Hot Mother 2 ( Akibat Cinta Dari Pertemanan )

Hot Mother 2 ( Akibat Cinta Dari Pertemanan )
Partner Ranjang Part II ( 58 )


__ADS_3

🌹 Happy Reading Gengs 🌹


Setelah lama mengudara, kini Vita dan Jendra telah sampai di rumah, dengan membawa para staf Dokter yang akan membantu kesembuhan Vita.


Sepanjang perjalanan tadi, Jendra terus menerus terpikir soal Langit yang muncul di depan Vita. Apakah benar hidupnya Langit itu hanyalah sebuah sandiwara belaka, atau memang pada kenyataan Langit memang masih hidup?


“Jendra,” tegur Vina yang mendapatkan putra semata wayangnya itu melamun sambil menatap Vita yang sedang terbaring itu dengan lekat.


“Eh, Mamah,” sahut Jendra, setelah sadar dari lamunananya.


“Beristirhatlah sayang, Mamah di sini akan menjaga Vita.” Ucap Vina mamah Jendra, yang sangat paham jika putranya itu sangat lelah.


Jendra terlihat menghela nafasnya dalam, “begitu sulit sekali rasanya aku menerima ini semua Mah, entah apa yang salah dari kehidupan ini? Kenapa karma yang dulu aku lakukkan pada Vika, kenapa malah menimpa Vita?” Adunya pada Vina. Sungguh dia begitu lelah saat ini.


Dia juga menjadi paham bagaimana perasaan Veli ketika putrinya Vika dia hamilin, tanpa bertanggung jawab sama sekali.


“Sabar sayang, Mamah yakin Vita bisa keluar dari cobaan yang Tuhan berikan, Mamah yakin itu, karena Tuhan tidak akan pernah memberikan ujian lewat dari batas kemampuan umatnya.”


“Pasrah, dan berserahlah kepada Tuhan, karena yakini Rancannganya jauh lebih indah dari apa yang kita perkirakaan,” Vina memberikan nasihat kepada Jendra, agar lebih kuat menerima takdir ini.


Jendra menganggukan kepalanya pelan, paham akan apa yang diucapkan oleh Mamahnya ini.


Tidak lama kemudian, dokter yang sejak kemarin di German memeriksa Vita, kini menampilkan senyumnya menghadap Jendra dan Vina.


“Semuanya telah stabil sekarang, jangan khawatir, setelah melewati beberapa therapy lagi, Vita akan sembuh seperti sedia kala.” Ucap dokter Amer memberikan kabar gembiranya.


“Benarkah? Apa kamu tidak salah?” Tanya Jendra yang begitu antusias mendengar putrinya akan segera sembuh.


Amer menganggukan kepalanya pelan, meyakinkan Jendra bahwa ini semua tidak salah. “Tidak akan pernah ada usaha yang mengkhianati hasil, saya yakin, ini juga berkat keteguhan dari janin yang ada di rahminya yang menginginkan Ibunya untuk sembuh.” Sambungnya lagi, memberikan harapan besar kepada seorang ayah yang hampir saja putus asa melihat keadaan putrinya.


“Terima kasih banyak Dokter, terima kasih karena sekali lagi kamu membantu untuk menyembuhkan putri saya.” Ucap Jendra penuh dengan haru.


“Sama - sama Pak Jendra, jangan merasa sungkan dengan saya, ini memang tugas saya sebagai seorang Dokter Pak.” Balas Amer dengan tulus.


Vina yang melihat anaknya kembali bersemngat itu, kini tidak henti - hentinya mengucapkan syukur kepada Tuhan dengan apa yang sudah seharusnya terjadi.


*****


Sedangkan di lain sisi, Brio yang mendapatkan bahwa semua fasilitasnya ditarik oleh orang tuanya, kini merasa benar - benar marah.


Dia tidak memiliki tabungan sama sekali, dan sekarang dia kesulitan untuk membangun usahanya sendiri.


“Sial, apa yang harus aku lakukkan sekarang?” Umpatnya tidak henti - henti menguh dan berpikir apa yang harus dia lakukkan saat ini.


Dengan perasaan kesal, dia terus membuka Ipad miliknya, melihat - lihat, apakah ada investor yang bisa membantunya.


Sejak kemarin dia mencari email yang masuk, tetapi tidak ada satupun yang masuk, apa lagi yang mau menjadi investor untuknya. Membuat dirinya merasa marah sekali.


“Ahhhrrgghhh, apakah orang - orang ini bodoh!!” Teriaknya dengan penuh emosi.

__ADS_1


Prangggg, dia melempar Ipadnya begitu saja hingga hancur ke dinding.


“Tidak bisa,”


“Ini tidak bisa dibiarkan.”


“Gabrio Jonathan tidak mungkin bangkrut.” Yakinnya, dengan tubuh yang gemetar menahan rasa amarah.


Dan tidak lama kemudian, ponselmya berbunyi menandakan pesan masuk, segera dia mengecek apa yang berada di dalamnya.


Setelah Brio melihat ponselnya, dia mendapatkan email dari seseorang yang menginginkan alat yang dulu pernah Brio ciptakan.


Alat yang membantu orang buta bisa melihat kembali dengan memanfaatkan retasan CCTV yang berada di sekitar.


“20 Triliun,” gumam Brio, ketika membaca jika orang itu menawar alat rakitannya sebesar 20 Triliun.


