Hot Mother 2 ( Akibat Cinta Dari Pertemanan )

Hot Mother 2 ( Akibat Cinta Dari Pertemanan )
Chapter 68


__ADS_3

Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke 🥰


Jangan sinder 😘😘


🌹 Happy Reading 🌹


Selepas acara pemberkataan selesai, seluruh keluarga besar saat ini sudah kembali ke Mansion utama, namun sedari pagi, hingga acara selesai berlangsung, Arvan hanya terdiam tanpa bersuara.


Begitupun juga Jenni, mereka berdua sama-sama terdiam, tanpa ingin mangatakan apapun.


"Bu, ibu yakin akan balik ke Indonesia?" tanya Vika, di saat Veli terlihat mengepak pakaianya.


Veli menganggukan kepalanya pelan, lalu tersenyum memandang putrinya yang terlihat resah saat ini.


"Ibu sudah menikah sayang, dan Lord Arvan memberikan tugas pada suami Ibu untuk bekerja di Indonesia, sudah wajib bagi ibu mengikutnya," seru Veli, menjelaskan agar putrinya itu bisa mengerti.


Vika menganggukan kepalanya lemah, mengerti apa yang dikatakan oleh Ibunya ini, karena posisi dirinya pun saat ini sedang ikut bersama dengan suaminya.


Veli yang melihat wajah cemberut dari putrinya, kini tersenyum, lalu mengusap lembut perut Vika yang nyaris terlihat buncit.


"Cucu nenek, baik-baik ya, nanti kalau mau lahir nenek akan balik kesini oke," ucap Veli, merasa senang melihat putrinya yang akan di karuniai anak kedua.


Setelah selesai mengemasi barang-barangnya, Kevin dan Veli terlihat tengah bersiap untuk berangkat. "Ibu akan tinggal di rumah kita kan?" tanya Vika, memastikan ibunya tidak akan mencari rumah baru.


Veli melirik sekilas ke arah Kevin, yang kini mengedipkan matanya sebagai pertanda dia menyetujuinya.


"Iya sayang ibu akan tinggal di rumah," jawab Veli, yang kini tersenyum sambil memeluk tubuh putrinya.


"Sering-sering telpon ya Bu, nanti pasti Vika kangen banget sama Ibu," ucap Vika, sambil menangis dipelukan Ibunya.


"Sudah waktunya berangkat," panggil Kevin pada Veli.


"Ibu berangkat dulu ya Vika, nanti Ibu akan sering-sering main ke sini, oke," ucap Veli, yang hanya dijawab anggukan kepala oleh Vika.


Dan setelah itu mereka semua berangkat pergi, Vika mengalihkan pandangannya ke arah Vita yang sedari tadi hanya diam berdiri di balkon kamarnya.


Alson yang melihat arah pandang istrinya, kini mengerti apa yang sedang dipikirkan oleh Vika, "sudah ya, kita masuk saja," ajak Alson.

__ADS_1


Vika hanya tersenyum sambil mengikuti langkah suaminya.


"Apa tidak sebaiknya kita ikutin saja kemauan Vita?" tanya Vika tiba-tiba. Membuat langkah mereka berhenti sejenak.


"Maksud kamu?" tanya Alson bingung.


Vika terlihat menghela nafasnya kasar, dan menatap lurus ke arah mata Alson, "sepertinya aku akan memberikan izin pada Vita untuk tinggal bersama dengan Jendra," balas Vika, dengan tatapan penuh keyakinan.


Alson mendadak semakin bingung dengan keputusan istrinya ini, "kenapa? Kenapa kamu tiba-tiba berpikir seperti itu?" tanya Alson penuh penekanan.


Vika beralih menggengam tangan Alson, dan mengusapnya dengan lembut, "karena aku tidak ingin bersikap egois saat ini, Vita ingin Jendra, dan aku tidak bisa menahannya, aku tidak ingin menjadi ibu yang jahat memisahkan mereka berdua, selama ini, aku terlalu sibuk dengan semua pekerjaanku, dan itu membuat Vita menjadi jauh dariku, mungkin saja dengan Jendra dia bisa merasakan hangatnya sebuah kasih sayang dari ayahnya. Aku tau, mungkin kamu memang ayah sambungnya sekarang, tapi biar bagaimanapun, Jendra adalah ayah kandungnya, dan aku tidak bisa memungkiri itu," jelas Vika, dengan harapan jika Alson akan mengerti dengan niatnya ini.


Alson terdiam mencerna keputusan istrinya, dia ingin melarang namun itu juga ini bukanlah hak dia. Karena biar bagaimana pun, Jendra tetap mempunyai hak untuk merawat dan membesarkan Vita.


"Baiklah sayang, jika itu memang adalah keputusan yang terbaik, maka aku akan mengikutinya, kamu bisa menghubungi Jendra untuk datang kesini menjemput Vita, karena aku tidak akan mengijinkan kamu untuk keluar berjalan jauh," ucap Alson, yang dijawab anggukan kepala oleh Vika.


