
🌹 Happy Reading 🌹
7 tahun kemudian.
Setelah kejadian itu, kini delapan tahun sudah berlalu, Vika telah melahirkan Anak perempuanya yang di beri nama ALVITA NATASHA JASMINE dengan cantik dan sehat, walaupun lebih dominan muka bulenya, namun itu tidak membuat Vika membenci putrinya.
Dirinya kini pun sudah selesai melanjutkan sekolah bisinisnya, namun nasib lain berkata lain dan menjadikanya seorang Model yang go internasional.
Bahkan tak hanya itu, karna kecantikan yang di miliki Vita, putrinya itu kini juga sudah menjadi model cilik yang banyak di gemari di masyarakat.
Saat ini Vika tengah menjalani kontrak di Barcelona Spanyol, sudah dua bulan dia di sini dan seminggu lagi dia akan pulang ke Indo.
Dam selama dua bulan itu dia selalu menghabiskan masa-masa luangnya di sebuah taman yang dulu sangat tidak terawat, namun sekarang menjadi sebuah taman bunga yang indah karna Vika banyak membelikan bunga hidup yang indah dan di tanamkan di situ.
Seperti saat ini, dirinya tengah beristirhat dari sesion foto yang menyebalkan menurutnya, hingga dirinya mau merileksasikan kepalanya sedikit dari kepenatanya.
"Ehmm,,di sini nikmat banget nih sejuk gak sia-siakan aku rombak ini taman," ucapnya sambil mencari posisi terbaik untuk mendudukan tubuhnya.
Namun di saat dia baru mau memejamkan matanya, tiba-tiba saja.
Dooooorr. Suara tembakan yang begitu nyaring membuat jantung Vika terasa mau copot dan mengingat mimpinya dulu.
"Apa sih tuh orang ya bener-bener nembak di taman, gak punya otak sepertinya dia," umpat Vika lalu berdiri melangkah mendekat ke arah sumber suara.
Dan betapa mirisnya perasaanya melihat sebuah burung yang tergeletak tidak berdaya dengan sayap yang terluka serta kakinya. "Kurang ajar, siapa yang melukaimu? Ya ampun kasian," imbuhnya sambil mengelus-ngelus luka burung tersebut.
"Hey siapa kamu?" tanya seorang dari belakang dengan suara yang sedikit berteriak.
__ADS_1
Vika yang sedang berjongkok itu, akhirnya menolehkan kepalanya sedikit ke belakang dan melihat sosok Pria dengan senapanya.
Vika terlihat mengenduskan nafasnya kasar lalu mengambil burung yang sudah lemah dan tidak berdaya itu, lalu melangkah mendekat ke arah pria itu, "apakah kamu tidak punya hati ha?" bentak Vika dengan kesal melihat manusia yang se enaknya saja menjadikan mahluk hidup lainya sebagai objek hobbynya.
Pria terlihat bingung menatap ke arah Vika . "Maaf Nona, anda menggangu kegiatan saya. Berikan burung itu Nona, saya sudah lebih dulu menemukanya." jawab Pria itu dengan tenang, seperti tidak ada masalah baginya jika hanya menembak satu burung saja.
Kesal mendengar jawaban dari pria itu, Vika melangkah mendekat ke arah Pria itu sambil menunjukan burung yang lemah itu tepat di wajah Pria itu tanpa ada rasa takut sedikitpun.
"Apa kamu liat, dia juga mahluk hidup yang ingin bernafas dan bebas, kenapa kamu melukainya? Ataukah kamu memang di lahirkan untuk menyakiti mahluk lain ha?" bentaknya Vika lagi, namun bukanya marah Pria ini malah tersenyum mendengar dan melihat ekspresi marah dari wanita ini.
"Bukankah aku hanya menembak satu burung saja nona, lalu mengapa anda sangat marah seperti ini?" tanya Pria itu menggoda Vika yang ada di hadapanya ini.
Hingga sepertinya Vika tidak sadar jika jarak keduanya nyaris tidak ada batasan, bahkan Pria itu bisa melihat jelas kalung yang berada di leher Vika yang menunjukan namanya.
"Nama yang bagus," timpal pria itu lagi namun tidak mengungkapnya.
