
๐น Happy Reading ๐น
"Kita berdua adalah sahabat, papah aku dan Uncle Jesper adalah teman sedari kecil begitu juga aku dan Alson, kenapa ? Apa kamu sekarang merasa berdosa dengan menggodaku dan juga sahabatku sekaligus?"
Alson yang mendengar lontaran hinaan itu pada Vika kini baru mengerti bahwa masa lalu Jendra dan Vika itulah yang menyebabkan semua ini.
Plaaaakkkkkkk, satu tamparan keras Vika berikan kepada Jendra tepat di depan umum.
"Sayang," lirih Alson yang melihat Vika menampar sahabatnya.
Vika langsung menatap tajam ke arah Alson, "jadi kamu dan sampah ini adalah sahabat iya-"
"Jalang jaga mulut kamu, berani sekali kamu -" sahut Dyzon yang tidak terima jika putranya di katai sampah oleh Vika, namun ucapanya terhenti di saat Alson menaikan tanganya sebagai isyarat untuk berhenti.
Tiba-tiba saja Alson merubah raut wajahnya dengan menyimpan ribuan emosi. Namun Vika tidak memperdulikan itu, dia kini berbalik arah dan ingin melangkah pergi dari tempat itu. Tapi sebelum dia melangkah Alson lebih dulu menahan dan memegang tanganya.
"Lepas!" Tegas Vika tanpa menoleh dan saling membelakangi, tapi Alson malah semakin mencengkram tanganya dengan kuat dan bahkan cengkraman ini membuat Vika meringis menahan sakit di pergelanganya.
"Alson lepasin aku!" bentaknya dengan berani kepada Alson membuat keluarga Jendra termasuk Jendra sendiri merasa terkejut melihat itu.
Selama ini mereka selalu menjaga sikap di depan Alson dan keluarganya, tapi apa yang barusan mereka lihat ini benar-benar membuat mereka tidak percaya dengan sikap berani yang di miliki Vika membentak Alson.
Plaaaakkkkk Vika kembali menampar Alson dengan tangan sebelahnya, "lepasin aku brengsek lepasin!" teriaknya yang sudah tidak tahan lagi menahan air matanya, tapi Alson hanya diam saja dan semakin mencengkram tanganya.
"Kalian semua silahkan pergi dari sini sekarang!! Dan ingat! Jangan pernah kalian menyimpan dan merekam kejadian sekarang! Jika aku sampai mendapatkanya maka ucapkan selamat tinggal kepada matahari terbit besok." ancamnya dengan suara yang berat, Vika yang mendengar itu kini mengetahui jika Alson sedang marah.
Pasalnya selama beberapa hari bersama dengan Alson, sekejam apa pun dia berprilaku Alson sama sekali tidak pernah menunjukan sikap seperti ini.
"Aku bilang keluar!" Teriaknya yang langsung membuat seluruh tamu keluar dari hotel itu.
Namun Vika tetap pada kemarahan serta rasa sakit hatinya, dia terus berusaha melepaskan tanganya dari cengkarman Alson yang semakin menguat.
__ADS_1
"Kamu bilang apa tadi Vico? Dia siapa ?" tanyanya ketika seluruh tamu sudah tidak ada lagi dan kini hanya tersisa mereka saja.
Dan belum Jendra menjawab, Vika terus meronta dari genggaman Alson. "Lepasin aku! Mau apa kamu sekarang ha? Kamu dan dia ternyata adalah sahabat yang berarti semua yang kamu nyatakan, semua yang kamu katakan dan semua ketulusan kamu itu bohong, penipu kamu," Cercanya dengan frustasi memukuli tubuh Alson agar melepaskan tanganya.
Karna sudah tidak tahan melihat wanita yang di cintainya menangis seperti itu, membuat Alson langsung membawa Vika ke dalam dekapanya, "hiskk,,hiskskk jahat kamu Alson kamu sama seperti dia?" tangis Vika yang semakin memojokan Jendra dan keluarganya.
"Gak usah sok-sokan terhakimi kamu Vika," sinis Jendra yang langsung membuat Vika melepaskan pelukan Alson, dan melangkah mendekat ke arah Jendra.
"Apa kamu bilang? Terhakimi? Jendra hei sadar kamu, hei," seru Vika sambil menjetik-jetikan tanganya di wajah Jendra.
Melihat Vika yang sepertinya lepas kendali, kali ini membiarkan saja terlebih dulu, dia mau liat seberapa bisa menyangkal Jendra dan yang lainya.
