Hot Mother 2 ( Akibat Cinta Dari Pertemanan )

Hot Mother 2 ( Akibat Cinta Dari Pertemanan )
Chapter 40


__ADS_3

🌹 Happy Reading 🌹


Stella yang melihat tidak ada keraguan dan ketakutan sama sekali di wajah Alson, kini mulai duduk dengan tenang di sofa sebelah Vika.


"Bagaimana kabarmu Vik?" tanya Stella dengan lembut.


Vika menganggukan kepalanya menjawab pertanyaan dari Aunty suaminya itu. "Aunty, apakah masih belum ada pendonor mata di rumah sakit milikmu?" tanya Alson serius.


"Kamu tau kan bagaimana kekuatan Papahmu, rumah sakit miliku bahkan sekarang menjadi bagian miliknya." balas Stella yang juga merasa pusing dengan sikap kakaknya itu.


Alson yang tadinya tersenyum kini mulai menegang, "kemana Ibu Vika dan anaknya?" tanya Stella.


"Aku telah menempatkan mereka di Apartemen milik Briell Aunty, karna menurutku Papah tidak akan mungkin pernah mengira jika aku akan menyembunyikan keluarga Vika di sana, dan-"


Braaakkkkkk, suara pintu yang di dobrak paksa.


"Papah," seru Alson membulatkan matanya melihat papahnya yang begitu cepatnya sampai di Indo.


Arvan dengan puncak kemarahanya, kini langsung menatap ke arah Robert, "kerjakan perintaku sekarng!" tegasnya yang telah di mengerti oleh asistenya.


"Baik Lord," jawab Robert dan bergegas menarik Vika dan di bawa oleh Robert dengan pengawasan yang ketat.


"Enggak Pah, Pah, Vikaaaa, Pah, Vika, jangan bawa istriku!" Teriaknya menyusul langkah Robert. Namun Arvan lebih dulu menarik tangan putranya. "Berhenti Alson!" Tegasnya yang langsung membuat Alson menatapnya dengan tajam.


"Kakaka apa-apaan ini," bentak Stella dengan penuh emosi.


Ckreeekkk, Arvan mulai menarik pelatuk pistolnya dan mengarahkanya pada Aiden, dan dengan cepat Stella berdiri menatap mata kakaknya, "menjauh dariku Shea," bentaknya penuh penekanan.


Dengan terus menatap Arvan, Stella menarik pistol itu dan mengarahkan pada kepalanya, "bunuh ibunya lebih dulu baru anaknya." Tegas Stella yang membuat Arvan langsung menurunkan pistolnya.


Braaaakkkkk, Arvan kembali menghancurkan barang di sekitarnya, membuat Freya sedikit ketakutan.

__ADS_1


"Pah, kembalikan Vika Pah, kembalikan istri Alson," bentaknya pada Arvan, namun sama sekali tidak ada jawaban dari papahnya itu


Bruuggh, Alson berlutut di kaki papahnya itu, memohon agar Arvan mengembalikan Vika kepadanya.


"Pah, dia istri Alson Pah tolong, kembalikan Vika Pah," tangisnya memohon kepada Arvan yang sama sekali tidak merasa kasihan pada putranya.


"Alson percuma kamu berlutut di kaki Papah, karna itu tidak akan pernah merubah apapun saat ini," balas Arvan yang tetap kekeh menentang hubungan mereka.


Aiden yang merasa jika istrinya ketakutan, kini memilih untuk pulang terlebih dahulu dan membiarkan Alson dan Arvan bicara agar masalah ini cepat terselesaikan.


"Kak, sebenarnya kakak itu kenapa? Seumur hidup Shea, ini pertama kalinya kakak bertindak sekejam ini kepada keluarga dan terutama pada putra kakak sendiri, kak ku mohin sadarlah, lihat dia! Putra kakak sedang memohon belas kasihan dari Papahnya," tangis Stella yang tidak mampu lagi menahan sikap kejam dari kakaknya ini.


Mendengar suara Stella, tiba-tiba saja Arvan merasa pusing di kepalanya, sepertinya emosinya terlalu memuncak hingga tekanan darahnya naik berlebihan seperti ini.


Arvan mencoba menggelengkan kepalanya untuk mengembalikan kesadaraanya, "Shea kamu-"


Brruuggghh, Arvan terjatuh pingsan dengan wajah yang sangat pucat.


