Hot Mother 2 ( Akibat Cinta Dari Pertemanan )

Hot Mother 2 ( Akibat Cinta Dari Pertemanan )
Partner Ranjang Part II ( 32 )


__ADS_3

🌹 Happy Reading ya Gengs 🌹


Vita terdiam tanpa bisa berkata apapun, dia hanya bisa menangis jingkar karena takut dengan mamah dan keluarga besar ini.


"Sayang, kalian masih di sini? Semuanya udah pada nunggu di luar loh," seru Alson, yang terpaksa harus menyusul istri dan putri tirinya karena tidak enak dengan tamu yang ada.


Vika menatap Alson dengan tatapan bingung, lalu dia menyerahkan foto usg itu pada Alson.


"Apa ini sayang? Kamu hami lagi?" tanya Alson dengan sangat antusias. Dia begitu bahagia jika istrinya sampai mengandung kembali.


Dengan menarik nafasnya dalam, Vika menggelengkan kepalanya pelan, "kamu lihat di situ ada namaku tidak?" tanya Vika dengan ketus. Dia sedang tidak ingin bercanda kali ini.


Alson mendadak bingung, dan lebih teliti menatap foto tersebut. "Vita," gumam Alson, yang semakin membuat Vita menangis kejang.


"I'am so soory papah, i'am so soory mamah, please forgive me, hiskk,,hiskk," tangis Vita, merasa sangat menyesal akan semua ini.


Vika yang tidak menunjukan reaksi apapun, kini membuat Vita semakin merasa bersalah. "Mamah, please maafin Vita mah, i'am soory mah please."


"Jadi ini sebabnya kamu gak mau ketemu sama mamah? Jadi ini sebabnya kemarin kamu begitu banyak alasan setiap mamah mengajak kamu bertemu akhir-akhir ini kamu selalu menolak." Sentak Vika, sambil menepiskan tangan putrinya yang sedang berusaha menyentuhnya.


Vita menggelengkan kepalanya pelan, karena bukan itu maksud dari dirinya yang tidak mau bertemu dengan mamahnya.


"Katakan siapa yang menghamilimu Vita? Katakan!" pekik Vika, merasa bahwa emosinya sedang berada di ubun-ubun saat ini.


"Hiskk,,mah, i'am afraid, i'am so scared, please mah," mohonya untuk tidak bertanya tentang siapa yang menghamilinya.


Alson yang melihat Vita masih menutupi identitas pria itu, kini berusaha untuk membujuk putri tirinya agar mau memberitahu siapa pria yang sudah menghamilinya itu.


"Vita sayang, ayo katakan, siapa yang menghamili kamu nak?" tanya Alson dengan lembut. Dia tidak mau menekan Vita seperti yang dilakukaan oleh Vika.


"B-B-Bri-"


"Bri siapa Vita? Katakan dengan jelas!" Sentak Vika lagi, membuat Vita terkerjut dan semakin gugup mengungkapkan pada mamahnya.


"Vika, kamu tenang dulu! Ini anaknya mau bicara kamu jangan bentak-bentak seperti itu!" tegas Alson, merasa kesal melihat istrinya yang lepas kendali tanpa bertanya sebabnya terlebih dahulu.

__ADS_1


"Siapa yang bisa sabar? Kalau kamu tahu anak kamu hamil di luar nikah seperti ini? Kamu bisa mikir tidak sih, bagaimana perasaan aku sebagai ibu kandungnya? Mungkin kamu tidak khawatir seperti aku, karena kamu hanya ayah sambung darinya," pekik Vika sudah melewati batas kesabaraanya.


Alson menghela nafasnya sejenak, dia tidak ingin bertengkar dengan istrinya hanya karena hal sepele, lagi-lagi dia mencoba sabar dengan kalimat-kalimat Vika yang kadang menguji dirinya sebagai seorang suami.


"Vita, Katakaan siapa prianya?" tanya Alson lagi, dan semoga kali ini Vita mau menjawab pertanyaannya.


"Pah," lirihnya pelan, tidak ingin memberitahu siapa pria itu.


"Vita, tidak mengenali siapa dia Pah, yang Vita tahu namanya dia adalah-," Ucapnya terhenti. Antara takut dan ragu, Vita untuk mengucapkaanya.


"Dia adalah Brio pah," ungkapanya pelan. Namun nama tersebut begitu jelas terdengar di telinga Alson dan Vika.


Sontak saja Vika dan Alson saling menatap satu sama lainnya. Menanggapi jawaban ambigu dari putrinya.


