Hot Mother 2 ( Akibat Cinta Dari Pertemanan )

Hot Mother 2 ( Akibat Cinta Dari Pertemanan )
Cahpter 24


__ADS_3

๐ŸŒน Happy Reading ๐ŸŒน


Hari ini Alson berangkat ke kantor dengan wajah yang terlihat sangat bahagia.


Bagaimana tidak wanita pujaanya kini sudah berada di dalam gengamanya, hanya tinggal sedikit perbaikan, maka semuanya akan menjadi sempurna.


Alson terlihat sedang berjalan di koridor Kantor, dengan penuh semangat dia melangkah masuk dan segera menuju ruanganya.


Sesampainya dia di ruanganya Alson melihat Vika yang sedang berdiri merapikan mejanya.


Dan melihat itu, tanpa izin Alson langsung memeluk tubuh kekasihnya dari belakang. "Good morning sweetheart." serunya sambil menciumi pundak serta leher Vika.


Sontak Vika terkejut dengan pelukan tiba-tiba itu "plaaakkkk Alson, kamu itu kebiasaan deh ngagetin aja," Keselnya karna Alson selalu tidak pernah melihat situasi dan kondisi.


Dan lagi-lagi tanpa aba-aba, Alson mencium bibir Vika dan melu***matnya. Vika yang terkejut sontak memukul tubuh kekasihnya. Namun detik kemudian, dia sudah terbiasa untuk menikmatinya. Hingga dia melingkarkan tangan di leher Alson.


Sedangkan karna tinggi tubuh mereka tidak seimbang, Alson langsung cepat menggendong tubuh Vika bak anak koala yang menggemaskan.


Eeemmuucchhh,,eemmuucchh,, kecupan,,kecupan kecil lagi mereka berikan di saat ciuman panjang itu telah lepas.


"I love you," lirih Alson pelan di telinga Vika.


Vika menjawab dengan mencium kembali bibir Alson, "I love you more," balasnya tegas dan langsung turun dari gendongan Alson.


"Apa jadwal kita hari ini?" tanya Alson sambil terus memeluk tubuh kekasihnya.


Vika merasa risih saat ini, "lepasin dulu, aku mau ngecek pekerjaan," Pintanya pada Alson yang selalu memeluknya tanpa melepaskan.


"Gak mau," balasnya dengan tegas.


"Lepasin dulu, aku gak kemana-mana, aku tetap akan di sini." imbuhnya lelaah bicara dengan kekasihnya yang sangat keras kepala ini.

__ADS_1


Dan di saat mereka tengan bermesraan, tiba-tiba ada sosok yang mengagetkan mereka.


"Ehemkk,,ehemkk," suara sosok itu, yang sontak membuat Alson melelaskan tubuh Vika, "papah." serunya yang terkejut melihat sosok Arvan berada di ruanganya.


Vino yang sedari tadi berdiri di belakang Arvan, kini memeberikan kode pada Vika yang tertunduk gugup untuk segera melangkah keluar.


"Saya permisi keluar dulu. "Pamit Vika yang di ikuti oleh Vino, sedangkan Alson kini merasa bibirnya keluh melihat tatapan tajam dari papahnya.


Setelah kepergian Vino dan Vika, saat ini Alson dan Arvan tengah duduk di sofa ruangan itu.


"Papah kenapa datang gak bilang dulu sama Alson, kan bisa di jemput." serunya membuka percakapan antara dia dan papahnya.


Namun Arvan hanya diam saja, membuat Alson seketika menjadi gugup. "Sudah berapa lama kamu berhubungan denganya?" tanya Arvan dengan tegas pada putra sulungnya itu.


"Vika pah, namanya Vika dan dia adalah kekasihku, dan sebentar lagi Alson akan melamarnya." Jawabnya kesal karna Arvan memanggil Vika dengan kata dia,, dia dan dia.


Arvan tersenyum sinis membalas ucapan putranya itu, " Alson, sebenarnya Papah tidak menyetujui hubunganmu denganya, tapi papah mau liat sampai di mana kamu mampu memperjuangkanya." ucap Arvan dengan tenang namun menusuk ke dalam jantung Alson.


Dia takut jika Papahnya ini tidak mau menolongnya untuk mendaptkan restu dari ibu Vika.


"Jika dia tidak memiliki harta, papah gak masalah Alson, tapi dia adalah wanita yang tidak bisa menjaga kehormatanya dan sampai mempunyai anak di luar pernikhaan, papah paling benci sosok wanita seperti ini, yang merelakan dirinya hanya karna sebuah cinta yang tak terbalas, papah saja yang laki-laki merasa bahwa ini sangat-sangatlah menjatuhkan harga diri seorang wanita," tegasnya memberikan peringatan kepada putranya.


