Hot Mother 2 ( Akibat Cinta Dari Pertemanan )

Hot Mother 2 ( Akibat Cinta Dari Pertemanan )
Partner Ranjang Part II ( 47 )


__ADS_3

🌹 Happy Reading ya Gengs 🌹


Saat ini terlihat dokter Anna yang mulai mengarahkan ultrasound portable yang digunakan untuk mengecek denyut nadi jantung bayi.


"Apakah kalian sudah siap mendengarnya?" tanya Dokter Anna, yang dikawab anggukan kepala oleh Vita dan Brio.


Brio yang memang belum pernah menemani seorang ibu hamil untuk periksa, kini memilih untuk berdiri jauh dari posisi istrinya sekarang.


Baik dokter Anna maupun itu Vita sendiri, tidak ada yang menyuruh atau meminta Brio untuk mendekati Vita sebagai bentuk dukungan.


Namun, dengan sikap Brio yang terlihat sangat serius menatap ke arah Layat Monitor, Vita sudah sangat tahu, jika suaminya saat ini sedang memperhatikan semua pergerakan anaknya.


Deg,deg,deg,deg, suara jantung yang terdengar sangat sehat itu, sontak membuat Brio tersenyim bahagia, begitupun juga dengan Vita yang langsung menetesakan air matanya, karena merasa sangat bersyukur dengan berkah ini.


Janin yang dulu mereka ingin gugurkan, kini telah tumbuh sehat dan begitu sempurna. Sakit ketika mereka mengingat perbuatan mereka dulu.


Tidak bisa dipungkiri, sejahat -jahatnya Brio bertindak, tentu saja dia memiliki rasa penyesalan yang ada di dalam dirinya. Dia merasa menjadi seorang manusia yang sangat berdosa karena pernah ingin membunuh dan membuang bayinya. Dan parahnya Brio bahkan tidak ingin mengakuinya malah ingin menikahi wanita lain dari pada ibunya, agar dia bisa lepas dari tanggung jawab.


"Are you happy Brio?" tanya Vita dengan lembut kepada suaminya.


Dia sangat ingin tahu bagimana reaksi suaminya ketika tahu bahwa bayi mereka selamat dari tindakan ke - egoisan mereka dulu.


"Sure, i happy with you and baby V," ungkapnya, mengikuti cara Vita yang biasa memanggil bayinya dengan sebutan V, entah apa kepanjangan dari V namun yang Brio pastikan nama anaknya akan mengikuti nama dia, Brina dan kakanya.


"Apakah anak saya laki - laki dok?" tanya Brio yang sangat antusias mengharapkan putra yang lebih dulu lahir kedunia.


Dokter Anna tersenyum sebentar, lalu menggelengkan kepalanya pelan, "kami masih belum tahu Tuan, karena gendre bayi itu akan terlihat di usia 20 atau 25 minggu usia kandungan tuan," terang dokter Anna, kepada Brio dan Vita yang dia tahu belum ada pengalaman sama sekali.


Brio dan Vita kini menggukan kepala mereka paham, terlihat bagaimana seriusnya kedua pasangan itu mendengarkan penjelasaan dari dokter.

__ADS_1


"Oh iya, Vita ada mabuk tidak ya? Seperti muntah - muntah, pusing atau apapun?" Brio menatap ke arah istrinya sejenak, lalu menggelengkan kepalanya pelan.


"Selama aku bersama dia, aku belum pernah lihat dia muntah sih dok, dan tidak ada keluhan apapun intinya selama hamil ini," jawab Brio, yang seakan - akan tahu tentang keadaan Vita.


Dan ini lagi - lagi membuat Vita dibuat tersenyum oleh Brio. Kini pria yang dulunya tidak mau bertanggung jawab, kini telah berubah menjadi suami idaman yang sangat menyayangi dan memperhatikannya.


"Lalu bagaimana dengan Anda tuan? Apakah sindromnya menular ke Anda?" Tanya dokter Anna lagi.


Kembali Brio menggelengkan kepalanya, merasa tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Anna. "Soory, saya tidak paham dengan yang dokter bilang," ucap Brio, yang kini membuat Vita menatapnya.


"Terkadang itu, ada suami yang merasakan sindrom simpatik sayang, rasa mual, pusing yang berada di ibu hamil, bisanya suami juga bisa merasakan, tapi kamu enggkan," Vita menjelaskan secara detail dengan suaminya menggunakan bahasa perancis. Karena Brio tidak akan pernah mengerti jika dirinya tidak dijelaskan secara saksama


"Oh," balasnya singkat.


