
πΉ Happy Reading πΉ
"Astaga kamu yang-" ucapnya terputus karna merasa tidak yakin dengan jawabanya.
Alson terlihat sudah sangat antusias sekali mendengar jawaban dari Vika, dia tau jika Calon istrinya ini tidak akan pernah melupakanya.
"Kamukan yang kemarin iklan sabun colek itu kan."
Guuubbrraaaakkk
Alson rasanya ingin sekali menenggelamkan dirinya saat ini juga, dia menggelengkan kepalnya pusing karna calon istrinya ini bisa-bisanya melupak dirinya yang sebentar lagi menjadi calon suaminya.
"Sabun colek apa ? Aku ini calon suami kamu bukan sabun colek huaa." Alson benar-benar merasa pusing kali ini menghadapi sikap dari Vika.
Sedangkan Vika yang melihat ekspresi menyedihkan dari Alson itu langsung mengambil air minumnya lalu menyiramkanya pada Alson.
Byyyyuurrrr. Alson terdiam dengan wajah yang sudah basah kuyup.
Melihat Alson yang diam tanpa suara. Membuat Vika menjadi tenang kembali dan dengan santainya dia duduk, tanpa memperdulikan Alson yang menatapnya dengan diam.
Dan di saat mereka sama-sama diam, tiba-tiba saja Aiden dan Freya keluar dari ruangan CEO.
"Ehem,," suaranya yang membuat Vika dan Alson menoleh secara bersamaan.
"Kamu ngapain di sini? Bukannya jadwalmu masuk kantor itu besok? Dan ini apa ini?" tanya dan menoleh pada bucket bunga sultan yang tadi di bawa oleh Alson.
Deeeggggg jantung Vika berdegup kencang seketika mendengar kata "besok" yang keluar dari mulut Aiden.
Sedangkan Alson yang melihat Aiden menyentuh bunga sultan milik calon istrinya langsung menepisnya dengan kasar.
__ADS_1
"Jangan sentuh bunga calon istriku nanti dia layu di sentuh sama tangan berdarah dingin seperti kamu." ketus Alson yang saat ini harus memasangkan portal untuk Vika agar Aiden tidak jatuh cinta lagi.
Aiden tersenyum sinis dengan sikap dari sepupunya itu. "Calon istri? Kalian ketemu juga baru hari ini sudah berani aja kamu mengklaim seseorang calon istrimu." seru Aiden yang membuat Vika menganggukan kepalanya setuju.
Berbeda dengan Alson yang terlihat santai mendengarnya. "Siapa bilang kita baru ketemu? Dia adalah Gadis tamanku yang dulu pernah ku temui di saat aku sedang menembak dan tak sengaja bertemu denganya, dan sekarang bertemu lagi yang berarti kami adalah jodoh," Jawab Alson sontak membuat Vika membulatkan matanya lebar.
"What? Jadi kamu si pria pemburu itu?" tanya Vika yang akhirnya mengingat kejadian itu.
Dan dengan penuh keyakinan Alson menganggukan kepalanya, namun malah membuat Vika tersenyum kikuk di depanya.
"Pantas saja dia datang-datang bawa bunga besar, diakan memang gak waras dari dulu." Batinya merasa ilfil dengan Alson.
Aiden hanya menggelengkan kepalanya pusing melihat kelakuan aneh dari sepupunya ini, "terserah deh kamu mau apa, yang jelas jangan pernah menganggu karyawan yang sedang bekerja meskipun dia adalah calon istrimu! Apa kamu mengerti!" tegasnya memperingatkan kepada Alson bahwa bekerja bukanlah satu hal yang main-main.
"Hemmmm tau lah," balasnya dengan malas.
"Alvika, besok Pak Alson inilah yang akan menjadi CEO di sini, dan kamu mesti patuh dan mengerti akan perintahnya dia yang paling mutlak di sini. Apa kamu mengerti Vika ?" tegas Aiden kepada Vika yang membuatnya menjadi gugup.
"I-iya Pak." jawab Vika dengan gugup.
"Kisah cinta mereka begitu rumit, Aiden yang memaksa wanita itu agar mau menerima cintanya namun wanitanya menolak dan begitulah Aiden selalu menggila hingga Freya merasa sedikit tertekan, aku bahkan tidak bisa membayangkan bagaimana bisa hidup dengan pria Psycho seperti Aiden." Ucap Alson yang menjawab rasa penasaraan dari Vika itu.