"Siapa yang dulu menolak, membuang ku dan bayiku, siapa yang dulu mengihanaku siapa?" tantangnya dengan suara yang nyaring.
Alson langsung tersenyum saat ini, dan menarik tangan Vika untuk berdiri di belakang tubuhnya. "Apakah dia wanita yang kamu buang dulu Jendra Vico Ardiona?" tanyanya dengan penuh penekanan.
Namun Jendra malah tersenyum mendengar Alson yang dengan berani membela Vika, "Alson apa kamu benar-benar ingin membelanya? Apa kamu lupa dengan apa yang aku katakan kemarin? Apa kamu mau jika hartamu akan habis di tanganya?" seru Jendra dengan santainya menatap ke arah wajah Alson.
"Bahkan wanita ini dengan tega menyuruh ibunya datang kepada kami dan menuduh-nuduh kami yang bukan-bukan, padahal tujuanya hanya untuk meminta uang saja," sahut Dyzon yang membela putranya.
"Alson kamu bela dia? Really? Setelah apa yang kamu dengar dan bagaimana sikapnya selama ini, kamu tidak bodohkan Alson, bahkan orang tuaku menjadi saksi betapa serakahnya wanita ini, bahkan anak kami saja masih kecil sudah dia suruh bekerja, ibu macam apa dia," serunya lagi dengan terus menerus menyudutkan Vika.
Alson semakin kehilangan kesabaran saat ini, baginya Jendra sudah sangat-sangat keterlaluan. "Ngaca kamu bajingan, ayah macam apa kamu yang tega ingin membunuh bayinya sendiri ha," bentak Alson yang sedari tadi sudah menahan amarahnya.
Namun semakin dia menahanya, semakin gencar juga keluarga yang terhormat ini menghinaa kekasihnya ( bilang aja gitu gengs, ).
"Bukan begitu maksud aku, hanya saja-" bantah Jendra yang di sebut sebagai laki-laki brengsek.
"Apa? Kamu mau bilang apa? Kamu mau bilang kalo saat itu kamu hanya belum siap untuk menikah dan hanya saja saat itu kamu tidak mau menerima karna dia miskin iya, benarkan." Ujarnya dengan suara yang mulai meredah dan terlihat sangat santai.
Buuggghhhhh bogeman mentah kini berhasil di layangkan secara tiba-tiba untuk Jendra.
__ADS_1
"Jendra,Alson cukup!" Teriak Dyzon dan Vina Mamah Jendra yang melihat Alson dengan membabi buta memukul putranya.
"Bugghhh,brengsek kamu! Ternyata kamu adalah pria yang menyakitinya di masa lalu ha, buggghhh dan sekarang bukanya minta maaf kamu malah menghinaanya,..aarrgghhhh buggghhh." Alson yang tidak pernah memukul orang, saat ini benar-benar merasa sangat marah sekali, kenapa harus Jendra sahabatnya yang menjadi pria bejad itu, dan mengapa harus Vika korbanya.
"Cikhh," balas Jendra dengan meludahi darah yang ada di mulutnya ke sembarangan tempat.
"Begitu naifnya kamu merusak tali persahabatan kita yang sudah lama di bangun hanya karna sebuah cinta yang kamu sendiri baru mengenalnya, ingat Alson dia adalah ibu dari anak ku, jangan berharap lebih dari hubungan kalian, karna aku akan mengambil hak asuh Vita setelah ini." ucapnya dengan penuh keyakinan, lalu memberikan kode kepada orang tuanya untuk segera pergi sekarang.
Alson dan Vika yang melihat Jendra dan orang tuanya itu pergi, kini hanya menatap dengan Vika yang tiba-tiba saja terduduk lemah.
"Sayang," lirih Alson pelan langsung memeluk tubuh Vika dan membiarkan wanitanya menangis di dalam dekapanya.
Lama ih Mimin cantik gak kasih subsidi sarapan roti ya kan๐ฅฐ
Tolong ya di kondisikan, ini mantan mimin๐๐
Jendranya begini gimna mimin gak klepek" coba gengs gimana ๐ญ๐ญ
Haish mahluk tuhan yang paling seksi setelah calon suami, selingkuhan dan suami ku geng๐ฅฐ๐ฅฐ
To be continue.
Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangkan jempolnya๐
Jangan pelit! Mimin dah kasih roti sobek loh,
*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**๐๐ *
Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ๐ญ๐ญ๐ญ
__ADS_1
Terima kasih๐๐ป๐๐ป
Follow IG Author @Andrieta_Rendra