Hot Mother 2 ( Akibat Cinta Dari Pertemanan )

Hot Mother 2 ( Akibat Cinta Dari Pertemanan )
Partner Ranjang Part II ( 41 )


__ADS_3

🌹 Happy Reading ya Gengs 🌹


Selama diperjalan menuju Jerman, Brio hanya terus menatap wajah Vita yang terlihat sangat pucat sekali.


Andai saja Vita mau mendengarkannya untuk menikah tanpa diketahaui oleh keluarga, mungkin Brio tidak akan membencinya.


Dia tidak tahu harus berbuat apa saat ini, semua menyalahkaannya, hingga rasanya dia ingin sekali lepas dari semua ini. Namun keadaanya sudah tidak memungkinkan.


Ingatanya kembali di saat dirinya mengetahui bahwa Vita adalah keponakaanya sendiri.


Flashback On


Brio yang saat ini menampilkan wajah kecewanya, kini melangkah masuk ke dalam sebuah ruangan tempat di mana sosok pria bertopeng itu ada.


"Apa maksud kamu melakukan semua ini?" tanya Brio dengan melemparkan berkas yang berisikan data diri milik Vita, ke hadapan wajah pria itu.


Pria bertopeng itu langsung mengambil berkas tersebut dan melihat apa isi dari surat tersebut. "Bukankah kamu menginginkan seorang gadis Virgin, maka aku sudah memberikannya kepadamu, lalu apa lagi?" tanya pria itu.


"Apa lagi katamu? Kamu lihat jelas semuanya! Dia adalah Vita keponakaan aku sendiri! Griffin!" Sentak Brio yang tidak habis pikir dengan apa yang berada di dalam pemikiran keponakaanya ini.


Pria itu langsung melepas topengnya, dan tesenyum sinis ke arah Brio. "Well, tetapi kamu sudah menikmatinya kan?" sindir Griffin, merasa bahwa Brio saat ini terlalu munafik.


Buggghhh, Brio yang kesal langsung memukul keponakaanya sendiri dengan sangat keras. "Aku memang suka meniduri banyak wanita tetapi bukan dengan keponakan aku sendiri Fin! Aku bukan kamu yang gak mempunyai otak bercinta dengan sepupu kamu sendiri, haha, kalau semua keluarga tahu bisa habis kamu."


"Aku gak takut sama mereka -,"


"Kamu gak takut sama mereka tapi kamu pandang Aiden woy, dia juga paman kamu! Bagaimana kalau dia tahu kamu meniduri putrinya banggsaaat! Pakai otak!" Brio benar - benar tidak habis pikir dengan apa yang ada di dalam pemikiran keponakaanya ini. Dia tidak tahu mulai kapan Griffin sudah berubah menjadi sosok yang begitu misterius.


"Jangan ikut campur di dalam urusanku, semua hanya terjadi mengikuti alur saja," jawab Griffin dengan begitu santai.


Setelah itu, Grifiin menatapnya dengan tersenyum sinis, sambil mendekat ke arah wanita yang sedang berada di saat, lalu mellumaat bibir wanita itu dengan kasar. "Griffin!" Bentak Brio, benar - benar merasa marah, ketika di saat mereka sedang mempunyai masalah, anak ini dengan santainya nyaris bercinta dengan wanita itu.

__ADS_1


"Keluar kalian semua dari sini!!" Pekik Brio, menyuruh semua wanita yang berad di dalam saja pergi dan meninggalkan mereka berdua saja.


Griffin menghela nafasnya kasar, ketika melihat pamannya yang sedari tadi hanya marah - marah saja.


"Paman, untuk apa mau marah - marah sekarang? Kalau paman sayang sama aku, maka lakukaan saja apa yang sudah aku hadiahkan untuk paman! Aku mau hidup wanita itu hancur tidak tersisa! Kalau tidak-" ucapnya terhenti, sambil tersenyum sinis menatap ke arah Brio yang sedang menatapnya lekat.


"Ehhem, paman tahukan siapa aku? Bahkan paman itu masih jauh berada di bawahku! Jangan pernah bermain - main denganku jika kamu masih mau nyawa yang kamu punya itu bersarang di dalam tubuhmu!" Griffin tidak pernah melepaskan mangsanya, bahkan dia tidak takut sama sekali ketika mengucapkan kalimat yang sangat tidak masuk akal itu.


Membunuh pamannya sendiri, mungkin sebagian orang yang tahu, jika seorang Psychopat gila hanya akan menghukum dan membunuh orang lain saja. Namun, ini tidak berlaku oleh Griffin. Dia akan membunuh siapa saja, meskipun itu adalah pamannya sendiri.


Tidak pernah dia ingin menghargai sebuah arti keluarga, dia tidak ingin membuang waktu dengan hal - hal yang tidak penting. Baginya dia adalah Lord, maka semua kehidupan berada di bawah kendalinya.


