Hot Mother 2 ( Akibat Cinta Dari Pertemanan )

Hot Mother 2 ( Akibat Cinta Dari Pertemanan )
Chapter 18


__ADS_3

🌹 Happy Reading 🌹


Sesampainya di kantor, seluruh mata karyawan langsung menoleh tidak percaya melihat model cantik yang terkenal Vika saat ini datang bersama dengan Pak Alson yang merupakan CEO baru mereka, dan bukan sedikit dari mereka yang tau jika Alson adalah anak dari pengusaha sekaligus penguasa nomor satu di dunia.


Mereka berdua masuk ke dalam kantor dengan di ikuti oleh Aiden dan Freya di belakangnya, siapa pun pasti heran menatap Aiden, karna dia benar-benar tidak akan pernah melepaskan istrinya dan membiarkan istrinya itu hidup bebas seperti yang lainya, Freya harus selalu berada di sebelahnya kapan pun dan dimanapun.


"Perhatian semuanya!" Tegas Aiden yang saat ini berada di ruang rapat dewan direksi sekeligus karyawan-karyawan yang berposisi di atas.


Semuanya pada fokus dengan Aiden yang mereka ketahui paling teliti dalam melihat wajah-wajah karyawanya. "Mulai hari ini saya mengundurkan diri menjadi CEO perusahaan Cyberaya dan akan di gantikan oleh sepupu saya, pemilik asli perusahaan ini yaitu Tuan Alson Emilio Manopo, jadi mulai sekarang kalian akan fokus dan bekerja di bawah kepempinanya. Apa kalian mengerti." Seru Aiden dengan tegas dan lugas.


"Paham Pak." Jawab mereka dengan serentak.


"Bagus, jika begitu rapat kali ini cukup sampai di sini saja." sambung Aiden lagi, yang langsung membuat para karyawan bubar barisan.


Alson kembali menatap Vika saat ini, "apa jadwal kita selanjutnya?" tanyanya pada Vika yang berada di sebelahnya.


Vika terlihat sedang membuka kembali agenda milik Alson hari ini, "ehmm pagi ini kamu ada interview lima karyawan yang akan masuk, dan karna posisnya ini untuk bagian keuangan, maka kamu sendiri yang harus melakukan interview," Jawab Vika.


Sedangkan Freya saat ini terlihat sangat bosan sekali, "Aiden aku ingin ke toilet," izin Freya dengan suara yang pelan, lalu berdiri ingin melangkah pergi.


"Sekali lagi kamu berani melangkah, aku akan mematahkan kembali kakimu seperti dulu." Ancam Aiden melihat istrinya yang berani melangkah tanpa dirinya.


Sontak membuat Freya diam dan duduk kembali di tempatnya.


Untuk Alson hal ini bukalah hal yang sangat baru, namun berbeda dengan Vika yang baru pertama kali mendengar Aiden mengancam istrinya dengan begitu menakutkanya, membuat Vika jadi ogah untuk menganggumi sikap Aiden yang tegas itu.


"Anjir ini sih gila kalo aku punya suami kaya gitu, mau ke toilet aja harus sama dia, kalo enggak kakinya patah, alamak yang tabah ya." Ringisnya menatap ke arah Freya yang hanya mampu menampilkan wajah dingingya saja.


Setelah beberapa saat Aiden selesai dengan pekerjaanya, baru kali ini Freya bisa melangkah ke dengan di ikuti oleh Aiden di sebelahnya.


Dan melihat dua pasangan aneh itu sudah pergi, barulah Vika bisa bernafas lega. "Hufft gila ya ternyata Aiden bisa kejam gitu sama istrinya," ujarnya yang langsung membuat Alson menatap ke arahnya.


"Ya begitulah, suami dan istri sama saja," sahut Alson dengan kembali fokus pada pekerjaanya.


Vika menyeritkan keningnya bingung dengan kalimat ambigu itu. "Maksudnya sama?" tanyanya dengan serius.


"Jika Aiden suka membunuh orang lain, lain halnya dengan Freya yang mampu membunuh suaminya sendiri, tapi sayangnya bukanya mati Aiden malah semakin mengikatnya." jawab Alson dengan santai, namun berbeda dengan Vika yang langsung mendadak merinding dengan itu semua.


"Gak kebayang pernikhaan apa yang mereka jalani saat ini." Gumam Vika lagi yang merasa kasian dengan Freya.

__ADS_1


Freya Stephanie & Aiden Giovani



"Pernikahaan penuh dendam." Sahut Alson dan langsung melangkahkan kakinya keluar, menuju ruang interview khusus karyawan.


"Dendam?" sahut Vika dengan melamun, dan sontak tersadar ketike mendengar langkah kaki Alson yang menjauh.


"Woy tunggu aku," teriaknya sambil cepat merapikan barang-barangnya, lalu melangkah mengejar Also yang lebih dulu pergi.


Sesampainya di ruang interview, satu persatu mulai mereka wawancarai. Alson terlihat sanagt pusing sekali dengan selurun yang karyawan yang baru daftar ini tidak ada yang memenuhi kriteria sama sekali.


