawa mobilnya, kamu lagi gendong Hanna gitu.” Seru Mario, mengambil kunci mobil dari tangan Brio.
“Vita duduk di belakang saja sama Mommy,” seru Eden, mengajak para wanita untuk bersama di belakang.
Lagi - lagi Vita tersenyum karena kehangatan keluarga ini, akhirnya bisa dia rasakan.
“Jadi bagaimana dengan tawaran Mommy, Brio?” Tanya Eden, ketika mobil mereka sudah berjalan membelah kerumunan.
“Aku sudah berunding dengan Vita Mom, dan mungkin kami mau untuk pindah ke Prancis sementara,” jawab Brio, yang menoleh ke arah istrinya yang sedang duduk belakang.
“Kenapa sementara?” Sahut Mario, yang sednag mendengarkan perbincangan antara putranya dan istrinya.
“Iya, sampai Vita melahirkan dan sampai Anak Brio berusia 3 bulan Mom, karena Brio mau pergi ke German lagi untuk membangun keluarga Brio dengan Mandiri.” Jawabnya dengan bijak, dan kali ini Eden Mario, merasa bahwa anaknya sudah benar - benar sangat dewasa, dan mengerti apa makna dalam kehidupan.
__ADS_1
“Baiklah, untuk ke depannya nanti bagaimana, kita bicarakan di belakang saja, hanya untuk Vita yang penting ada orang yang berpengalaman untuk menjaganya.” Seru Mario, menanggapi keputusan putranya itu.
Sebenarnya dia sangat - sangat tidak masalah, jika anak, cucu dan menantunya mau tinggal bersama - sama. Karena Mansion mereka terlalu besar kalau hanya ingin tinggal beberapa orang saja.
Tetapi, Mario dan Eden juga tidak bisa memaksa keputusan anak - anak mereka, apa pun yang membuat anak mereka bahagia, maka itulah yang akan menjadi keputusan terbaik.
***
Sesampainya di restoran, keluarga Jonathan kini terlihat sedang duduk menunggu makanan mereka tiba, dengan sedikit perbincangan membuat keluarga itu terlihat sangat - sangat terlihat bahagia.
Bahkan Vita kini terdiam, dengan raut wajah yang begitu bahagia, menatap suami, dan ke dua mertuanya.
“Terima kasih Tuhan, karena masalah yang kemarin terjadi di antara kita, itu membuat saya dan Brio menjadi semakin tahu, bagaimana caranya menghargai sebuah hubungan suami istri.” Batin Vita, merasa menjadi wanita paling bahagia selama dia memang sudah berniat untuk menerima dan mencintai suaminya Brio.
“Prasangka buruk terhadap mertuaku, ternyata semua itu juga hanyalah sebuah khalayan belaka, dan sekarang malah buktinya, keluarga suamiku menerimaku dengan tulus.”
Ternyata benar, jika kalian mendapatkan sebuah Takdir yang sudah dipilihkan oleh Tuhan, maka kalian sudah tidak bisa menolaknya apa lagi memaksakan kehendak untuk hal itu.
Karena, sekuat apa pun kalian menolaknya, Tuhan akan tahu, bagaimana caranya takdir itu bisa kembali pada kalian.
Beraneka ragam cara Tuhan memperkenalkan Takdir indah itu pada setiap Anak - anaknya. Ada yang harus melewati masa sedih terlebih dahulu, dan ada juga yang memang harus melewati sulit - sulitnya.
Yang pada intinya, semuanya hanya memiliki dua kunci saja, yaitu sabar lalu menerima, percayalah, semuanya akan menjadi baik - baik saja, dan akan indah jika telah tiba Masanya.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*
__ADS_1