Setelah itu keduanya kini mendengarkan secara saksama apa saja yang dijelaskan oleh dokter Anna kepada keduanya.


****


Brio langsung mengedikan bahunya singkat, lalu tersenyum menatap ke arah Vita. "Aku senang kalau kamu tersenyum gitu," seru Vita, ketika sepanjangan hari ini. Suaminya selalu saja tersenyum bahagia.


"Senang kenapa?" tanya Brio dengan menyeritkan keningnya bingung.


"Harusnya kamu dulu yang jawab! kenapa kamu melihat foto bayi kita terus?" tanya Vita, kembali mempertanyakaan tentang yang pertanyaannya di awal.


Brio kembali tersenyum sambil menatap ke arah Vita, dengan tatapan yang sangat sulit diartikan. "Aku pernah ingin membunuhnya, dan sekarang, ketika aku mendengar suara detakan jantung miliknya untuk yang pertama kali, aku merasa jika selama ini aku hampir merebut sebuah kehidupan di dunia ini, rasa penyesalaan yang ada, kini mulai bersarang menggerogotiku, dan aku bahkan tidak tahu bagaimana cara menghapus perasaan itu," ungkapnya pada Vita, yang kini terlihat ikut menghela nafasnya panjang.


"Bukan hanya kamu yang berniat membunuhnya Io, tetapi aku juga, kita, bukan hanya kamu. Seandainya aja kita tidak terikut dengan sebuah nama baik yang sangat takut tercemar, oleh karena kita menganggap bayi kita ini adalah aib, pasti kita tidak akan pernah merasa bersalah seperti ini, dan harusnya juga aku sebagai mommy malah mendukung keputusan daddynya untuk membunuhnya, tanpa aku bisa melindunginya ketika itu, kita adalah orang tua yang buruk Io, bukan hanya kamu, tetapi kita," terang Vita, dia tidak ingin Brio hanya menyalahkan dirinya dengan semua kejadian yang ada.


Vita tahu, Brio pernah salah, bahkan sangat salah, namun apa yang bisa dia lakukaan saat ini selain memaafkan dan memulai kehidupan mereka yang baru?

__ADS_1


Amarah, rasa benci, tidak akan pernah bisa tumbuh di dalam hatinya, ketika rasa cinta itu lebih kuat letaknya. Yang bisa Vita lakukaan saat ini hanyalah diam, karena Brio tidak boleh tahu jika dia mencintai pria itu.


Dia ingin tahu dulu, seperti apa perjuangan Brio untuk membuktikan rasa penyesalannya. Apakah memang Brio sudah pantas menerima cintanya? Atau malah sekarang Brio hanya bersandiwara untuk mempermainkan hatinya. Intinya semuanya, Vita harus mendapatkan seluruh jawaban dari apa yang sedang berkecamuk di hatinya. Terlebih utama dia harus tahu, kenapa dan mengapa, Brio, Brina dan Griffin sangat membencinya dan juga mamahnya.


Cuuupp, Brio mengecup singkat pungung tangan istrinya, merasa bersyukur karena Vita masih mau memaafkaanyan terlepas dari semua kekerasan yang dia lakukan selama ini.


Bahkan teringat saat terakhir dia mengabaikan Vita di saat hari pernikahaan mereka, tetapi sampai saat ini malah Vita masih saja bersikap lembut kepadanya.


"Apakah kamu ingin mengecupnya juga?" tanya Vita, sembari mengusap perutnya pelan.


Dan tanpa menjawab lebih dulu, Brio langsung mengecup singkat perut istrinya, yang kini berubah jadi kecupan yang sangat banyak. "My son, sayang mau daddy ajarkan satu hal tidak?" Tanya Brio pada janin yang ada di dalam perut istrinya.


"Mengajarkan apa?" Tanya Vita yang lebih dulu sewot dengan apa yang hendak dilakukan oleh suaminya.


Brio menatap Vita dengan menaik turunkan alisnya, lalu mengeluarkan ponsel dari dalam saku celananya. "Sayang, ketika kamu dewasa nanti, kamu harus bisa memainkan ini sayang, ini namanya cassino online, biar kita bisa dapat uang yang banyak," ucap Brio lagi, tanpa memperdulikaan tatapan tajam dari Vita.


"Kamu!!!! Nanti kalau anaknya dewasa jadi tukang judi gimana?" geram Vita, merasa suaminya sangatlah bodoh, karena bisa - bisanya dia mengajarjan anaknya cara bermain judi di saat baru dalam kandungan. Benar - benar bapak yang tidak waras.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganyaπŸ₯° jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*

__ADS_1


*Terima kasih**πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»*


__ADS_2