
🌹 Happy Reading 🌹
Flash back on
Pada sore harinya Gina yang terbangun dari tidurnya kini tengah memeluk tubuh kekar di sebelahnya.
Dia membulatkan matanya seketika melihat sosok Robert yang berada di bawahnya, lalu dia melirik ke arah jari manisnya yang terselip sebuah cincin pernikahaan.
"Asataga aku benar-benar sudah menikah denganya? Dan ini-," gumamnya terputus ketika melihat dirinya yang tanpa busana begitu juga Robert, "oh Tuhan, apa ini ? Apa aku sama dia sudah-" dia terkejut melihat keadaanya saat ini.
Dan detik yang sama Robert terbangun dari tidurnya dan mulai memperbaiki pandanganya, namun ketika matanya terbuka sempurna dan melihat sosok Gina, sontak Robert terkejut dan bangun dari posisi tidurnya. "Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Robert yang masih belum ingat jika dia dan Gina sudah suami istri.
Namun belum selesai Gina menjawab, tatapan Robert kini jatuh pada tubuh Gina yang tertutupkan selimut, lalu mengalihkan pandanganya melihat ke arah dirinya yang juga sama. "Araarrrrggghhhh Gina Rafaela, apa yang kamu lakukan?" Teriak Robert histeris.
"What?" Tanya Gina bingung melihat Robert yang menampilkan wajah marahnya.
"Ini apa-apa, kamu sudah ambil perjaka ku," jawabnya kesal.
Sontak saja Gina langsung membulatkan matanya seketika, "dasar bodoh, kamu pikir aku juga gak perawan? Kita tuh sama-sama masih segel, jadi jangan merasa jika hanya kamu saja yang merasa di rugikan dalam hal ini," bentak Gina di luar kendali, melihat wajah pria ini seperti tak terima jika perjakanya di ambil.
"Cikh, alasan," gumanmnya jelas.
"Apa alasan, hey aki-aki bangkotan, ingat usia kamu itu udah setengah abad, bersyukur karna masih bisa pecah perjaka dan itu denganku istri kamu sendiri. Kalo kamu di perkosa banci atau pecinta sesama jenis gimana mau kamu," cerca Gina dengan emosi.
__ADS_1
Dan bukanya menjawab Robert kini berdiri dengan santainya tanpa ada rasa malu memperlihatkan kukubirdnya yang bergelantungan.
Braaaaaaaakkkkk dia membanting pintu kamar mandi dengan sangat kencang, hingga pintu itu hampir lepas di buat olehnya.
"Oh God," gumam Gina mengelus dadanya yang terkejut karna ulah Robert.
"Emang ya dasar pria gak tau bersyukurkan, masih mending sebelum mati dia bisa morena pecah perjaka, ntar kalo dia mati sebelum pecah perjaka, kan gak mungkin nanti dia bilang sama malaikat maut, 'jangan ambil nyawa saya malaikat, biarkan saya pecah perjaka dulu' kan gak lucu, masa iya malaikat mau mau ngasih toleransi sama pria yang belum rasakan surga dunia," gumam Gina tidak jelas.
Dia kembali acuh dengan sikap Robert yang berlebihan itu, dan bergantian mandi ketika Robert dengan wajah dinginya keluar dari kamar mandi.
Namun Gina sama sekali tidak perduli, dia malah sengaja lewat di depan Robert dan mengibaskan rambut panjangnya yang wangi di wajah suami barunya.
"Hisshh wanita ini," batinya menahan kesal, melihat Gina yang berlalu begitu saja ke dalam kamar mandi.
Falshback off.
"Alson, mulai hari ini Gina akan mentherapy Vika untuk kembali bisa mengeluarkan suaranya, mungkin ini tidak lama hanya membutuhkan waktu beberapa saat saja," seru Arvan memcah keheningan di meja itu.
Alson dan Vika dan yang lainya sontak tersenyum bahagia, karna Arvan benar-benar sudah berubah dan bahakan mengupayakan kesembuhan menantunya tersebut.
"Terima kasih Pah, terima kasih karna Papah sudah mau menerima Vika sebagai istri yang Alson cintai," sahut Alson dengan tulus menatap ke wajah istrinya.
Arvan kembali tersenyum melihat ketulusan di mata anaknya itu, "maafkan Papah kemarin sempat mengabaikan mu, Mungkin sikap Papah sedikit berlebihan. Namun itu hanyalah sikap orang tua yang, kamu taulah son, Papah masih merasakan sakit atas semua kejadian ini, Papah masih merasa gagal melindungi kalian," ucapnya dengan lirih.
__ADS_1
Sontak saja Jenni yang berada di sebelah Arvan, langsung menggengam tangan suaminya menyalurkan kekuatanya.
"Ikhlaslah, ku mohon," bisik Jenni pelan.
Alson mengerti bahwa saat ini Papahnya masih sulit untuk menerima kenytaan pahit di dalam hidupnya.
"Papah mungkin saja Alson bukan Albert, kami memang kembar tapi kami berbeda sifat, hanya saja jiwa kami sama, hidup kita sama, dan bahkan darah kita sama, Papah masih punya aku anak Papah, jangan pernah terpuruk hanya karna sebuah satu keadaan," balas Alson dengan tenang.
Mario yang tadinya ribut bahkan kini mulai menenggelamkan suaranya ketika Arvan mulai membahas lagi masa lalu, "hemm,,kita bahas yang lain ya, berisik tau kalian. Bikin gak mood makan," serunya langsung meninggalkan meja makan. Dan di susul oleh Eden istrinya.
"Maaf ya semua, aku kejar Mario dulu," pamit Eden dengan sopan, dan langsung berlari mengejar suaminya.
Bahkan dia sepertinya lupa dengan Brio dan Brina yang ada di meja itu juga.
Arvan yang melihat reaksi Mario kini semakin merasa bersalah. "Kita lanjutkan makan saja," ucap Arvan mengembalikan suasana yang canggung ini.
To be continue.
Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘 *
Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭
__ADS_1
Terima kasih🙏🏻🙏🏻
Follow IG Author @Andrieta_Rendra