"Ya Tuhan, mengapa rasanya perasaan cintaku ini malah menyakiti banyak pihak," batin Alson dengan memandang sendu ke arah waja Papahnya yang terlihat sangat pucat.


Sedangkan Stella langsung segera memeriksa keadaan Kakaknya yang terlihat seperti demam.


Di dalam pingsanya, Arvan bermimpi berdiri di sebuah taman bunga besar dan indah, "Arvan sini sayang," panggil suara wanita yang membuat Arvan menoleh ke sekelilingnya mencari sumber suara itu, "mamah." Lirihnya mengenali jika itu adalah suara Amanda Mamahnya.


"Sayang sini, came to Daddy," panggil suara pria yang di kenali sebagai Daddynya.


"Mamah, Daddy, kalian dimana?" Teriak Arvan yang masih mencoba mencari sumber suara itu.


Dan di saat dia sedang berkeliling mencari orang tuanya, tiba-tiba saja ada seseorang yang memeluknya dari belakang, "Arvan kenapa kamu lama sekali son." Lirih suara yang terdengar sangat lembut di telinganya.


"Mamah," serunya menyadari jika sosok itu adalah Amanda.

__ADS_1


Bukan hanya itu, tiba-tiba saja sosok Daddynya terlihat juga berada di hadapanya saat ini, seperti memeng sudah menunggu kedatanganya.


"Mamah, Daddy, aku sangat merindukan kalian," serunya dan lansung memeluk tubuh kedua orang tuanya itu, lalu tak lama dia terisak menangis di hadapan Amanda dan Andreas.


"Arvan anak Daddy kenapa nangis ? Sungguh memalukan sekali, seorang penguasa dunia menangis," ejek Andreas yang semakin membuat Arvan memeluk tubuh Amanda dengan sangat erat.


"Aku kehilangan semuanya Mah, Dad. Hiskk,,hisskk, Arvan kehilangan putra Arvam karna dendam masa lalu itu, jika bisa kembalilah Dad, selesaikan dendam mu itu agar tidak selalu menghantui keluarga Arvan, ini semua sungguh sangat melelahkan," adunya pada Andreas dan Amanda.


Andreas tersenyum menanggapi ucapan putranya itu, "untuk apa Daddy kembali? Jika sekarang Daddy sudah mengirimkan seorang malaikat kecil yang akan memberikan kedamaian di dunia," balas Andreas dengan tenang.


Arvan mengangakat wajahnya dan menatap bingung ke arah orang tuanya yang tengah tersenyum ke arahnya, "Griffin," imbuhnya pelan yang di jawab anggukan kepala oleh Andreas.


Dengan tersenyum Amanda menarik kepala Putranya agar tidur di pangkuannya lalu membelai kepala yang sudah begitu banyak beban di dalamnya. "Sayang, jika Mamah dan Papah bisa memilih, kami tidak akan memilih semua jalan ini, kami sangat ingin bersamamu dan juga ade Shea, kami ingin melihat kalian tumbuh dengan penuh kasih sayang yang utuh dari orang tua, bukan saling membenci dan membentak seperti saat ini, sungguh Mamah dan Daddy sangat sediih melihat pertengakaraan kalian," ucap Amanda yang tanpa sadar meneteskan air matanya menahan sakit melihat putranya yang sudah berani membentak adik kecilnya Stella.


"Maafkan Arvan Mah, maksud Arvan bukan seperti itu, tapi Shea dan putranya terlalu ikut campur ke dalam urusan rumah tangga Arvan Mah, wajar jika Arvan kesal dan membentak Shea, walaupun itu tidak sengaja lantaran emosi," balasnya dengan suara yang pelan.


Andreas sejenak langsung berbaring berhadapan dengan putranya itu, "Arvan, Papah tidak pernah mengajarkan kamu membentak ataupun membuang istri dan anak kamu sendiri, apa kamu pernah melihat Papah marah ataupun membentak Mamah? Apa kamu pernah melihat Papah menghalangi keinganan kamu dan adik? Tidak pernah Son, Papah dan Mamah tidak pernah melakukan itu. Lalu dari mana kamu belajar hal seperti itu?" Seru Andreas yang bagaikan tamparan keras oleh Arvan.


Visual Mamah Stella 🥰



To be continue.


Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎


**Jangan pelit! Mimin, *Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya😘😘 *


Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭


Terima kasih🙏🏻🙏🏻

__ADS_1


Follow IG Author @Andrieta_Rendra


__ADS_2