Hot Mother 2 ( Akibat Cinta Dari Pertemanan )

Hot Mother 2 ( Akibat Cinta Dari Pertemanan )
Chapter 11


__ADS_3

🌹 Happy Reading 🌹


Keesokan harinya.


Hari ini adalah jadwal pertama Vika masuk ke kantor Cyberaya, terlihat dirinya yang saat ini sudah berada di depan kantor dengan perasaan gugup sebab ini adalah pertama kalinya dia bekerja dan masuk ke dalam cabang perushaan paling besar di Dunia itu.


"Oke Vika, santai anggap aja ini adalah ujian mau ketemu guru BP yang serem-serem gimana gitu." ucapnya memberikan semangat pada dirinya sendiri, lalu menarik nafasnya dan mengeluarkanya secara berulang-ulang.


"Hufft, oke I'm ready," yakinnya lalu melangkahkan kakinya masuk ke dalam kantor dan menemui reseptionis.


"Hallo, permisi saya ingin bertemu dengan presedir di perusaahaan ini," ucapnya dengan sangat ramah pada reseptionis itu.


"Wah, kamukan model yang terkenal itu? Ya ampun mimpi apa kita semalam bisa ketemu dia," seru reseptionis itu yang ternyata mengenali wajah Vika, membuatnya menjadi canggung.


Vika tersenyum sangat ramah kepada mereka yang menatapnya dengan kagum. "Hehe iya saya Vika, hallo," sapanya lagi yang semakin membuat orang sekelilinganya menatap dirinya.


Namun tiba-tiba dari belakang terlihat satu sosok yang sangat menakutkan, namun membuat Vika terpesona akan auranya.


Pria itu berjalan masuk ke dalam tanpa senyum dan menyapa para karyawan yang lain dan memasuki lift khusus CEO.


"Dia siapa ?" tanya Vika pada reseptionis itu.


"Dia adalah CEO di sini Nona, namanya Pak Aiden, dan hati-hati denganya dia tidak akan melewatkan satu kesalahan pun dari karyawanya," jawab wanita tersebut, membuat Vika menganggukan kepalanya pelan.


"Oh baiklah, jika begitu aku harus segera ke ruanganya," pamit Vika.


"Iya Nona, ruanganya ada di lantai 50, di sana tidak ada ruangan laiin, kecuali ruangan CEO dan rungan asistenya Pak Vino."


"Ehm baiklah saya mengerti, terima kasih ya." serunya lagi sebelum melangkahkan kakinya.


Dan setelah itu Vika berjalan memasuki lift dengan perasaan yang lebih gugup dari sebelumnya. "Hufft, dia tampan banget tapi dia kayanya galak deh." lirihnya pelan yang mengagumi sosok Aiden.


"Oh no Vika, bodoh kamu gak boleh suka sama orang, ngaca Vik oke, ngaca," ujarnya lagi menekankan dirinya agar tidak boleh menyukai seorang pria lagi.

__ADS_1


Tiiiing suara pintu lift terbuka. Dan menampilkan sebuah ruangan kaca yang sangat mewah.


Vika menatap kagum ke sekelilingnya, sampai ada seseorang yang menghampirinya. "Permisi apakah Anda yang bernama Vika?" tanya suara pria itu.


Vika sontak terkejut. "I-iya Tuan, saya Vika." Jawabnya dengan gugup.


"Saya Vino, asisten Vino," seru pria itu memperkenalkan dirinya.


Vika menganggukan kepalanya paham, "ayo kamu sudah di tunggu oleh pak Aiden, kalo kamu telat dia bisa marah." ucap Vino lagi dengan melangkahkan kakinya masuk keruangan Aiden dan Vika yang mengikutinya dari belakang.


"Permisi Tuan, ini adalah nona Vika yang kemarin saya bilang akan menjadi sekertaris baru di perusahaan ini." Kata Vino dengan menundukan kepalanya hormat.


Aiden yang tadinya fokus dengan setumpuk kertas kini langsung beralih menatap Vika dengan lekat. "Intro." sahut Aiden yang meminya Vika menjelaskan siapa dirinya.


Vika terlihat melirik ke arah Vino yang menatapnya dengan menganggukan kepalanya, mbuat Vika terasa seperti mendapatkan sebuah semangat baru.