"Brio siapa Vita? Ada begitu banyak nama Brio di dunia ini? Setidaknya kamu bisa mengatakan nama lengkapnya Vit, please, mamah mohon," pinta Vika, tidak ingin anaknya bernasib sama dengan dirinya yang hanya bisa menghidupi anaknya sendiri tanpa bantuan dari suami.


Setidaknya, dengan Vita mengatakan siapa nama pria itu, Alson atau dia sendiri bisa menemukan pria itu dan memaksa pria itu untuk bertanggung jawab.


Namun Vita lagi-lagi menggelengkan kepalanya pelan, dia memang tidak tahu siapa nama lengkap dari Brio. Yang dia tahu hanya nama panggil dan. "Mr. White,"


"Papah harus memberi pelajaran kepada anak itu," seru Alson dengan yakin. Tidak ingin membuang waktu lagi, Alson langsung mengambil tongkat bisbol yang berada di sudut ruang tamu, lalu berlari keluar. "Siapkan Jetku sekarang!" perintah Alson dengan tegas.


Beginilah sifat Alson, dia adalah orang yang paling sabar dan teliti dalam menghadapi masalah keluarga, namun apa yang terjadi saat ini sudah benar-benar kelewataan batas. Karena Brio tidak mungkin tidak tahu jika Vika adalah keponakaanya sendiri. Lalu sekarang apa? Pria bodoh itu dengan tidak tahu dirinya malah menghamili Vita.


"Alson," panggl Arvan, pada putranya, setelah dia mengantarkan tamu tadi untuk pulang.


"Pah," jawab Alson, dengan wajah yang merah padam.


"Kamu mau kemana malam-malam begini? Kenapa harus menggunakan Jet?" tanya Arvan yang begitu penasaraan.


"Vita hamil pah, putriku hamil," terang Alson, tidak mau menutupi rahasia apapun dari papahnya.


Arvan tetap tenang, namun terlihat dari wajahnya bahwa dia sangat terkejut dengan keadaan ini. Bahkan Alson sangat tahu jika diamnya Arvan saat ini. Itu karena papahnya yang bingung harus bersikap seperti apa.


"Dan pelakunya adalah pamannya dia sendiri, Brio Jonathan," ungkap Alson lagi. Namun kali ini Arvan tidak bisa lagi menahan dirinya. Dia terduduk sambil menahan pusing di kepalanya.

__ADS_1


"Pah," tandas Alson pelan, sambil menuntut Arvan untuk duduk di kursi.


"Kenapa keluarga kita semakin lama semakin hancur seperti ini," lirihnya, menyesal dengan semua yang terjadi.


"Papah tenang saja pah, Alson pasti akan membuat Brio bertanggung jawab atas kehamilaan Vita, mereka masih bisa menikah pah, mereka bukan sedarah, Brio hanyalah adik mendiang Albert pah, jadi dia tidak ada hubungan dengan kami," jelas Alson lagi, yang kini berjanji bahwa dia yang akan membereskan semua masalah ini.


Arvan menganggukan kepalanya pelan, sudah waktunya Alson menghadapi masalah besar seperti ini. Dan dia hanya bisa mendukung dan memberikaan yang terbaik untuk anak dan cucunya.


"Pergilah sayang, papah percaya kamu bisa menyelesaikan ini semua, jika nanti mereka menolak, maka papah sendiri yang akan meminta untuk mereka bertanggung jawab." Tegas Arvan pada putrnya.


"Dan jangan lupa kamu panggil Jendra ke sini! Dia sudah begitu lalai dalam menajaga cucuku," perintah Arvan lagi. Namun kali ini Alson menolak untuk menuruti permintaan papahnya.


"Pah, ini bukan salah Jendra pah, lagian kita belum tahu cerita sebenarnya bagaimana caranya Vita bisa hamil dan bagaimana bisa mereka kenal lalu melakukaan hubungan itu pah," elak Alson, yang membela ayah kandung dari putrinya.


"Alson-,"


"Pah, apakah jika posisinya Vita sedang bersama kita semua terus hamil, itu berarti kita yang salah dan lalai dalam menjaganya?" tanya Alson, berharap agar papahnya tidak kembali gegabah dalam mengambil langkah keputusan.


"Lebih baik kita tanya dulu saja dengan mereka pah, kenapa bisa sampai seperti ini, dan setelah itu barulah kita memanggil Jendra untuk melangsungkan pernikahaan mereka," usulnya mengemukaan pendapatnya.


Kali ini Alson memang benar, putranya yang selalu bijak mengambil keputusan itu kini menyadarkaanya agar tidak kembali salah dalam langkahnya.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganyaπŸ₯° jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»*

__ADS_1


__ADS_2