Hot Mother 2 ( Akibat Cinta Dari Pertemanan )

Hot Mother 2 ( Akibat Cinta Dari Pertemanan )
Partner Ranjang Part II ( 71 )


__ADS_3

🌹 Happy Reading Gengs 🌹


Vita yang baru tiba di rumah sakit, langsung di masukan ke dalam ruang tindakan, untuk segera dilakukkan pemeriksaan lebih lanjut.


Langit dan Melly, tidak henti - hentinya khawatir menunggu di luar sampai dokter selesai memeriksa keadaan Vita.


Terlihat dari jauh, Jendra, Dyzon dan juga Vina yang berlari menghampiri Melly yang berdiri di ruang tindakan.


“Bagaimana keadaan Vita?” Tanya Jendra tanpa berbasa basi.


“Masih diperiksa di dalam om.” Jawab Melly dengan raut wajah yang begitu lelah.


Jendra dan keluarga yang tadi memang berniat untuk melihat keadaan Vita di hotel, malah dikejutkan dengan perkataan Melly yang mengirim sebuah pesan jika Vita dilarikan ke rumah sakit.


Itu makanya Jendra mengajak Mamah dan Papahnya untuk ke Bogor untuk memberikan support kepada Vita agar tidak kenapa - kenapa dalam menghadapi masalah ini.


Tetapi sepertinya mereka terlambat, hingga Vita lebih dulu coleps dibandingkan mereka tiba.


“Keluarga Nona Vita,” panggil Dokter, ketika baru saja keluar dari ruang tindakan.


“Saya, Dok, Saya Papahnya Vita.” Ujar Jendra begitu penasaraan dengan keadaan putrinya.


“Bagaimana keadaan putri dan calon cucu saya dok?” Tanya tanpa ingin membuang waktu.


“Maaf Pak, dengan bebesar hati, kami mengatakan jika bayi nyonya Vita tidak bisa kami selamatkan.” Jelas dokter tersebut, membuat kaki Jendra merasa tidak mampu berdiri lagi.


“Tidak bisa diselamatkan,” ulangnya, dan tidak lama dirinya terduduk di kursi yang ada di sana.


“Lalu, bagaimana dengan keadaan cucu saya dok?” Tanya Dyzon, mewakili pertanyaan yang lainnya.


“Tadi kami menemukan sebuah gumpalan darah yang ada di dalam rahim Nyonya Vita yang biasa kita sebut dengan Kista.”


“Dan Kista ini sepertinya sudah ada sebelum adanya Bayi di dalam kandungan Nyonya Vita, sehingga Kista itu sekarang sudah sebesar bola kasti, dan kita harus segera melakukkan operasi untuk mengangkatnya, sebelum kista itu semakin membesar lagi nantinya.” Jelas dokter tersebut, membuat Dyzon dan Vina saling menatap satu sama lainnya.


“Pah, Vita Pah,hisk,” tangis Vina pecah, ketika mendengar nasib Cucunya yang sangat - sangat menyedihkan.


Bagaikan sudah jatuh, tertimpa tangga pula, itulah kalimat pepatah yang pas untuk melambangkan apa yang terjadi saat ini.


“Lakukkan yang terbaik untuk cucu saya dok!” Perintah Dyzon pada dokter yang menangani Vita.


Sebagai kepala keluarga, ketika melihat istri dan putranya sudah tidak bisa berkata apa - apa lagi, kini hanya dirinyalah yang harus mengambil tindakan tegas untuk menyelamatkan cucu satu - satunya.


Berbeda dengan Langit, pria itu merasa bahwa semua ini terjadi atas kesalahannya. Ketidak tahuaan dirinya atas status Vita, kini menjadi boomerang untuk kehidupaan wanita yang begitu dia cintai.


“Maafkan saya Om, maafkan saya karena saya membawa Vita pergi tanpa mengetahui status dirinya yang sudah menjadi istri dari seseorang.” Ungkap Langit pada Jendra dengan wajah yang begitu menampilakan rasa penyesalan.

__ADS_1


Jendra menatap ke arah Langit, “Sudahlah, bukan salahmu juga, pada saat ini memang saya sudah mengajukan pembatalan Nikah atas pernikahaan Vita dan Brio.”


“Hanya saja wartawan tidak mengetahuinya, dan kita juga tinggal tunggu keputusaan untuk diperlihatkan pada public jika semua ini bukan kesalahaan Vita yang berselingkuh.” Jelas Jendra pada Langit.


Dirinya juga merasa kasihan pada Langit yang terlihat sangat merasa bersalah dengan kejadian ini. Di tambah lagi dengan berita depresi Vita tersebar. Dia semakin merasa bahwa ini semua karena ulahnya.


“Mungkin jika dulu saya tidak menentang hubunganmu dengan Vita, mungkin sekarang Vita tidak pernah bertemu dengan Brio.” Ungkapnya jujur.


Mengingat kejadian belakang, Jendra merasa bahwa ini memang semua karena kesalahannya. Jadi tidak ada yang pantas dia salahkan selain dirinya atas kasus ini.


*****


Jika Vita dan Keluarganya tengah berada dalam sebuah masalah. Berbeda dengan Brio dan Khanza yang masih menikmati waktunya, makan siang bersama di sebuah restoran di Mall.


