Hot Mother 2 ( Akibat Cinta Dari Pertemanan )

Hot Mother 2 ( Akibat Cinta Dari Pertemanan )
Chapter 45


__ADS_3

🌹 Happy Reading 🌹


"What, cicil," seru Gina yang meratapi dirinya yang di hargai cicilan oleh calon suaminya.


"Bukan cicil, tapi aku kasihnya setelah menikah, anggap aja jika aku hutang," jawab Robert asal.


Gina yang kesal langsung berdiri di hadapan Robert dengan tatapan tajamnya, "aku tidak mau menikah denganmu, apaan mas kawin cicil, cincin kawin hutang, di tembak juga enggak tau-tau mau nikah." Cerca Gina dengan galaknya.


"Tembak apa? Kita hanya mau menikah Gina bukan mau perang," sahut Robert dengan malasnya.


"Setidaknya tembak aku jika kamu memang serius mau menikahi ku," bentak Gina dengan penuh penekanan.


Robert terlihat berpikir sejenak sebelum mengambil keputusanya, "baiklah jika itu maumu, aku tidak akan sungkan," jawabnya yang membuat Gina sedikit tersenyum dan menutup matanya.


Namun dengan langkah cepat Robert mengeluarkan pistol yang ada di saku belakangnya, dan mulain mengekernya, dan membidik ke arah Gina, "aku tidak yakin jika setelah ini kita akan menikah," ucap Robert dengan berat.


Gina yang mendengar suara kekeran pistol langsung membuka matanya, dan melotot ketika melihat Robert yang mau menembak dirinya dengan pistol.


Dooorrr, Robert melepaskan pelurunya ke arah Gina, namun beruntungnya wanita itu dengan gesit sempat tiarap dan menghindari peluru itu.


"Kenapa kamu menghindar? Bukankah kamu minta di tembak?" tanyanya dengan polos.


Gina mengeluarkan tanduknya, memperlihatkan taring harimaunya di hadapan Robert, buuuggguhh dia memukul kepala Robert dengan pistol yang di rampasnya. "Kamu itu bodoh atau apa? Kalo aku mati gimana ?" Bentaknya yang malah membuat Robet menyeritkan keningnya bingung.


"Bukankah kamu tadi yang minta di tembak?" tanyanya yang begitu polos.


Gina mengusap wajahnya kasar di depan Robert, "tembak peluru dan tembak menyatakan cinta itu berbeda bodoh," seru Gina dengan kesal.

__ADS_1


"Jelas bedalah, kalo kamu bilang tembak itu menyatakan sebuah peluru, dan jika kamu bilang menyatakan cinta aku pasti mengerti walaupun aku tidak paham, tapi anak kecil juga tau jika itu adalah dua hal yang berbeda, Gina kemana otak jeniusmu yang tidak bisa membedakan kalimat tembak dan menyatakan cinta." Balas Robert tak kalah galak.


Gina yang pusing kini hanya menggelengkan kepalanya, lalu memilih diam dan kembali melanjutkan pekerjaanya. "Gina perispkan dirimu jangan lupa!" Seru Robert lagi.


"Gak, nikah aja sana sama kucing." Jawabnya kesal.


Robert terdiam sejenak, "nikah sama kucing? Apa dia sudah gila," batin Robert merasa aneh dengan Gina.


Dan di saat dia memandang ke arah Gina, tiba-tiba saja dari belakang terlihat Arvan yang datang dengan membawa bunga serta perhiasaan. Tak lupa dia membawa sebuah gaun pernikahaan yang di temani oleh Jenni.


"Lord, Queen," tunduknya hormat menyapa Arvan dan Jenni.


Ternyata Arvan dan Jenni sudah melihat kegaduhan yang keduanya buat, dan hanya mampu mengenduskan nafasnya kasar. "Sudaj aku bilang jika dia tidak bisa romantis," lirihnya pada Jenni.


"Itu karna kamu tidak pernah mengajarkanya setidaknya berikan dia kursus caranya menyatakan cinta, kan kamu liat karna kamu melatihnya menembak terus, jadi dia ingin menembak terus," balas Jenni dengan berbisik.


Arvan kembali menarik Robert dan mendoronganya untuk segera berlutut di hadapan Gina.


"Berlutut cepat berlutut," perintah Arvan dengan tersenyum kikuk.


Dengan memutar bola matanya malas, Robert berlutut di hadapan Gina, lalu Arvan menyerahkan satu buah cincin berlian seharga 10triluan, yang khusus di hadiakan oleh asisten dan ahli ITEnya. "Ambil ini," titahnya menyerahkan cincin itu pada Robert.


"Arahakan ke dia," pintanya lagi, benar-benar menuntut orang bodoh.


"Ikuti kalimatku, Gina maukah kamu menikah denganku, dan menjadi ibu dari anak-anak ku kelak serta tumbuh tua bersamaku?" Ucapnya menyuruh Robert mengikuti kata-katanya.


"Gina maukah kamu menikah denganku, dan menjadi ibu dari anak-anak ku kelak serta tumbuh tua bersamaku?" Ucap Robert yang mengcopy paste kalimat itu.

__ADS_1


Gina terlihat menelan salivanya kasar, jujur dia tidak mau menikah dengan pria kaku seperti Robert, namun di hadapanya ada Lord Arvan yang siap memakannya hidup-hidup jika menolak keingananya.


"Iiya aku mau." Jawbanya dengan penuh keterpaksaan.


"Aihhss, nasib-nasib Tuhan, semoga ketika menikah nanti dia tidak membuatku pusing." Batin Gina yang menangis menerima kenyataan ini.


"Cepat pasangkan cicinya!" Perintah Jenni yang sudah tidak sabar lagi.


Dengan lemah Robert memasangkan cincin mahal itu di jari Gina, dan terlihat Arvan dan Jenni yang bersorak bahagia di atas penderitaan calon pengantin.


"Ingat ini cincin mahal, jangan di jual atau di gadaikan, kalo enggak kepalamu yang aku gadaikan." Ancam Jenni yang terlihat lebih galak dari Arvan.


Robert dan Gina hanya bisa menangis dalam hati melihat kebahagian dua pasangan yang bahagia melihat penyatuan terpaksa mereka😭😭😭


Visual Robert



To be continue.


Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎


**Jangan pelit! Mimin, *Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya😘😘 *


Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭


Terima kasih🙏🏻🙏🏻

__ADS_1


Follow IG Author @Andrieta_Rendra


__ADS_2