
🌹 Happy Reading 🌹
Sedari tadi Vika dan Alson hanya bisa berantem tanpa berhenti, Vika yang merasa risih jika Alson di kamarnya, sedangkan Alson yang ngotot tidak mau keluar karna takut sama ibu Veli, kini memilih berdiam diri di kamar Vika, sambil memeriksa kembali pekerjaanya.
Vika yang sedari tadi sudah lelah, kini terlihat sedang sibuk bermake up untuk segera bersiap-siap ke kantor.
Namun tanpa di ketahui oleh Alson, sebenarnya Vika juga sedang sibuk memperhatikanya, "ternyata dia kalo diam dan serius kaya gitu, aura ketampanan dan machonya lebih nampak ya," batinya yang sedikit demi sedikit menganggumi sosok Alson.
Drtt,,drrt, getaran suara ponselnya kini terdengar, dan menghentikan kegiatanya sejenenak. "Ibu❤️"
"Vika,,ibu sudah lebih dulu keluar dengan membawa Vita dan mengajaknya untuk sarapan di luar, Ibu tidak mau nanti dia melihatmu ersama dengan seorang laki-laki di dalam kamar dan mulai bertanya-tanya, Ibu tidak ingin merusak pisikisnya hanya lantaran kesalaha pahamanmu terhadap pria itu, dan jangan lupa! Malam ini Ibu tetap akan menunggu bicar tentang masalah ini!" Isi pesan dari Ibu Veli yang membuat Vika down seketika.
Vika melirik sekilas ke arah Alson yang terlihat masih sibuk dengan pekerjaanya, lalu kembali lagi mengaplikasikan make up di wajahnya karna waktu yang terus berputar, dia tidak ingin terlambat.
Setelah selesai, Vika mengajak Alson untuk sarapan di luar, karna memang tidak sempat jika mau memasak lagi, dan kali ini Alson menurutinya.
Sesampainya mereka di restoran, Vika langsung masuk tanpa menunggu Alson terlebih dahulu, dan bahkan tanpa di suruh dia langsung memesan untuk Alson.
Dan di saat makanan mereka datang, Vika dan Alson langsung memakanya dengan hening.
Vika yang sedari tadi diam, membuat Alson menatapnya dengan serius saat ini. "What?" Tanya Vika sambil memakan makananya.
Terlihat Alson yang mengenduskan nafasnya kasar, "kamu kenapa dari tadi diam mengabaikan ku seperti itu?" tanyanya dengan lembut pada Vika.
Vika meletakan alat makanya dan kini menatap Alson dengan serius, dia memang harus bicara dengan bule koplak satu ini biar gak terus-terus seenaknya bertingkah. "Alson, bisa tidak kamu kendalikan diri kamu itu? Aku punya anak Alson dan aku juga punya ibu, jika kamu seenaknya datang dan masuk ke kamarku. Apa yang akan mereka pikirkan? Anak ku akan tergangu mentalnya, Alson aku minta maaf kalo aku harus ngomong gini sama kamu, tapi tolong lah kamu jangan samakan negara ini dengan negaramu, ini Indonesia Alson banyak sekali tata aturan negara maupun agama yang tidak sama dengan negara luar yang bebas." Ujarnya dengan serius, Alson yang mendengar itupun merasakan bersalah dalam hatinya.
"Maaf Vika, tapi aku gak bermaksud seperti itu," balasanya dengan pelan.
Namun Vika sama sekali tidak menjawabnya, dia kembali fokus pada makananya yang ada di hadapanya saat ini.
"Vika kenapa kamu tidak mau membuka pintu hatimu untuk cinta yang baru?" tanya Alson dengan serius.
__ADS_1
Vika tersenyum mendengar pertanyaan yang simple untuk di jawab. "Karna hidupku terlalu berharga untuk di sakiti oleh seseorang yang hanya ingin singgah," jawabnya dengan tegas.
"Bagimana kamu tau jika dia hanya ingin singgah atau tidak, sedangkan kamu tidak pernah mencobanya kan," sahut Alson yang merasa prinsip hidup Vika itu salah.
Vika kembali meletakan alat makanya, namun kali ini dia benar-benar sudah tidak nafsu makan. "Untuk apa di coba kalo memang semua laki-laki itu sama, dan rata-rata seperti itu," Jawabnya dengan santai.
"Mengapa kamu tidak percaya dengan adanya laki-laki yang baik dan setia? Apakah sesulit itu untuk percaya?" Cercanya lagi ingin mendapatkan apa yang dia ingin ketahui.
"Aku bukan tidak percaya, tapi aku tidak mau percaya dan itu adalah dua hal yang berbeda,"
"Ketika kamu tidak percaya itu hanyalah sebuah kalise semata, karna pada ujungnya kalian pasti akan percaya dengan adanya cinta sejati itu, namun jika aku memilih tidak mau percaya, itu berarti meskipun suatu saat nanti memang ada cinta sejati, tapi aku menolak untuk percaya akan itu." Jawabnya lugas.