"Nama saya Alvika Nataliea Fortuta, usia saya 25 tahun, saya adalah lulusan dari Institur Bisnis Nusantara ( IBN ) di Jakarta." ucapnya memperkenalkan dirinya.


Hal ini sangat perlu, karna Aiden adalah tipe orang yang tidak mau membuang waktunya untuk membaca data dari karyawan.


"Gila sih ini ganteng banget Presedirnya." Gumamnya dalam hati, menatap Aiden dengan tatapan yang menganggumi.


Dan di saat mereka tengah serius, tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka dan menampilkan sosok wanita yang sangat cantik di mata Vika namum auranya juga menampilkan keangkuhan dari wanita ini.


Aiden yang melihat sosok itu langsung menoleh pada Vika dan Vino. "Jika kalian sudah mengerti kalian bisa keluar dari ruangan ini." Titahhnya yang di ikuti oleh keduanya.


"Baik Tuan kami permisi." Pamit kedunya yang langsung segera melangkahkan kakinya keluar dari ruangan Aiden.


"Sesampainya di luar Vika langsung menatap ke arah Vino yang juga mempunyai sifat dingin tak tersentuh. "Tadi itu siapa?" tanyanya dengan ragu pada Vino.


"Dia adalah Freya istri dari pak Aiden." jawab Vino dengan singkat.


Dan tanpa pamitan Vino langsung melangkah masuk ke dalam ruanganya.

__ADS_1


Sedangkan Vika yang melihat itu rasanya pengen mengumpat, "dia masuk sebelum memberitahuku dimana meja kerjaku, emang ya kalo bos perusahaan itu harus bersifat dingin gitu ya, menyebalkan sekali." Umpatnya terus marah-marah, karna kesal dengan sikap dari Aiden dan juga Vino yang sebelas dua belas.


"Tapi presedirnya ganteng banget, hufft cocok sih istrinya juga cantik, tapi dingin gitu cocok lah nanti anaknya yang keluar es batu." lirihnya lagi tertawa membayangkan bagaimana jika orang tua yang sama-sama dingin mempunyai anak.


Tak ingin membuang waktu Vika langsung menempati meja kerjanya yang tak jauh berada di dekat Lift tadi.


"Semangat Vika, raih masa depanmu," ucapnya menyemangati dirinya sendiri.


***


Berbeda dari sisi lain, terlihat Alson yang baru saja mendarat sempurna di lapangan terbang keluarga Lesham.


Dengan langkah elegantnya Alson menuruni pesawat dan langsung masuk ke dalam mobil yang akan mengantarkanya ke Apartemen miliknya yang sudah lama tidak dia gunakan, dulu ini adalah apartemen miliknya bersama dengan Briell jika berkunjung ke Indo, dan sekarang ini menjadi miliknya sendiri.


Sebenarnya Arvan sudah meminta agar Alson tinggal di Mansion keluarga, namun Putranya itu menolak untuk tinggal di Mansion seorang diri dengan para pelayan.


Dari dalam mobil, Alson yang sudah berulang kali melirik keluar jendela menatap pemandangan mobil-mobil.


"Welcom Indonesia, jangan membuatku bosan dengan mu ya," seru Alson yang kini menutup matanya sejenak.


Tiba-tiba dia teringat akan sesuatu, dan sontak membuka matanya. "Astaga Restoranku bersama dengan Briell siapa yang mengurusnya." ucapnya mengingat satu aset yang dulu mereka bangun bersama, dan sudah lama di tinggalkan.


"Pak, ke Restoran blue sky dulu ya pak." pintanya yang terlebih dulu ingin memastikan usaha miliknya yang sudah lama tidak ada yang mengurus, entah apa jadinya restoran itu saat ini, mengingat Briell yang sudah tidak ada lagi untuk mengurusnya.


"Ini adalah kenang-kenanganku bersamanya, tidak mungkin akan ku biarkan jatuh begitu saja." ucapnya dalam hati, tidak ingin jika Restoran yang dulu dia bangun bersama dengan Briell itu akan tutup karna tidak ada yang mengurus.


To be continue.


*Jangan lupa sedakah Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘 *


Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭


Terima kasih🙏🏻🙏🏻

__ADS_1


Follow IG Author @Andrieta_Rendra


__ADS_2