
🌹 Happy Reading 🌹
"Istri saya beneran lagi hamil dok ?" Tanya Alson meyakinkan dirinya lagi.
Dokter itu diam dan menganggukan kepalanya perlahan, lalu tersenyum kembali pada Alson, "benar tuan muda pertama, nyonya Vika sedang hamil saat ini, ini baru di usia awal, jadi mungkin akan sedikit rentan terhadap bahaya, maka dari itu sebisa mungkin harus lebih di jaga ya," ucap dokter tersebut memberikan nasehat untuk Alson.
Alson sontak tersenyum bahagia dan langsung memeluk istrinya yang masih pingsan saat ini, "sayang bangun kita mau punya anak lagi sayang," serunya membangunkan Vika.
Lalu Alson kembali beralih pada Vita yang berada di sebelahnya, "sekarang Vita sudah jadi kakak, sebentar lagi akan ada Baby yang lahir dari perut Mamah, Vita seneng tidak?" lirihnya pada Vita.
"Senang Pah, Vita bahagia banget karna permintaan Vita akhirnya sudah di kabulkan sama Tuhan," sahutnya penuh kebahagiaan.
Alson langsung menyeritkan keningnya bingung dengan jawaban putrinya itu, "permintaan apa sayang?" tanya Alson.
"Jadi dari kemarin itu Vita cemburu kalo liat teman-teman Vita yang bermain bersama adik-adik mereka Pah, bahkan ada yang sengaja pamer kalo Mamah mereka punya baby baru, sedangkan Vita masih sendiri, makanya Vita selalu berdoa minta sama Tuhan, untuk buat Mamah hamil supaya Vita cepat punya teman main, kan bosan Pah kalo sendiri terus," jelasnya panjang lebar membuat Alson mengerti apa yang di inginkan oleh putrinya.
"Haisshhh kenapa kamu tidak bilang sama Papah dari dulu, sini peluk Papah," balas Alson yang gemas melihat wajah dari putrinya.
Dengan cepat Vita langsung memeluk Alson dengan sayang. "I Love you Papah Alson," ujarnya di dalam dekapan Alson.
"I Love you, more,more and more darling, cupp," balas Alson dengam memberikan kecupanya di kening Vita.
Dokter yang masih berada di dalam situ kini menjadi canggung melihat keberadaanya yang sepertinya sudah tidak di perlukan lagi, "hemm, Tuan jika sudah selesai saya akan permisi terlebih dahulu," pamit dokter tersebut yang di jawab anggukan kepala oleh Alson, karna dia masih fokus menatap ke arah istrinya.
Dan ketika dokter tersebut pamit, tiba-tiba saja Mamah Jenni, Mommy Eden, Gina dan para suami sudah memasuki kamar Alson.
Namun kali ini mata dan mulut Alson menganga tidak percaya melihat para tetuah yang sudah memakai baju-baju ala orang india. Bahkan terlihat jelas dari wajah para suami yang cemberut tidak ada ekspresi.
"Pah, Mah, everything oke?" tanyanya ragu.
__ADS_1
Jenni langsung tersenyum menatap Alson, dan kembali memberikan baju ala India pada Alson.
"Semuanya baik kok, kamu pergi ganti baju ya, sebentar lagi sharulkhan akan datang, jadi gak sopan kan kalo kita gak menghargai budayanya," seru Jenni yang terlihat sangat berat sekali memakai baju India itu.
Ketika Alson diam saja tidak mau bergerak mengganti pakaianya, Jenni mulai terseyum menatap Putranya, "ganti!!!!!!" Tegasnya penuh penekanan, membuat Alson memilih mengalah saat ini.
"Baru aja dengar berita gembira sekarang sudah masuk lagi dalam jurang," umpatnya sebelum melangkahkan kakinya pergi.
Jenni langsung mendekat ke arah Vika yang terlihat mulai membuka matanya perlahan, "sayang kamu sudah sadar nak," seru Jenni.
Dengan perlahan Vika mulai membuka matanya dan membiaskan pandangan ke sekelilingnya dan melihat semua orang sudah menggunakan pakaian ala India. "Mah apakah sharulkhan jadi datang?" tanyanya dengan pelan.
Alson yang sudah selesai mengganti pakaianya kini menatap istrinya yang sudah terbangun, "sayang kamu sudah sadar, apa yang sakit sayang? Katakan sama Papah, apa yang sakit?" Cerca Alson yang membuat Vika menyeritkan keningnya.
"Papah?" Tanya Vika yang merasa bahwa Alson sangat lebay.
"Baby? aku hamil?" Sahut Vika dengan sedikit berteriak.
"Iya sayang kamu hamil," balas Alson lagi.
Dengan replek Vika langsung menyentuh perutnya yang rata, sedangkan Jenni dan Eden langsung tersenyum bahagia memeluk tubuh Vika. "Selamat ya Vika sayang, semoga sehat sampai lahiran nanti oke," ucap keduanya.
"Terima kasih Mah,Mom," balasnya dengan senyum.
"Apa yang kamu rasakan saat ini nak? Apa kamu ada mengingikan sesuatu?" Tanya Jenni dengan lembut.
Vika terlihat berpikir sejenak, lalu menatap ke arah Alson, "aku pengen rujak deh kayanya, rujak yang pedas," jawabnya.
"Rujak?" Sahut semua orang yang ada di sana, karna mereka belum tau tentang yang namanya rujak.
__ADS_1
Arvan terlihat menyeritkan keningnya bingung, "Robert, carikan rujak buat menantu dan calon cucu ke duaku!!!!" Perintahnya tegas.
"Baik Lord," jawab Robert patuh.
Setelah kepergian Robert, Jenni yang tak ingin lupa langsung memberikan Sare pada Vika untuk di gunakan. "Sayang pakai ini ya, sebentar lagi Sharulkhan dan Salman khan akan datang ke sini, Mamah sengaja meminta keduanya untuk datang agar kita bisa meet and great bareng," ucapnya sambil melirik Arvan yang wajahnya sudah tidak enak.
Sumpah demi apapun jika bisa saat ini Arvan membatalkan niatnya untuk memanggil Sharulkhan dan Salmankhan, karna tadi dia baru liat di artikel jika kedua artis India itu sangatlah tampan, dan merasa dirinya akan terancam saat ini.
Arvan kini mundur sedikit untuk berbisik pada Mario, "apakah kita lebih tampan dari mereka?" Tanya Arvan dengan berbisik.
"Jelaslah, hanya kita yang paling tampan, intinya dua artis itu tidak akan berani macam-macam!" Balas Mario yang sudah terlanjur kesal duluan.
"Oh baiklah," jawab Arvan dengan sedikit lemas mengingat apa yang akan terjadi nanti.
Anggap aja ini pakaian mereka saat ini ya 🥰🥰
To be continue.
Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘 *
Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭
Terima kasih🙏🏻🙏🏻
Follow IG Author @Andrieta_Rendra
__ADS_1