Dan itulah yang terjadi dengan Lyla saat ini, karena kegilaan Griffin terhadap sepupunya itu sendiri, Griffin terus memaksa Lyla untuk melayani nafsu bejadnya, tanpa ingin menikahi ataupun membongkar rahasia mereka berdua.


Lyla awalnya sangat terpukul sekali, ketika awal Griffin memepperkosaaanya, namun, semuanya sudah terjadi, dan bahkan Griffin terus mengancam jika akan menyebarkan semya vidio - vidio dan foto Lyla yang tidak menggunakan busana sama sekali, jika dia berani melaporkannya ke seluruh keluarga, walaupun jauh di dalam lubuk hatinya, dia begitu mencintai Deri, namun dengan keadaan dirinya yang seperti ini, dia berharap untuk tidak menikah, agar semua jejak yang telah Griffin buat, tidak ada satupun orang yang pernah mengetahuinya.


Benar - benar gila bukan? Tetapi itulah Griffin, semenjak dirinya mengetahui tentang asal usul dirinya, Griffin mulai berubah drastis. Jika dulu dia adalah seorang malaikat kecil yang selalu perduli dengan sesama, tidak berlaku untuk sekarang. Karena bagi Griffin sebuah permainan kehidupan adalah kesenangan untunknya sendiri.


"Why Not? Ketika kamu mengagalkan rencanaku! Maka jangan panggil aku Griffin jika aku tidak berani memusanahkanmu bersama dengan wanita itu," Griffin menjawab dengan tegas, apa saja yang bisa dilakukaan tanpa harus ada izin dari siapapun.


Brio tersenyum lebar, mengingat betapa kejinya kelakuaan keponakannya yang satu ini, "luar biasa, kamu hidup sudah bagaikan Dajjal! Aku selama jadi anak dari Mario, kamu tahu? Aku tidak pernah membunuh siapapun, aku hanya akan memukul ketika diriku digangu atau dikhianati! Kamu tahu kenapa? Karena aku bukan pria gila sepertimu yang menjadikan rintihan jeritan kesakitan manusia sebagai lagu yang begitu indah bagimu! Dengarkan aku Griffin! Hentikan semua ini! Bebaskan Vita dari permainanmu, dia gak bersalah Fin."


"Tidak! Kamu harus terus mempermainkan perasaanya! Aku mau kamu membuatnya jatuh cinta kepadamu! Hingga dia menjadi gila ketika kamu meninggalkannya, dan jika bisa buat dia nekad melakukaan bunuh diri! Jika tidak?!"


"Bukan hanya kamu yang akan aku bunuh! Tetapi adik kesayanganmu, tanteku yang cantik, Gabrina!"


"Griffin," sentak Brio tidak percaya dengan semua ini.


Griffin sudah melibatkan banyak nyawa untuk semua ini, entah apa yang berada di dalam pikiraanya, tetapi Griffin benar - benar tidak bisa dilawan untuk saat ini.


"Pilihan ada di tanganmu! Pergi dari sini! Dan menjadi Mr. White, atau pergi dengan mengkhiantiku, dan mengorbankan nyawa tanteku? Oke. Sudah jelaskan?"

__ADS_1


"Pilihannya hanya ada dua, menyakiti Vita atau membunuh Brina?"


Flashback off


Kedua pilihan yang menurutnya sangat begitu sulit untuk saat ini. Itulah sebabnya mengapa Brio harus membawa Vita pergi jauh terlebih dahulu.


Karena jika tidak, maka detik ini juga mungkin saja Brio tidak bisa melihat istrinya dan bayinya untuk selamanya.


Dia sendiri tidak tahu, apa alasan Griffin begitu membenci keluarganya? Tapi yang jelas, Brio hanya tahu jika ini pasti adalah dendam karena dirinya diasingkan, dan Vita lebih disayang oleh orang - orang sekelilingnya. Padahal mereka semua jelas tahu, bahwa Griffin lah yang merupakan cucu utama di keluarga itu.


"Engghh," leguhan Vita terdengar begitu sendu, menandakan bahwa wanita itu sudah bangun dari pingsanya.


Sontak saja Brio berdiri dari posisinya, dan ingin membantu istrinya untuk mengambil air minum yang berada di atas meja.


"Bangunlah aku akan membantumu," ucap Brio, ingin membantu Vita untuk bangkit dari posisinya yang sedang berbaring.


Namun, secepat kilat Vita menepisnya, dia sudah begitu membenci Brio, dari semua yang Brio lakukan kepadanya. Membawa dirinya kabur ke Jerman dengan mengganti identitasnya, membuat dirinya begitu marah pada suaminya.


"Jauhkan tanganmu dari tubuhku! Aku tidak sudi disentuh oleh pria seperti kamu!" Tegas Vita, yang terdengar meyesakan hati Brio sendiri.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganyaπŸ₯° jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*

__ADS_1


*Terima kasih**πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»*


__ADS_2