Vika yang melihat pria yang sedang di marahinya ini malah tersenyum, kini menurunkan tanganya lalu memajukan wajahnya untuk menatap mata Pria itu dengan tajam, bahkan sangking emosinya dia tidak sadar jika wajah mereka hanya berjarak beberapa centi saja, sehingga Pria itu bisa begitu jelas menghirup nafas segar dari wanita ini.
"Alson," ucap Alson memperkenalkan dirinya meskipun tidak di tanya.
Vika memundurkan tubuhnya sedkit, karna mulai merasa canggung dengan kedekatan mereka yang tak berjarak.
Namun Alson lebih dulu memeluk pinggang ramping milik Vika, "perkenalkan aku Alson, calon suamimu, calon cintamu," ucapnya kepedean, membuat Vika menggigit bibir bawahnya dengan mata yang seakan-akan ingin mennerkam lawanya.
"Kamu jangan berekspresi seperti itu jika tidak ingin aku cium," bisik Alson yang semakin ingin menggoda wanita yang berada di pelukanya ini.
Vika merasa risih dengan orang asing yang berani sekali memeluk pinggangya ini. "Lepaskan jika tidak aku berteriak," Ancamnya yang semakin membuat Alson mengeratkan pelukanya.
"Berteriak lah, aku tidak takut dan aku tidak akan melepaskan mu," balas Alson semakin tidak tau diri.
__ADS_1
Vika menarik nafasnya dalam-dalam, lalu menginjak kaki Alson dengan Highheels yang dia gunakan.
"Aduuhh," keluhnya lalu melepaskan tanganya dari pinggang Vika.
"Kalo mau mengecap orang lain sebagai milikmu itu, pantaskan dulu dirimu apakah bisa bersanding dengan wanita itu atau tidak, ingat kekayaan bukanlah hasil yang menentukan," Seru Vika lalu melangkah kan kakiknya pergi meninggalkan Alson yang masih berdiri menatapnya.
Setelah itu Vika langsung segera kembali ke apartemen temanya yang dia tinggalin selama dua bulan ini.
Dia memasuki Apart dengan wajah kesalnya. Membuat Nayra di dalam yang sedang menonton menatapnya dengan bingung. "Kamu kenapa Vik? Pulang-pulang cemberut aja," tegur Nayra sang pemilik apartemen itu.
Dengan malas Vika berjalan ke kitchen dan mengambil sebuah botol air minum di kulkas dan segera meneguknya untuk mendinginkan hatinya yang panas. Lalu setelah itu dia melangkah mendekat duduk di samping Nayra.
"Aku kesel tau Nay, tadi pas di taman aku ketemu sama cowok yang asli kayanya sedikit stress sih, soalnya dia baru ketemu udah berani ngaku calon suami aku, asli yakin sih aku dia strez, gak laku makanya begitu," ucapnya dengan kesal mengumpat sikap Alson yang tadi berani sekali memeluk pinggangnya dan mengatakan jika dirinya adalah calon istrinya.
Namun bukanya prihatin, Nayra malah tertawa dengan terbahak-bahak, "hahahhahhahah,hahahha," tawanya yang tak bisa di hentikan melihat wajah kesal dari sahabatnya ini.
"Apaan sih kamu ketawa? Berhenti gak! Atau aku pukul kamu," ancamnya pea Nayra yang sama sekali tidak menghentikan tawanya.
"Hahhaha oke-oke sorry, aku hanya heran deh sama kamu yang bilangin pria itu gak laku, soalnya aku sepertinya perlu mengambilkan mu sebuah cerimin yang besar agar kamu bisa berkaca siapa yang sudah berusia 25 tahun tapi belum pernah pacaran satu kali pun ha," sindir Nayra yang membuat Vika langsung tertegun mendengarnya.
"Heh, aku jomblo bukan karna gak laku, tapi karna itu mau ku," sahutnya yang membuat Nayra langsung replek menghilangkan senyumnya dari wajah cantiknya.
"Sampai kapan sih Vik, kamu mau terus-terusa kaya gini? Kita sebagai wanita itu butuh pendamping Vik, ya kali kamu mau selamannya hidup sendiri." lirih Nayra yang hanya di balas senyuman tipis oleh Vika.
To be continue.
*Jangan lupa sedakah Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘 *
Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭
__ADS_1
Terima kasih🙏🏻🙏🏻
Follow IG Author @Andrieta_Rendra