Hot Mother 2 ( Akibat Cinta Dari Pertemanan )

Hot Mother 2 ( Akibat Cinta Dari Pertemanan )
Partner Ranjang Part II ( 76 )


__ADS_3

🌹 Happy Reading Gengs 🌹


Langit masih terus menatap ke arah Vita, entah sebenarnya bagaimana akan masa depan mereka, tetapi Langit terus berdoa bahwa dia akan bisa mendapatkan Vita.


Jika memang Tuhan mereka berbeda, maka ya tidak ada salahnya mereka masih menjadi seorang sahabat. “Vita,” panggil Langit dengan pelan.


“Mulai saat ini, sampai ke depannya nanti, aku berjanji, kalau aku pasti akan selalu ada di sampingmu.”


“Kapanpun kamu membutuhkan aku, pasti aku akan selalu ada untuk kamu.” Langit mengucapkan kalimat itu dengan bersungguh - sungguh.


Entah bagaimana takdir mereka nanti, yang pasti Langit akan menerimanya dengan ikhlas.


“Terima kasih Langit.” Balas Vita, tidak tahu bagaimana cara membalas kebaikan langit saat ini.


Trauma yang dia alami sepertinya akan lebih mudah cepat sembuh jika Langit akan menemaninya saat ini.


“Apapun keadaanya, bagaimana pun kondisinya, Izinkan aku untuk terus bersama kamu Vit.” Ungkap Langit pada Vita, yang membuat wanita itu semakin terharu mendengarnya.


“Aku akan menjagamu, sebagai pasangan, sebagai ayah, sebagai kakak dan sebagai siapapun yang kamu bisa anggap melindungi Vita.”


“Jujur, mendengar kamu sudah menikah dan hamil bersama dengan orang lain.”


“Ada rasa sakit yang aku sendiri tidak bisa jelaskan, aku tahu bahwa aku tidak seharusnya meneruskan rasa ini kepadamu, aku tahu bahwa dinding di antara kita begitu tinggi hingga sangat suli untuk dihancurkan.”


“Tapi percayalah Vit, perasaanku Suci, perasaanku Murni, dan tidak akan aku mengambilmu dari Tuhanmu, seperti apa yanh tertulis dalam Alkitabmu.” Langit berbicara dengan sungguh - sungguh, walaupun Vita sendiri bingung bagaimana cara memulai hubungan mereka ini.


Vita merasa sedih karena dia sangat minder dengan statusnya saat ini. Walaupun pembatalaan pernikahaannya telah disetujui, tetapi tetap saja dia adalah seorang wanita yang pernah menikah.


Vita yang bingung harus merespon seperti apa, kini hanya diam saja, dan enggan berkata apa - apa. Dia belum bisa memastikan sendiri bagaimana perasaannya saat ini.


Dia juga tidak mau melukai Langit lagi, dengan memberikan sebuah harapan palsu. Dia akanmeminta waktu, sampai dirinya yakin jika Langit memang untuknya.


*****


Di lain sisi, Brio dan Khanza yang baru saja menyelesaikan makan siang mereka, kini baru saja lagi mendapatkan email dari Mario, jika Vita sudah mengalami keguguran dan bahkan saat ini baru saja selesai menjalankan operasi Kista.

__ADS_1


“Apakah kamu marah dengannya?” Tanya Khanza lembut pada Brio.


Mendengar pertanyaan dari Khanza, Brio menggelengkan kepalanya pelan. “Tidak, aku tidak marah,” jawabnya singkat, lalu dia berdiri dari duduknya, dan melangkahkan kakinya untuk melihat keluar ke arah pemandangan.


“Aku mengakui semua yang aku lakukkan padanya itu adalah sebuah kesalahan yang sangat fatal, dan mungkin yang terjadi saat ini juga adalah keinginan dari takdir.”


“Aku tidak menyalahkan siapapun untuk masalah ini, mungkin memang salah aku dari awal karena menghancurkan kesempurnaan hidupnya.” Tandas Brio dengan serius. Bahkan Khanza yang mendengar hal itu, menganggap bahwa Brio mungkin sekarang telah belajar dari kesalahannya.


“Kalau kamu menyesalinya, maka pergilah untuk melihat keadaannya, bagaimanapun juga, dia adalah wanita yang pernah mengandung benih kamu.”


“Minta maaf dan jangan pernah ulangin kesalahan itu lagi Io,” ujar Khanza menasehati pria yang sepertinya baru saja tumbuh dewasa itu.


“Wanita yang mengalami keguguran ataupun sengaja digugurkan, kamu tidak pernah tahu, bagaimana perasaan dirinya saat ini. Sakit dan trauma yang dia rasakan hanya terpendam dalam diri sendiri.”