Sontak Vika langsung menoleh dan mengingat jika di sampingnya saat ini masih ada Alson.
"Jadi kamu adalah anak dari pemilik perusahaan ini?" tanyanya to the point pada Alson.
"Ya, bisa di bilang begitu? Kenapa kamu banggakan?" ujaranya yang merasa bahwa semua wanita pasti akan berbangga hati ketika mengetahui jika dirinya di sukai oleh pewaris pengusaha terkaya nomor 1di Dunia.
Vika mengedikan bahunya singkat karna benar-benar merasa malas untuk menjawabnya. "Bukankah aku sudah pernah bilang sama kamu, pantaskan dulu dirimu apakah bisa berdampingan dengan wanita yang kamu inginkan, dan kamu mesti ingat sekali lagi, bawah Harta bukanlah Hasil yang menentukan. Apa kamu mengerti?" tegas Vika yang saat ini merasa jika dirinya tidak boleh terlalu dekat oleh Alson.
Dan dengan polosnya Alson menggelengkan kepalanya karna dari dulu kalimat ini lah yang dia ingin tau apa artinya. "Aku sama sekali tidak mengerti arti dari kalimat harta bukanlah hasil yang menentukan, Vika please jelaskan dulu maksudnya apa," cercanya bingung, karna merasa sangat ambigu dengan kalimat itu.
__ADS_1
Namun bukanya menjawab Vika malah terlihat sibuk merapikan barang-barangnya untuk bersiap-siap pulang.
"Vika aku antar kamu ya," seru Alson yang menyentuh tangan Vika lembut, namun Vika segera menepisnya. "Aku bisa pulang sendiri!" Jawabnya dengan ketus, tetapi itu sama sekali tidak membuat Alson gentar untuk mengejarnya.
Dia langsung merampas kunci mobil Vika lalu, melemparkanya ke sembarangan arah di luar jendela. Membuat Vika menatap tidak percaya dengan apa yang di lakukan pria ini.
"Alson Emilio, kamu benar-benar ya,-"
"Adduhhhhh,,aaarrggghhh sakkkit Vikaa,,adduuhhh." Jeritanya di saat Vika menjewer keras telinganya.
"Kamu ini benar-benar ya eenngghhhh, kamu tau gak kalo mobil itu mahal, itu hasil keringat aku, kalo kamu lempar terus kalo ada maling gimana? Kalo ada yang tangkep kuncinya terus nyari mobilku dan di bawa lari gimana? Nanti kalo misalnya aku gak bisa beli lagi gimana? Mikir gak sih Paijo--,, eeengggh." Vika benar-benar kesal hingga menjitak kepalas Alson.
"Aaaaduuuhh Ampunn sayangg,,hueehuuee." Keluhnya lagi di saat mendapatkan jitakan beberap kali dari bidadarinya.
"Sayang-sayang, kepalamu peyang, eenngg Alson gak tau tau lagi sudah aku mau ngomong apa sama kamu." makinya yang tak berhenti, dan ketika mulutnya sudah lelah memaki-maki, dia segera melangkahkan kakinya turun dengan cepat untuk mencari kunci mobilnya yang tadi di lempar Alson.
Namun sebelum dia benar-benar masuk Lift, Vika memberikan sebuah tatapan mematikan kepada Alson, membuatnya menelan salivanya kasar.
"Apasih dia? Ngomel udah kaya radio rusak aja, galak banget." Umpat Alson ketika Vika sudah menghilang dari hadapanya.
"Tapi gila sih, mantap gitu calon istriku, lebih galak dari Briell dulu,,aaahhh makin cinta deh." gumamnya dengan perasaan yang berbunga- bunga.
To be continue.
*Jangan lupa sedakah Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**ππ *
Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh πππ
Terima kasihππ»ππ»
Follow IG Author @Andrieta_Rendra
__ADS_1
Slow update dulu ya teman-teman, karna mimin lagi ngebut dan crazy di karya Griffin supaya cepat di serahkan ke penerbit ππ»
Mohon pengertianya ya teman-teman, jangan unfov hanya karan mimin pelit upadete ya, setidaknya mimin udah usaha update 2 bab perhariππ»