Lalu Vika menggengam tangan Alson yang sedang serius mendengar kalimatnya, "Dari banyaknya perempuan di sekelilingmu, kamu akan lebih pantas memilih yang lain, karena aku orang yang salah. dan sampai saat ini, aku masih nyaman dengan kesendirianku." timpalnya lagi dengan memohon pengertian dari Alson bahwa dirinya memang tidak bisa menerima Alson untuk hidupnya.
"Cinta bukan tentang menemukan orang yang sempurna. Ini tentang menyadari bahwa orang yang tidak sempurna dapat membuatmu sempurna, dan aku terlahir untuk mencarimu dan menunggumu dan menjadi milikmu selamanya, mungkin kamu mengatakan hanya akan jatuh cinta sekali dalam hidupmu. Tetapi aku tidak percaya itu. Dalam kasusku ini, setiap kali aku melihat matamu, aku jatuh cinta padamu lagi dan lagi, Aku mencintaimu di waktu yang tidak terbatas dalam bentuk yang tidak terbatas dan aku berjanji akan mencintaimu selamanya." Seru Alson dengan sangat bersungguh-sungguh.
Namun kalimat itu malah membuat Vika menjadi down kembali, dia tidak tau harus bagaimana saat ini, dan dia lebih memilih tidak mau percaya akan cinta Alson yang tidak nyata itu. "Mulutmu terlalu manis pak, tapi sayang aku tidak akan percaya dengan semua itu," balas Vika yang kali ini membuat Alson tersenyum.
"Ah sudahlah, sekarang udah dekat jam kantor, ayo kita pergi nanti terlamabt." Seru Alson yang tidak ingin membahas soal Briell kembali, mengingat jika siapa dirinya sekarang.
Dan tanpa menunggu Vika, Alson langsung masuk ke dalam mobilnya, di susul oleh Vika dari belakang.
"Kenapa kamu tinggalin aku?" bentak Vika dengan kesal,
" hehehe maaf ya." Jawab Alson yang hanya terkekeh melihat wajah cemberut dari Vika itu.
Namun di saat Alson baru menyalakan mobilnya, tiba-tiba saja ada seseorang yang mengetuk kaca mobilnya.
Tokk,,tok,, orang itu mengetuk kaca jendela mobil Alson, membuatnya menoleh pada Vika sejenak lalu membukanya.
"Ada apa pak?" tanya Alson dengan lembut.
__ADS_1
Terlihat orang itu yang seperti sangat kelelehan saat ini, "Tuan saya baru pertama kali datang ke kota ini, dan bensin motor saya habis Tuan, dan ini Ponsel saya juga tidak ada batarainya untuk menelpon keluarga, boleh tidak ya saya pinjam uang anda untuk mengisi bensin saya, karna saya tidak memiliki uang lagi saat ini," ucap pria itu dengan sangat lemah.
"Pak, sebenarnya saya tidak akan semudah itu mau percaya dengan kata-kata kamu, tapi karna kamu memintanya baik-baik maka saya akan menolongmu," Balasnya dengan ramah, lalu mengambil beberapa lembar uang merah yang ada di dompetnya.
"Ini ada uang 1 juta kamu pakai saja dulu," sambungnya lagi menyerahkan uang itu, namun pria itu terlihat hanya mengambil dua lembar saja.
"Segini saja cukup Tuan, dan tunggu sebentar ya Tuan, saya akan mengambil pulpen untuk mencatat nomor Anda, dan jika ada waktu saya akan mengembalikanya Tuan." ujar pria itu, lalu dia berlari untuk mengambil pulpen.
Alson tersenyum melihat orang itu, lalu kembali lagi fokus pada mobilnya. Sedangkan Vika yang di sebelahnya kini memampilkan wajah emosinya. "Kenapa kamu kasih dia ? Ini tuh kota besar Alson, dari mukanya aja udah ketahuanlah kalo dia itu penipu." ketus Vika yang tidak suka melihat Alson terlalu baik pada seseorang.
Alson tersenyum menanggapinya. "Aku tau sayang, tapi apa salahnya jika kita hanya menolong saja? Aku juga memilih untuk percaya dan tidak akan berperasangka buruk sama orang lain tanpa satu hal yang jelaskan." balas Alson sontak membuat Vika terdiam memembenarkan ucapanya itu.
Melihat Vika diam, kini Alson langsung mengemudika mobilnya untuk segera menuju kantor, namun di saat mereka baru setengah jalan, terlihat pria itu kembali dan berlari mengejar mobil mereka. "Alson liat dia kembali," seru Vika yang melihat ke arah belakang.
Alson tersenyum manis menanggapinya. "Lihat kan sayang, dan jika sudah seperti ini maka aku rasa uang itu sudah tidak perlu lagi di kembalikan." sahut Alson dengan lembut, membuat Vika terpesona di sebelahnya.
Bahkan saat ini Vika sedang menahan senyumnya melihat sikap kelembutan yang di miliki oleh Alson ini. "Shitt! Dia gentle banget." Batin Vika meronta ingin mengaggumi sosok pria di sebelahnya ini.
To be continue.
Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangkan jempolnya😎
*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘 *
Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭
Terima kasih🙏🏻🙏🏻
Follow IG Author @Andrieta_Rendra
__ADS_1