“Kehilangan minat untuk apa pun, harga dirinya telah dirusak oleh kalian laki - laki, seumur hidup dia akan selalu mengingat kejadian itu, sedangkan kalian laki - laki, akan sebegitu mudah melupakan wanita itu, tanpa perduli bagaimana dia berjuang untuk memperbaiki perasaanya.” Jelas Khanza pada Brio, wanita itu hanya memberitahu kepada Brio, bahwa semua yang dilakukkan Brio selama ini adalah salah.


“Terlepas dari apapun niatmu menikahi dan mengahamilinya, darah daging tetaplah darah daging, rahimnya pernah terisi dengan darah dagingmu, maka dirinya juga harus dimuliakan seperti kamu menghargai Ibu dan Adik perempuanmu.”


Mendengar semua kalimat yang diucapkan oleh Khanza, Brio sedikit berpikir bahwa yang dikatakan oleh wanita itu adalah benar. “Lalu menurutmu apa yang harus aku lakukkan sekarang?” Tanya Brio pada Khanza.


Brio menggelengkan kepalanya pelan, “kalau dia tidak mau menerima permintaan maafku bagaimana?” Tanya Brio lagi, yang merasa bahwa hal itu sangatlah tidak mungkin begitu mudah untuk dilakukkan.


“Kalau kamu melakukkannya dengan tulus, tidak mungkin mereka tidak menerimanya.” Jawab Khanza, meyakinkan Brio, bahwa semua akan baik - baik saja.


Brio terlihat terdiam sejenak, antara mau dan enggan dia melakukkan hal ini.


Seumur hidupnya, tidak pernah sekalipun dia meminta maaf sama orang lain, jika bukan Mommynya yang memaksa.


“Brio!” Tegur Khanza, melihat pria itu hanya diam saja tanpa mengatakan apapun.


“Tunggu apa lagi! Cepat bersiap lalu pergi! Nanti keburu malam!” Suruhnya lagi, namun Brio masih tak kunjung bergerak dari posisinya.


“Brio!” Panggil Khanza lagi, namun kali ini Brio malah berjalan ke arahnya.


“Aku pergi, jika kamu mau ikut denganku!” Tegasnya, membuat Khanza malah menyeritkan keningnya bingung.

__ADS_1


“Kenapa aku? Aku sama sekali tidak terlibat dengan urusanmu.” Tekannya balik, dan kali ini Brio malah berjalan menjauh darinya, dan memilih untuk duduk di sofa dengan kaki yang saling menopang.


“Kamu yang memberikan aku saran, makankamu harus memastikan bahwa saranmu ini terjadi.” Ucap Brio dengan tenang.


“What?” Khanza semakin bingung dengan tindakan Brio kali ini, membuat dirinya tersenyum, lalu berbalik badan untuk kembali mengemasi meja yang baru saja mereka kotori dengan makanan.


“Brio, minta maaf itu tulus dari hati, kalau kamu meminta maaf dengan terpaksa juga itu percuma.” Tegas Khanza lagi pada Brio.


“Kamu akan ikut denganku, karena kamu kekasihku saat ini!” Brio menekan kalimatnya, membuat pergerakaan Khanza berhenti untuk sesaat.


“Aku?” Tanya Khanza pelan.


“Kekasihmu?” Khanza tertawa meremehkan maksud dari Brio.


“Aku tidak akan mau menjadi kekasih dari seorang pria, yang bahkan meminta maaf dan megakui kesalahannya saja dia tidak mau.” Ucap Khanza, membuat Brio menoleh ke arah wanita itu dengan tatapan yang berbinar.


Baru kali ini dia tertarik mendapatkan wanita dengan sebuah tantangan. “Baiklah, jika aku berani meminta maaf pada mereka, apakah kamu akan menjadi kekasihku?” Tanya Brio ingin memastikan persyaratan dari Khanza.


Namun, Khanza malah menggelengkan kepalanya pelan. “Untuk menjadi kekasihku, ada banyak ujian yang kamu harus lewati, mungkin kurang lebih ada 5 ujian.”


“Kalau kamu lolos, maka aku mau menjadi kekasihmu, tetapi jika kamu gagal, maka kita cukup berteman saja.” Seru Khanza, lagi - lagi, membuat Brio semakin tertarik kepadanya.


Khanza tidak tahu, bahwa saat ini Brio memang benar - benar sedang mengincarnya. Dia sengaja bermain - main, karena dia memang hanya menganggap Brio sebagai teman saja.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*

__ADS_1


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*


__ADS_2