“Mau makan apa?” Tanya Khanza pada Brio, yang sejak tadi melihat - lihat menu.


“Aku sepertinya ingin memakan Bebek ini,” tunjuknya pada menu Bebek kremes dengan sambal Trasi khas dari restoran itu.


“Apakah kamu menyukai makanan khas Indonesia?” Tanya Khanza, menggoda Brio yang terlihat menatapnya sinis.


“Kalau begitu, bebek kremesnya satu, dan juga mie goreng seafoodnya satu, tapi saya minta Seafoodnya jangan terlalu mateng.” Pintanya pada pelayan yang sedang mencatat pesanan mereka.


Setelah memesan, Khanza terlihat melihat ke salah satu arah, yang membuat dirinya berdiri dan berjalan ke arah stand minuman itu.


“Aku tidak mendapatkan Sedotannya, bolahkah kamu mendapatkannya?” Tanya Khanza, meminta tolong kepada Brio untuk mengambilkan sedotan boba mereka.


“Kenapa tadi kamu tidak sekalian meminta?” Tanya Brio dengan kesal.


“Mereka tidak mendengarku, karena terlihat begitu sibuk, kamu laki - laki, maka suaramu lebih terdengar.” Jawab Khanza yang membuat Brio semakin kesal mendengarnya.


Dengan rasa terpaksa Brio bangkit dari tempat duduknya.


Namun, ketika dia baru saja ingin berdiri, terlihat beberapa pria dengan berjas hitam datang menghampirnya, membuat Khanza menatap Brio dengan bingung dan bertanya - tanya, siapa mereka pada Brio.


“Apa yang kalian lakukkan di sini?” Tanya Brio, mengenali bahwa mereka adalah anak buah dari Daddnya.


“Permisi Tuan Brio, Anda diwajibkan untuk ikut dengan kami oleh perintah Tuan besar Mario.” Tegas para ajudan itu.


Tetapi Brio malah menatap dengan senyum yang meremehkan. “Kasih tau pada Tuan Besar Mario, bahwa saya tidak mau!”


“Saya tidak mau!! Sudah jelas bukan!” Ulangnya lagi, sebelum akhirnya Brio menarik Khanza untuk kabur dan berlari dari kejaran anak buah Mario.


“Brio, apa yang kamu lakukkan?” Khanza yang sedang memakai sepatu tinggi itu, kini jalan dengan pelan.


“Khanza ayo cepat!” Pinta Brio pada wanita itu.

__ADS_1


“Aku tidak kuat Brio.” Protes Khanza yang meminta Brio untuk berhenti sejenak.


Melihat orang yang mengejarnya sudah mendekat, Khanza memilih untuk melepaskan Heals yang dia gunakan, lalu melemparnya ke arah pria yang mengejarnya itu.


“Lari Khanza lari!!!” Teriak Brio lagi, yang membuat mereka menjadi pusat perhatian dari para pengunjung yang melihatnya.


Bukannya Brio tidak bisa bela diri, tetapi Brio bukanlah Type laki - laki seperti Daddynya yang bisa melawan orang sebanyak itu.


Jika ajudan Mario hanya dua saja, mungkin dia masih bisa melawan, walaupun akhirnya juga akan tetap kalah, tetapi ini ada 10 orang, yang membuat dirinya lebih baik lari saja, ketimbang harus pulang dan menyerah pada Mommy dan Daddnya itu.


Brio dan Khanza yang baru saja tiba di parkiran, langsung masuk ke dalam mobil dan menyalakannya.


Braaakkkk, “Tuan Brio, bekerja samalah.” Pinta ajudan Mario, baik - baik pada Brio, ketika mereka ada tepat di depan mobil Khanza, menghalangi supaya mereka tidak kehilangan lagi anak bosnya ini.


“Brio apa yang akan kamu lakukkan sekarang?” Tanya Khanza panik, ketika melihat Brio hanya diam saja, sedangkan para laki - laki itu, sudah mulai mendekati pintu mobil.


“Brio!!!” Sentak Khanza, menyadarkan Brio dari lamunannya.


“Pegangaanlah Khanza!!” Perintah Brio, yang sedari tadi mengegas mobilnya tanpa melepaskan rem.


Khanza yang mendapatkan perintah itu dari Brio, langsung memegang pegangan yang berada di dekat jendela, karena dia tahu jika Brio pasti akan berbuat sesuatu.


“Brioooooooooo.” Teriak Khanza penuh dengan ketakutan.


Broooom,,brooomm, braaakkkk, Brio nekat menabrak beberapa anak buah Mario, dibandingkan dirinya harus ketangkap.


Membuat dirinya dan Khanza kini terbebas dari kejaran ajudan - ajudan itu.


*To Be Continue. **


Note: teman - teman, Mohon Maaf ya, Mimin mau ngabarin, kalau Give Awaynya Mimin Pindah untuk Karya It’s So Hurts. Karena Mimin tidak bisa melihat hasil kalian jika tertumpuk dengan poin - poin yang lama.


Jadi Mimin pindah ya, Dukungan Give Away karyanya untuk Karya It’s So Hurts 🙏🏻🙏🏻


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*

__ADS_1


__ADS_2