
🌹 Happy Reading Gengs 🌹
Setelah ke duanya selesai mandi, kini terlihat Brio dan Mario sedang menikmati makan malam mereka bersama.
“Bagaimana perasaanmu saat ini?” Tanya Mario kepada putranya.
Namun Brio hanya mengedikan bahunya singkat, “tidak buruk.” Jawab Brio dengan perasaan malas.
“Kamu sedang marah sama Daddy?” Tanya Mario yang sudah jelas jawabannya iya.
“Tujuan Daddy ke sini buat apa?” Tanya Brio langsung to the point.
“Tidak ada, hanya ingin melihat dirimu saja, masih sehat atau tidak.” Jawab Mario dengan begitu santai.
Brio memutar bola matanya malas. “Aku bisa menghidupi diriku sendiri Dad, tanpa harus fasilitas darimu.” Ucap Brio dengan ketus.
Mario menganggukan kepalanya pelan, lalu memberikan kembali semua kartu milik Brio.
Brio tersenyum sinis ketika melihat semu kartunya ada di atas meja. “Untuk apa Daddy kembalikan ini semua? Aku sudah punya penghasilanku sendiri Dad, dan aku tidak akan pulang untuk sekarang.” Tandasnya dengan tegas.
“Daddy tahu, dan Daddy juga tidak memaksamu untuk kembali pulang sekarang.” Balas Mario dengan begitu santai. Dan terlihat terus melanjutkan makannya.
“Bagaimana kabar wanita yang dari kemarin bersamamu?” Tanya Mario, kembali membuka suaranya.
“Khanza maksud Daddy?” Tanya Brio balik.
“Iya, maybe.” Jawab Mario.
“Dia sudah di Balikpapan Dad, untuk kerja Dad dan mungkin mencari jodohnya.” Balas Brio dengan santai.
“Kamu tidak menginginkan -“
“Tidak,” potongnya dengan cepat, karena dia tahu apa yang akan dikatakan oleh Daddynya itu.
“Baiklah - baiklah,” sahut Mario, karena tedengar suara Brio sedang naik sedikit.
“Lalu bagaimana dengan Vita? Apa kamu tidak ada niat untuk kembali dengannya?” Tanya Mario, terus menerus memancing emosi dari Brio.
Pranggg, Brio meletakan Sendok dan garpu dengan keras di atas meja makan kacanya.
“Aku sudah tidak mood untuk makan.” Seru Brio, dan langsung pergi meninggalkan meja makan serta Mario yang masih menikmati makananya.
Beverly, yang mendengar suara nyaring itu, segera langsung melihat keadaan di luar, bersiaga siapa tau ada barang yang pecah. Namun yang dia dapatkan hanya Mario yang baru selesai makan.
__ADS_1
“Heh, kamu sini!!” Panggil Mario pada Berverly.
“Iya, saya Sir,” sahut Beverly pelan.
“Siapa nama kamu?!” Tanya Mario dengan tenang.
“Berverly Sir.” Jawab pembantu rumah tangga putranya itu.
Mario menganggukan kepalanya pelan, “ini kamu sisanya makan ya, jangan di buang ingat!” Ucap Mario, menunjuk makanan sisa yang tadi disediakan.
Dia selalu melakukkan hal itu, pada semua pembantunya, makanan apa yang tidak habis, lauk pauk apa yang tersisa, maka itu itulah yang akan di makan oleh mereka.
“Baik Sir,” jawab Beverly, yang lalu langsung membereskan semua makanan yang ada di meja.
Sedangkan Mario memilih untuk duduk di ruang Tv, dan menonton film - film kesukaannya di Netflix. Beruntung Brio sudah memasang Wifi di rumahnya ini, kalau tidak terpaksa harus Mario lagi yang memanggil teknisi.
***
Di sisi lain, Vita yang baru selesai menghadapi semuanya tadi, kini kembali berdiam di dalam kamarnya.
Dia sedang memikirkan, apakah semua ini baik atau tidak, dan apa yang harus dia lakukkan untuk ke depannya.
