Hot Mother 2 ( Akibat Cinta Dari Pertemanan )

Hot Mother 2 ( Akibat Cinta Dari Pertemanan )
Chapter 37


__ADS_3

🌹 Happy Reading 🌹


Setelah perdebatan yang cukup panjang, akhirnya Alson tetap kekeh membawa Vika pergi ke pencatatan sipil untuk menandatangani buku nikah, walaupun dia tidak mengucapkan janji suci, namun dengan kekuasaan Alson yang di bantu oleh Aiden dia tetap bisa menikah dengan Vika.


Bahkan Vika tidak tau jika saat ini yang dia tanda tangani adalah buku nikah, membuat Alson jadi tersenyum-senyum sendiri memandang wajah polos istri ya, sekarang udah istri.


"Sayang kamu tau gak surat apa yang kamu tanda tangani tadi?" tanya Alson ketika sudah berada di dalam mobil.


Vika menganggukan kepalanya pelan, sebagai jawaban, "surat apa?" tanya Alson lagi.


"Rumah sakit," ucap Vika tanpa suara namun jelas dari gerakan bibirnya.


Alson terkekeh mendengarnya, "salah sayang, itu adalah, surat nikah kita istriku," bisiknya yang membuat Vika membulatkan matanya seketika, dia meraba mencari telinga Alson untuk di berikan hukuman.


"Addduuhh saaaayyaaangg, kenapa kamu jewer aku!" keluh Alson dengan meringis.


Vika yang kesal terlihat meneteskan air matanya dan meraba tas miliknya mencari buku dan pulpen untuk berkomunikasi.


"Siapa yang suruh kamu nikahin aku?" tulisnya yang di baca oleh Alson.


"Gak ada, aku sendiri kan karna aku mencintaimu," Jawabnya santai.


"Siapa yang menyarankan kamu untuk membawaku ke pencatatan sipil hari ini,?" tulisnya lagi.


"Aiden," jawab Alson singkat.


"Alson aku membencimu!!!!!!!"

__ADS_1


"Alvika aku mencintaimu," balasnya dengan senyuman.


Plaakkkk,,plaaakkk,,plaaakk, Vika memukul Alson dengan kesal meluapkan emosinya, dia benar-benar tidak menyangka jika Alson mengajaknya keluar hari ini untuk menikah, dia membenci situasi ini.


Harusnya Alson bisa mendapatkan wanita yang lebih baik lagi dari pada wanita cacat sepertinya, dan jika sampai Arvan mengetahuinya, maka mereka akan habis.


"Maafin aku sayang,,maafin aku, hanya ini satu-satunya cara agar aku bisa terus menemani dan merawat mu, please jangan benci aku, jangan marah sama aku, oke," ucap Alson yang semakin membuat Vika menangis.


"Kita ke taman bunga ya sayang, aku akan menemanimu ke sana oke," serunya lagi yang tidak di jawab sama sekali oleh Vika.


Dia hanya diam tanpa beraksi apapun karna dia masih tidak menyangka jika Alson begitu nekad itu menikahinya, padahal dia tau jelas bahwa keadaan saat ini masih belum stabil, di tambah lagi kondisinya yang seperti ini, membuatnya semakin bersalah.


"Kamu tidak seharusnya menikahi ku Alson, masih banyak wanita di luar sana, aku adalah wanita cacat yang tak memiliki keistimewaan apapun,, ya Tuhan, kenapa kamu mempertemukan aku dengan dia, harusnya kamu pertemukan dia dengan wanita lain yang bisa membahagiakanya dan tidak menyusahkanya seperti yang ku lakukan sekarang, aku harus apa? Dia benar-benar menyebalkan, dengan mengambil keputusan tanpa bicara terlebih dahulu," Gumam Vika dalam hati.


Setiap harinya dia selalu berusaha untuk mengeluarkan suaranya namun tetap saja tidak bisa, seperti ada yang menahan di lehernya namun tidak tau apa.


"Sayang lihat deh, ada penjual kapas, kamu mau gak?" tanya Alson dengan ramah.


Vika tau apa yang di maksud kapas oleh suaminya itu, langsung menganggukan kepalanya, karna sudah begitu lama dia tidak memakan gula-gula kapas itu.


"Baiklah kamu duduk sini bentar ya, aku pergi beli," ucapanya sambil menuntun Vika duduk di kursi, dan segera berlari membeli gula-gula kapas itu.


Tak memakan waktu lama, dia kembali dalam waktu 2 menit kehadapan Vika dengan menbawa dua bungkus gula-gula.


"Sayang ini buat kamu, aku udah bukain tinggal di makan," Seru Alson menyerahkan satu gula-gula itu pada Vika, dan satunya lagi dia coba untuk makan.


Vika memakannya dengan wajah yang tersenyum, sedangkan Alson masih terlihat bingung melihat gula-gula itu, dan sebelum dia membuka miliknya, Alson lebih dulu mengigit milik Vika.

__ADS_1


Namun raut wajahnya berubah setelah memakan manisan itu, "manisnya gila, bisa diabetes ini," gumamnya dalam hati, karna tidak ingin Vika tau jika dirinya tidak menyukai manisan itu.


Dia melirik ke arah manisan yang masih berada di tanganya dan melihat seorang anak kecil yang tengah bermain, "nih dek buat kamu," Ucapnya memberikan manisan itu.


Anak kecil itu langsung mengambilnya dengan riang, tanpa takut pada wajah Alson, "makasih om," ucapnya pada Alson, "sama-sama anak manis," balasnya dan langsung kembali ke sebelah Vika sebelum istrinya itu menyadari kepergianya.


Ketika dia kembali duduk di sebelah Istrinya, Ccuuuppp Alson mengecup kening Vika singkat, sangking gemasnya melihat ekspresi Vika ketika memakan gula-gula itu. "Maniskan sayang kaya kamu," godanya yang membuat Vika kembali tersipu malu.


"Aduh kamu jangan gitu ekspresinya dong, nanti aku bisa diabetes nih," seru Alson membuat Vika tertawa bahagia.


Alson terus memperhatikan istrinya yang sedang tertawa bahagia itu.


"Setelah kemarin aku melihatmu dalam kesedihan, saat ini sudah tiba waktunya kamu untuk bahagia, aku akan berusaha untuk mendapatkan pendonor itu, dan maaf aku harus menggunakan cara ini," ucapnya dalam hati sambil terus menatap ke arah wajah Vika.


Dia harus menggantikan posisi Aiden sebagai ketua mafia, jika dia ingin berkuasa untuk melawan Arvan, dan untuk mendapatkan pendonor itu, dia harus berani menghilangkan rasa kasihan pada lawan-lawanya.


Dan semoga saja, Vika tidak akan kecewa dengan langkah yang dia ambil saat ini, karna untuk kebaikan.


To be continue.


Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎


**Jangan pelit! Mimin, *Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya😘😘 *


Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭


Terima kasih🙏🏻🙏🏻

__ADS_1


Follow IG Author @Andrieta_Rendra


__ADS_2