"Papah tau semua? Tapi kenapa mamah Vika bilang tidak akan ada yang tau siapa Vika dan anaknya." Jawab Alson dengan begitu polos.


Membuat Arvan rasanya ingin sekali tertawa saat ini. "Apa mereka pikir papah ini adalah orang yang bodoh sehingga informasi sekecil ini tidak bisa di dapatkan? Sandiwara yang luar biasa," ucapnya penuh kagum pada pernyataan itu.


"Maksud Papah apa?" tegasnya Alson menanyakan apa saja yang sudah papah ketahui.


"Di saat Vika hamil, itu dia selalu menggunakan pakaian oversize. Sedangkan ibunya la yang berpura-pura hamil dan mengelabui seluruh tetangga dan manusia lainya, sehingga di saat Vika melahirkan, semua warga taunya jika Veli lah yang melahirkan kecuali dukun beranak yang membantu persalinan itu, tapi sekarang dia juga sudah meninggal. Dan rahasia akan kehamilann palsu itu tertutup rapi tanpa siapapun bisa megetahunya."


Alson mendengarkan seluruh yang terucap dari mulut papahnya itu. "Tapi pah itu hanyalah sebuah masa lalu, Alson mencintainya Pah." Jawab Alson dengan memohon agar papahnya merestuinya.

__ADS_1


"Papah berikan kamu waktu satu bulan ini untuk mendapatkan restu dari Ibunya, tanpa bantuan Papah dan kamu harus bisa melakukan itu sendiri, dan jika kamu tidak bisa dan mampu, maka Papah akan menjodohkan kamu dengan wanita baik-baik pilihan Papah." Tegasnya lagi membuat Alson mengedik tak percaya jika hubunganya dengan Vika saat ini bagaikan sebuah hantaman besar bagi kedua keluarga.


Kedua belah pihak yang tidak merestui hubungan mereka, pasti akan mempersulit keduanya untuk bersama.


"Aku harus bagaimana Tuhan." Batin Alson yang mengeluh tidak sanggup dengan ini.


"Pah Alson tidak pernah meminta apapun dari papah, tapi kali ini Alson mohon pah, restuilah Alson dan Vika, bukankah kebahagiaan anak-anak papah yang paling penting saat ini, dan Alson bahagia denganya pah." Mohonya agar Papahnya itu berubah pikiran dan mau menerima Vika di keluarganya.


Arvan menggelengkan kepalanya sebagai jawaaban. "Papah tidak melarangmu berhubungan dengan dia, papah hanya tidak menyetujui hubungan kalian, berjuanglah sendiri tanpa papah jika memang kamu merasa dia yang terbaik, tapi jika bukan maka lepaskanlah, karna meskipun kalian bersama, papah tetap akan menentangnya, dan hal ini juga sudah Papah dan Mamah bicarakan, meskipun mamah membela mu, tapi papah tidak ingin memiliki seorang menantu yang kehormatanya sendiri dia tidak bisa jaga. No papah tidak mau itu." Seru Arvan yang menolak dan menentang hubungan keduanya, membuat keadaan yang rumit malah semakin rumit.


Alson mendadak lemas seketika, "lalu apa tujuan Papah mengirim ku ke sini jika bukan bertemu denganya?" tanyanya lagi yang merasa bingung dengan sikap papahnya ini.


"Kamu pikir papah mengirimu ke sini untuk bertemu denganya? Bukan Alson papah mengirimu ke sini murni karna perusahaan butuh pemimpin, tapi soal Vika yang ada di sini, demi Tuhan papah gak perduli, setelah mendapatkan informasi itu, bahkan Papah merasa sangat enggan untuk membantumu mencari keberadaanya.


Alson mengusap wajahnya kasar merasa frustasi dengan ini semua. "Papah jahat sama Alson."


To be continue.


Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya๐Ÿ˜Ž


**Jangan pelit! Mimin, *Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜ *


Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ


Terima kasih๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป


Follow IG Author @Andrieta_Rendra


Guys mimin ngantuk banget nih semalaman kurang tidur, jadi gak bisa buka mata dan alhasil nulisnya cumn bisa satu chapter doang, nanti malam mimin tambah ya ๐Ÿ˜ฉ๐Ÿ˜ฉ


Dan kalo gak sempat besok mimin update banyak lagi๐Ÿฅฐ๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป

__ADS_1


__ADS_2