"Tapi ingat! Dia harus mengurus Vita dengan baik, sekali saja ada lecet di tubuh Vita, maka aku tidak akan memberikannya hak asuh lagi," seru Alson, memberikan peringatan sebelum memberikan hak asuh pada Jendra.


"Baik sayang, nanti aku kasih tau dia ya," balas Vika, yang kini dijawab senyum oleh Alson.


Setelah itu, mereka langsung masuk ke dalam kamar untuk beristirahat, sedangkan Jenni dan Arvan saat ini masih terlibat perang dingin.


Hingga rasanya Jenni saat ini ingin marah memaki Arvan sekeras mungkin, namun dia sadar, jika akan sangat percuma bicara dengan pria yang tidak akan pernah mendengar perkataan dari orang lain seperti Arvan.


Menurut Arvan, apapun yang dia lakukan itu selalu benar, hingga di saat dirinya mengasingkan Griffin itupun juga dia anggap benar.


Dia tidak tau, apa yang akan terjadi suatu saat nanti ketika Griffin mengetahui semua tindakannya ini. Apa lagi jika Albert masih di sini, Jenni bisa menjamin jika Arvan tidak akan berani melakukan hal ini.


2 hari kemudian.


Terlihat Jendra dan Vina yang sudah berada di Mansion Manopo.


2 hari yang lalu, memang Vika dan Alsonlah yang menelpon mereka untuk menjemput Vita, dan itulah sebabnya mereka bisa ada di sini.


Vita terlihat bahagia sekali, sejak kemarin dia mengetahui jika dirinya akan dijemput oleh Jendra, senyumnnya sama sekali tidak berhenti menawan. Membuat Vika yakin jika keputusaanya kali ini adalah hal yang sangat tepat.


"Kamu harus ingat Jendra, kalau kamu harus merawa Vita dengan baik dan tidak boleh menyakiti hatinya," tegas Alson, yang mewakili Vika untuk bicara.

__ADS_1


"Iya, aku berjanji Alson," sahut Jendra dengan yakin.


Lalu Vina menatap ke arah pria yang baru saja datang, "apa-apaan ini?" tanya Arvan yang melihat Vita berada dipihak Jendra.


Dengan sigap Alson langsung berdiri dan menghampiri Arvan, "Pah, ini murni keputusan Vika dan Alson untuk menyerahkan hak asuj Vita kepada Jendra Pah," jelas Alson, menatap ke arah Arvan yang terlihat sangat marah.


"Apa kamu sudah tidak mampu untuk membiayai anak tirimu, sehingga kamu memberikan hak asuh pada orang lain," bentak Arvan dengan kesal.


Vina mamah Jendra yang tidak ingin ada oerdebatan lagi, apa lagi ini dihadapan Vita, langsung berdiri lalu berlutut di kaki Arvan.


"Mamah," panggil Jendra, meras miris melihat Mamahnya yang berlutut seperti itu.


"Lord, ini bukan salah Alson dan Vika, ini murni keinginan kami, keluarga kandung Vita yang menginginkan untuk merawat ccucu kami Lord, Anda pasti tau, bagaimana sakitnya jika terpisah lama dengan cucu, dan begitulah yang kami rasakan saat ini Lord," seru Vina, masih setia berlutut di kaki Arvan.


Merasa muak dengan semua ini, Arvan menatap Alson dengan tajam lalu beralih pergi dari ruangan itu, meninggalkan semua yang ada di situ.


Vika dan Alson kini memandang kepergiaan Arvan, namun sama sekali tidak memperdulikan apa yang ada dipikiran pria tua itu.


"Tenanglah, mungkin Papah memang sedang banyak pikiran, sekarang kita lanjutkan saja ini semua, kasian Vika kalau sampai tidak jadi," ujar Alson, meyakini Vika kalau semuanya akan baik-baik saja.


Vika menganggukan kepalanya ragu, jujur saja beberapa hari ini memang dia merasa tidak nyaman dengan sikap Arvan yang tiba-tiba saja berubah dingin bahkan tidak bersahabat.


Membuat dirinya sebagai menantu yang pernah ditolak, kini merasa canggung.


Karena suasan yang sedikit menegang, akhirnya Alson mempercepat langkah untuk menyerahkan Vita kepada Jendra.


Tidak lupa mereka membuat perjanjian hitam di atas putih, agar Jendra tidak berani berbuat se-enaknya terhadap hidup Vita dan yang lainnya.


Dan syukurnya, apapun yang Vika inginkan Jendra dengan ikhlas menyetujuinya. Membuat semua yang berada di situ menjadi tenang melepas kepergian Vita yang akan dirawat oleh Jendra.


To be continue.


Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘 *


Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭

__ADS_1


Terima kasih🙏🏻🙏🏻


Follow IG Author @Andrieta_Rendra


__ADS_2