Untuk Langit, mau dipaksa seperti apa pun, mereka tetap saja tidak bisa bersatu. Karena Tuhan mereka saja sudah berbeda.
Vita kali ini, mencoba mencari media sosial milik Khanza, wanita yang kemarin menemani Brio ketika bertemu dengannya.
“Khanza Gerlicek,” gumam Vita, yang lalu melihat semua foto - foto yang pernah di posting oleh Khanza.
Ada foto terbaru yang dia posting sore tadi, foto dirinya bersama dengan Brio dengan Caption. *Selamat atas rumah dan pekerjaan barunya Mr. Brio, semoga setelah ini keinginan untuk hidup barumu terpenuhi **❤️🌹🎉*
Dan lalu, Vita menggunakan akun fakenya untuk melihat Story Instagram dari Khanza yang memperlihatkan bandara Changi.
“Berarti dia sedang di Singapore.” Gumam Vita, dan lalu melihat lagi postingan bandara Jakarta.
“Dia pulang sendiri, berarti yang di maksud rumah baru dan pekerjaan baru itu, Brio menetap di Singapore.” Ucapnya lagi, dan semakin penasaraan dia membuka sorotoan Khanza yang berjudul ❤️
Tetap isi di dalamnya hanya foto - foto Khanza dengan seorang pria yang sepertinya ini foto waktu masa sekolah.
Merasa tidak mendapatkan informasi apa - apa, akhirnya Vita memberanikan dirinya untuk mengechat Khanza menggunakan akun aslinya.
Haiii, Khanza, ini aku Vita, aku boleh nanya sesuatu tidak, Maaf kalau aku menganggumu malam - malam.
Send….
__ADS_1
Vita menunggu dengan harap cemas, ketika pesan itu sepertinya sudah di lihat oleh Khanza.
Hallo Vita, kamu Vita istri Brio kan ya, Ada apa?
Vita kembali menuliskan pesan untuk Khanza.
Iya, Aku istri Brio, tepatnya mantan istrinya sih. Hem, aku mau tanya sesuatu tapi kamu tolong jangan tersinggung 🙏🏻
K: Tanya Apa? Kok aku jadi deg deggan ya…
Vita terlihat ragu ketika menanyakan hal ini pada Khanza, terkesan sepertinya dirinya terlalu penasaraan dengan kehidupan Brio.
Kamu ada hubungan apa sama Brio? Dan selama kamu bersamanya, bagaimana sifatnya, apa dia kasar sama kamu?
Vita akhirnya memberanikan dirinya untuk bertanya tentang Brio, walaupun pad akhirnya mungkin Khanza akan menertawakannya.
Aku tidak ada hubungan apa - apa dengan Brio, dan untuk kamu yang bertanya tentang sikap Brio, aku tidak bisa memberitahukan kamu apa - apa, karena menurut aku ya sikapnya biasa aja, tapi tidak tahu kamu menilainya seperti apa, dan lagi aku juga tidak tahu bagaimana dengan kalian di masa lalu. Tapi aku hanya mungkin bisa memberikan saran bahwa tidak ada salahnya memberikan kesempatan ke dua untuk seseorang yang pernah melakukkan kesalahan pada diri kita.
Vita membaca pesan tersebut, dan lalu memilih untuk mematikan ponselnya dan tidak lagi berkirim pesan pada Khanza.
Drreettt,,dreettt sebuah pesan masuk kembali ke dalam Ig miliknya.
Khanza :
Aku memang tidak tahu kamu dan Brio terdahulu seperti apa, mungkin aku orang asing bagi kalian.
Tetapi aku sudah menganggap kalian adalah teman baikku.
Condominum The Seawind tower B 86G lantai 21 nomor 2542
Ini alamat rumah Brio sekarang, kalau kamu berubah pikiran untuk memberikannya kesempatan ke dua.
Isi pesan Khanza membuat Vita kembali berpikir keras, apa yang akan di lakukkan saat ini. Menerima kembali, atau membiarkan dirinya pergi.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
__ADS_1
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*