Dan hingga datang satu pelamar terakhir.


"Selamat siang bapak, ibu." sapanya dengan sopan.


"Siang, perkenalkan namamu," seru Alson dengan lembut.


"Pak di situkan ada nama saya pak, kenapa di tanya lagi?" jawab pelamar itu dengan santai, membuat Alson menatap tidak percaya dengan jawaban pelamar ini.


Lalu dia memilih kembali fokus pada data pelamar itu, "baik Tiara, saya mau tanya terlebuh dulu, di sini ijasah kamu menampilkan bahwa kamu baru saja lulus tahun kemarin, tapi mengapa di surat lamaran ini tertulis pengalaman kerja tiga tahun?" tanya Alson dengan bingung.


Tiara tersenyum menanggapinya. "Karna saya pikir itu termasuk maggang sekolah kemarin Pak." Jawabnya lagi dengan santai. Membuat Alson tambah pusing mendengarnya.


"30 juta," jawabnya tanpa dosa.


Sontak membuat Vika dan Alson membulatkan matanya besar. "Kamu kan baru lulus tahun kemarin? Masa mau minta gaji segitu?" Cerca Vika dengan ketus.


"Orang tua saya bilang kalo batas gaji saya segitu Bu." sahutnya dengan penuh percaya diri.


Alson mulai terlihat jengah menghadapi situasi ini. "Baiklah di Cyberaya ini saya paling mengutamakan karyawan yang autometic yang mampu untuk belajar sendiri."


"Iya Pak, saya bisa belajar sendiri, dan saya ahlinya." Jawab Tiara.


"Lalu jika ada teman satu posisi kamu yang bekerja sama dengan kam-"


"Dan saya belajar dengan mereka Pak," balasnya lagi memotong ucapan Alson dengan santai.


Vika merasa jengah dengan wanita satu ini, "tadi katanya kamu bisa belajar sendiri," ketus Vika dengan kesal.

__ADS_1


"Kalo sendiri saya belajar sendirilah, kalo ada teman untuk apa saya belajar sendiri." Sahutnya yang membuat tekanan darah Vika melonjak naik dan memilih diam tidak menaggapi.


Alson yang masih bisa sabar kali ini masib berusaha meneruskan wawancara ini. "Kalo misalkan proyek perusahaan lagi penuh, dan karyawan di minta untuk bekerja di hari libur apa kah kamu bisa?" tanya Alson lagi dengan masih berusaha ramah.


"Bisa Pak, tapi kalo hari kerja saya tidak masuk bisa juga kah pak?" tanyanya balik yang kali ini berhasil membuat Vika mengepalkan tanganya.


"Sabar Vik, sebentar lagi selesai." Gumamnya dalam hati menatap tajam ke aarah Tiara.


Vika kembali lagi mengatur nafasnya dan mendapatkan kode dari Alson bahwa dia tidak sanggup mewawancara wanita ini. "Oke Tiara, apa yang membuat kamu mau melamar di perushaan ini?" tanya Vika dengan berusaha selembut mungkin.


"Karna perushaan ini sedang membuka lowongan kan,"


Vika telihat menghembuskan nafasnya kasar, "maksudnya kenapa kamu mau memilih melamar di perushaan ini, bukan melamar di perushaan lainya?" Sambung Vika memperbaiki kalimatnya.


"Karna perushaan lain tidak ada yang memanggil saya untuk interview," jawabnya lagi yang kali ini sudah membuat tanduk Vika mulai berdiri.


Sedangkan Alson rasanya ingin tertawa saat ini melihat Ekspresi Vika yang galak namun berusaha ramah menghadapi pelamar gila ini.


"Kasih kami satu alasan untuk memilih kamu bekerja di sini?" Pertanyaan terkahir yang di keluarkan dengan penuh perjuangan.


"Kenapa harus saya yang memberikan alasan? Bukankah perushaan ini membutuhkan karyawan? Berarti ibu sama bapak yang harus memberikan saya alasan untuk bekerja di sini."


Brrrruuuggghhhh Vika yang sudah tidak tahan lagi langsung menggebrak meja dengan sangat kuat dan sontak menganggetkan Alson yang berada di sebelahnya saat ini.


"Kamu dari tadi saya sudah sabar ya, jangan minta jantung kamu di sini," umpat Vika dengan kesal.


Alson sontak langsung berdiri menenangkan Vika. "Sabar sayang,,sabar," ucapnya pelan menahan tubuh Vika agar tidak menyerang Tiara.


"Sabar,, sabar aku gak tahan lagi sama dia lama-lama." balas Vika dengan tanduk yang sudah berdiri.


Sedangkan pelamar tadi saat ini hanya menampilkan wajah menangnya. "Sok betul mau mengumpat aku," batinya dengan senyum kemenangan.


To be continue.


Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangkan jempolnya😎


*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘 *


Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭

__ADS_1


Terima kasih🙏🏻🙏🏻


Follow IG Author @Andrieta_Rendra


__ADS_2