“Tapi alat itu sangat berbahaya dalam dunia gelap.” Gumannya lagi, merasa kurang yakin alat itu akan dijual.


“Ah, tapi apa perduliku, itu adalah urusan mereka, dan aku tidak bergerak dalam dunia hitam, jadi alat itu tidak akan berpengaruh denganku.” Ucapnya lagi, kali ini yakin bahwa dia akan menjual alat itu.


“Lumayanlah, 20 Triliun buat beberapa bulan kedepan, sampai aku kembali mendapatkan fasilitasku lagi.” Brio yang sangat yakin itu, kini meminta untuk bertemu dengan pembeli itu.


Tanpa memikirkan konsekuensi apa yang akan dia dapatkan di kemudian hari.


Padahal, Brio tentu saja ingat jelas, bahwa Arvan sudah melarang dirinya untuk mempublishkan alat itu, Mario juga sudah pernah mengatakan bahwa alat itu sangat berbahaya jika sampai jatuh ke tangan musuh.


Tetapi, bukan Brio namanya jika memiliki rasa keperdulian yang Hakiki. Dia sama sekali memiliki sifat yang sangat buruk untuk bersosialisasi. Apa lagi jika tidak berdampak padanya, dia terus saja berpikir apa perduliku.


****


Dia masuk dengan di antar oleh beberapa penjaga dari dalamnya. “Apakah kamu sudah membawa alatnya?” Tanya pria itu pada Brio.


“Sesuai janji, uang dulu baru alatnya akan ada di tanganmu.” Tungkasnya dengan sangat percaya diri.


Pria yang kini berhadapan dengan Brio itu, terlihat berpikir - pikir terlebih dahulu. “Apakah kamu sedang bermain denganku?” Tanyanya, merasa bahwa Brio sedang menyembunyikan sesuatu.


Brio terlihat tersenyum dengan begitu meremehkan si pembeli. “Aku butuh uang, kamu butuh alatnya, kalau kamu tidak mau memberikaan uangnya terlebih dahulu, tidak masalah, aku bisa mencari pembali lainnya.” Ucap Brio, sembari berpura - pura membalikkan tubuhnya, bersiap untuk melangkahkan kakinya keluar.


“Tunggu,” panggil pria itu.


Sontak saja Brio membalikkan tubuhnya, lalu memasang senyum manisnya. “Jadi bagaimana?” Tanyanya tanpa perasaan takut sama sekali.


Awalnya pembeli itu terlihat ragu, sampai akhirnya dia menyerah dan menyuruh anak buahnya untuk mentransfer uang 20 Triliun kepada Brio.


Treett,,trett, ponsel Brio berbunyi, menandakan uang transferan yang masuk.


Brio tersenyum melihat uang 20 triliun itu masuk ke dalam rekeningnya, tetapi dia dengan cepat memindahkan uang itu ke rekeningnya yang lain, agar tidak bisa di retas oleh orang lain.


“Baiklah, here we go.” Ucapnya, lalu menyerahkan alat - alat itu kepada Sang pembeli.

__ADS_1


“Periksa alat itu! Apakah alat itu asli atau bukan!” Perintahnya pada anak buahnya.


Setelah memeriksa dengan begitu teliti, anak buah pria itu terlihat menggaruk kepalanya bingung.


“Ada apa?” Tanya sang pembeli kepada anak buahnya.


“Alat itu terlihat asing untuk kami Tuan, kami bahkan tidak tahu mana yang asli dan mana yang palsu.” Ucapnya pelan, membuat Brio tertawa dengan begitu nyaring.


“Hahahahahahahhahaha, buang saja anak buahmu itu ke laut, kalau bahkan tidak bisa membantu sama sekali.” Seru Brio, membuat harga diri sang pembeli merasa di nodai.


“Diam kamu! Dan pasangkan alat itu ditubuh ku sekarang!” Perintahnya tegas pada Brio.


“Boleh saja,” ucap Brio dengan begitu tenang.


“Kalau begitu cepat! Tunggu apa lagi!” Perintah pria itu dengan lantang.


“30 Triliun, maka alat itu akan bersarang dengan rapi di dalam tubuhmu.” Tawar Brio, tanpa ada rasa bersalah sedikitpun.


“30 Triliun?”


*To Be Continue. **


Note : Hallo Teman - teman, Mimin Ada berita gembira nih, karena Mimin baru kembali lagi ke sini, Mimin mau Mengadakan Give Away untuk pembaca setia Mimin nih, sebagai ucapan terima kasih karena masih mau bertahan di Karya - karya mimin ini.


Caranya gampang banget kok, Tinggal cukup Komen, Like dan Vote dan kasih hadiah di karya Mimin Yang Ini ya.


Ingat syarat dan ketentuannya, yang Juara harus rajin komen, Like dan Vote dan Hadiah ya. jika tidak akan Mimin diskualifikasi.


Untuk Hadiahnya:


Juara 1 : 250.000


Juara 2 : 150.000


Juara 3 : 100.000


Juara 4 - 5 : 50.000


Ini buat Happy - Happyan aja kok, dan harus sportif ya ❤️


Pengumuman akan Mimin umumkan di Tanggal 28 November, jadi jaraknya ada satu bulan ya, See youu ❤️


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘

__ADS_1


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*


__ADS_2